Suci Anjani mengaku pernah menjalin hubungan asmara dengan Cece dan hubungan mereka membuahkan seorang anak.
Suci mengaku mereka sudah berhubungan ala suami istri sejak masih berpacaran.
Dalam versi Suci, ia lalu dinikahi secara siri oleh Cece.
Cece membantah seluruh cerita versi Suci.
Cece, anggota DPRD Deliserdang dua periode, menggelar konferensi pers di rumah makan Sewu Roso Tanjung Morawa, Rabu, (11/12/2019), untuk menjelaskan polemik tersebut.
Baca: Blak-blakan Suci Akui Berhubungan Suami Istri dengan Politisi PKS Ini Padahal Sudah Punya Suami
Cece, didampingi penasihat hukumnya, Zulfahmi Harahap membantah klaim Suci tentang adanya hubungan terlarang tersebut.
Cece siap melakukan tes DNA terhadap anak usia 8 bulan yang disebut Suci sebagai anak biologis dari politikus PKS tersebut.
"Saya siap jika diminta untuk melakukan tes DNA," ucap Cece.
Sebelumnya, Suci datang ke DPRD Deliserdang untuk meminta pertanggungjawaban Cece, pada Selasa (10/12/2019) kemarin.
Dengan membawa seorang anak usia 8 bulan, Suci Anjani mengaku sebagai istri siri dan ditelantarkan oleh Cece.
Cece secara tegas membantah telah melakukan hubungan terlarang dengan Suci Anjani (25).
Menurutnya ada unsur politik di balik kedatangan Suci Anjani ke DPRD dan pengakuannya ihwal hubungan