Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kota Denpasar merupakan ibu kota Provinsi Bali, Indonesia.
Denpasar menjadi kota terbesar di Kepulauan Nusa Tenggara dan kota terbesar kedua di wilayah Indonesia Timur setelah Makassar.
Pertumbuhan industri pariwisata di Pulau Bali mendorong Kota Denpasar menjadi pusat kegiatan bisnis.
Sekaligus menempatkan kota ini sebagai daerah yang memiliki pendapatan per kapita dan pertumbuhan tinggi di Provinsi Bali.
Sejarah
Denpasar pada mulanya merupakan pusat Kerajaan Badung,akhirnya pula tetap menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Daerah Tingkat II Badung dan bahkan mulai tahun 1958 Denpasar dijadikan pula pusat pemerintahan bagi Propinsi Daerah Tingkat I Bali.
Dengan Denpasar dijadikan pusat pemerintahan bagi Tingkat II Badung maupun Tingkat I Bali mengalami pertumbuhan yang sangat cepat baik dalam artian fisik, ekonomi, maupun sosial budaya.
Keadaan fisik Kota Denpasar dan sekitarnya telah sedemikian maju serta pula kehidupan masyarakatnya telah banyak menunjukkan ciri-ciri dan sifat perkotaan.
Denpasar menjadi pusat pemerintahan, pusat perdagangan, pusat pendidikan, pusat industri dan pusat pariwisata yang terdiri dari 4 Kecamatan, yaitu Kecamatan Denpasar Barat, Denpasar Timur, Denpasar Selatan dan Denpasar Utara.
Melihat perkembangan Kota Administratif Denpasar ini dari berbagai sektor sangat pesat, maka tidak mungkin hanya ditangani oleh Pemerintah yang berstatus Kota Administratif.
Oleh karena itu sudah waktunya dibentuk pemerintahan kota yang mempunyai wewenang otonomi untuk mengatur dan mengurus daerah perkotaan sehingga permasalahan kota dapat ditangani lebih cepat dan tepat serta pelayanan pada masyarakat perkotaan semakin cepat.
Pembentukan Kota
Seperti halnya dengan kota-kota lainnya di Indonesia, Kota Denpasar merupakan Ibukota Propinsi mengalami pertumbuhan dan perkembangan penduduk serta lajunya pembangunan di segala bidang terus meningkat, memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap kota itu sendiri.
Demikian pula dengan Kota Denpasar yang merupakan Ibukota Kabupaten Daerah Tingkat II Badung dan sekaligus juga merupakan Ibukota Propinsi Daerah Tingkat I Bali mengalami pertumbuhan demikian pesatnya.
Pertumbuhan penduduknya rata-rata 4,05% per tahun dan dibarengi pula lajunya pertumbuhan pembangunan di berbagai sektor, sehingga memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap Kota Denpasar, yang akhirnya menimbulkan berbagai permasalahan perkotaan yang harus diselesaikan dan diatasi oleh Pemerintah Kota Administratif, baik dalam memenuhi kebutuhan maupun tuntutan masyarakat perkotaan yang demikian terus meningkat.
Berdasarkan kondisi obyektif dan berbagai pertimbangan antara Tingkat I dan Tingkat II Badung telah dicapai kesepakatan untuk meningkatkan status Kota Administratif Denpasar menjadi Kota Denpasar.
Dan akhirnya pada tanggal 15 Januari 1992, Undang-undang Nomor 1 Tahun 1992 tentang Pembentukan Kota Denpasar lahir dan telah diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 27 Pebruari 1992 sehingga merupakan babak baru bagi penyelenggaraan Pemerintahan di Daerah Tingkat I Bali, Kabupaten Daerah Tingkat II Badung dan juga bagi Kota Denpasar.
Bagi Propinsi Daerah Tingkat I Bali adalah merupakan pengembangan yang dulunya 8 Daerah Tingkat II sekarang menjadi 9 Daerah Tingkat II.
Sedangkan bagi Kabupaten Badung kehilangan sebagian wilayah serta potensi yang terkandung didalamnya.
Bagi Kota Denpasar yang merupakan babak baru dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang walaupun merupakan Daerah Tingkat II yang terbungsu di wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Bali.
Pemerintahan
Secara administratif pemerintahan kota ini terdiri dari 4 kecamatan, 43 kelurahan dengan 209 dusun.
Saat ini pemerintah Kota Denpasar telah mengembangkan berbagai inovasi dalam meningkatkan layanan kepada masyarakatnya, diantaranya mulai membenahi sistem administrasi kependudukannya.
Kecamatan di Kota Denpasar antara lain:
- Denpasar Barat
- Denpasar Selatan
- Denpasar Timur
- Denpasar Utara
Kondisi Kemasyarakatan
Menurut regstrasi penduduk Kota Denpasar sesuai dengan hasil Sensus pada tahun 2016 berjumlah 897.300 Jiwa (Data DPS Kota Denpasar).
Tahun 2015 jumlah penduduk Kota Denpasar usia 15 Tahun ke atas yang bekerja menurut Lapangan Usaha sebanyak 468 515 , dengan rincian 6 144 orang terserap di sektor pertanian, 48 863 terserap di sektor industri, 220 739 terserap di sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran, 25 912 di sektor Transportasi, 30 745 terserap di sektor Konstruksi dan 97 926 di sektor jasa-jasa lainnya.
Ditinjau dari pendidikan kualitas pencari kerja di Kota Denpasar semakin meningkat karena dari jumlah pencari kerja yang terdaftar di dominasi oleh lulusan Sarjana 42,90 %, Diploma 21,75 %, SLTA 34,17 %, SLTP 1,02 % dan SD 0,25 %.
Pembangunan di bidang kesehatan di Kota Denpasar dapat dikatakan telah mencapai sasaran.
Hal ini tercermin dengan semakin meningkatnya derajat kesehatan masyarakat seperti angka kematian Bayi hanya mencapai 5,23 per seribu kelahiran. Berdasarkan Pantauan Status Gizi (PSG) status gizi buruk mencapai 0,31%.
Jumlah puskesmas 10 buah dan 27 buah pembantu dan 54 klinik KB yang ditangani sekitar 142 orang paramedis.
Selain puskesmas di kota Denpasar juga terdapat 18 Rumah sakit terdiri dari 4 Rumah sakit pemerintah.
15 Rumah sakit swasta dan 1 buah Rumah Sakit Angkatan Darat.
Jumlah Dokter saat ini 1378 orang terdiri 756 Dokter umum dan sisanya 622 dokter ahli. Jumlah apotik mencapai 194 buah.
Jumlah posyandu mencapai 431 buah.
Penduduk Kota Denpasar terdiri dari pemeluk Agama Hindu 426.928 orang, Agama Islam 135.854 orang, Agama Kristen Katolik 13.914 orang, Kristen Protestan 19.215 orang dan yang beragama Budha 9.153 orang.
Sampai saat ini di wilayah Kota Denpasar terdapat tempat peribadatan yang terdiri dari 7 buah Pura Dang Kayangan, 105 Pura Kayangan Tiga, 39 Masjid, 38 Gereja Kristen Protestan, 3 buah Gereja Katolik dan 8 buah Vihara.
Pendidikan
Di Kota Denpasar berdiri beberapa perguruan tinggi diantaranya Universitas Udayana, Universitas Mahasaraswati, Universitas Warmadewa dan Institut Seni Indonesia Denpasar.
- SMP Negeri 1 Denpasar
- SMP Negeri 2 Denpasar
- SMP Negeri 3 Denpasar
- SMP Negeri 4 Denpasar
- SMP Negeri 5 Denpasar
- SMP Negeri 6 Denpasar
- SMP Negeri 7 Denpasar
- SMP Negeri 8 Denpasar
- SMP Negeri 9 Denpasar
- SMP Negeri 10 Denpasar
- SMP Negeri 11 Denpasar
- SMP Negeri 12 Denpasar
- SMP Negeri 13 Denpasar
- SMA Negeri 1 Denpasar
- SMA Negeri 2 Denpasar
- SMA Negeri 3 Denpasar
- SMA Negeri 4 Denpasar
- SMA Negeri 5 Denpasar
- SMA Negeri 6 Denpasar
- SMA Negeri 7 Denpasar
- SMA Negeri 8 Denpasar
- SMK Negeri 1 Denpasar
- SMK Negeri 2 Denpasar
- SMK Negeri 3 Denpasar
- SMK Negeri 4 Denpasar
- SMK Negeri 5 Denpasar
- Kampus New Media
- Sekolah Tinggi Bahasa Asing Hita Widya
- Sekolah Tinggi Bahasa Asing Saraswati
- Sekolah Tinggi Desain Bali
- Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Denpasar
- Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bali
- Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Indonesia
- Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Handayani
- Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Politik Wira Bhakti
- STIE Triatma Mulya
- STMIK Bandung Bali
- STMIK Stikom Bali
- STAI Sekolah Tinggi Agama Islam Denpasar
- Universitas Udayana
- Politeknik Negeri Bali
- Universitas Mahasaraswati
- Universitas Warmadewa
- Universitas Dwijendra
- Universitas Hindu Indonesia
- Universitas Ngurah Rai
- Universitas Pendidikan Nasional
- Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar
- Institut Seni Indonesia Denpasar
- IKIP PGRI Bali
- Politeknik Nasional Denpasar
- Politeknik Kesehatan Denpasar
- Akademi Akuntansi Denpasar
- Akademi Keuangan dan Perbankan Denpasar
- Akademi Pariwisata Denpasar
Pariwisata
Denpasar memiliki beberapa tempat wisata yang memiliki unsur sejarah dan rekreasi diantaranya adalah:
- Museum Bali - tempat ini awalnya adalah tempat berdiamnya keluarga kerajaan
- Lapangan Renon - pusat aktivitas keluarga dan juga terdapat Monumen Bajra Sandhi yaitu monumen perjuangan rakyat Bali
- Taman Puputan - tempat pentas seni
- Pasar Kreneng
- Simpang Dewa Ruci atau Simpang Siur - terdapat Mal Simpang Siur atau Discovery Mall
- Puri Santrian
- Pantai Sanur
- Ekowisata hutan mangrove atau bakau
- Taman Budaya
- Desa Budaya Kertalangu
- Pasar Burung Satria
- Pantai Sindu
- Pura Agung Jagatnatha
- Pura Sakenan
Denpasar juga terkenal dengan wisata kulinernya.
Beberapa tempat yang sangat dikenal baik oleh turis lokal maupun mancanegara adalah:
- Nasi Ayam Kedewatan - Jalan Tukad Badung, Denpasar
- Nasi Ikan Mak Beng - dekat Hotel Radisson
- Nasi Campur - Pantai Segara, Sanur
- Babi Guling Chandra - Jalan Teuku Umar (non-halal)
- Warung Wardana - Jalan Merdeka, Denpasar
- Bebek Goreng HT - Jalan Merdeka, Denpasar
- Sate Plecing - Jalan Yudhistira, Denpasar (non-halal)
- Depot Kepiting Super - Jalan Bypass Ngurah Rai
- Resto Bali Nikmat - Jalan Raya Kuta deket Alfa
- Warung Batan Waru - sebelah Discovery Mall
- Warung Made - Kuta
- Ikan Bakar - Jimbaran
- Nyoman Cafe - Jimbaran
- Menega Cafe - Four Seasons Jimbaran
- Jebak (Jejak Bali Kuliner) - Jalan Teuku Umar, Denpasar
Beberapa oleh-oleh Bali yang terkenal diantaranya adalah dodol bali, brem, kacang rahayu, pie susu, kacang disco, salak bali, kacang kapri, kerupuk ceker ayam, pia legong dan kopi bali.
Beberapa tempat khusus yang menjual oleh-oleh diantaranya adalah:
- Toko Krisna
- Toko Erlangga
- Pasar Kumbasari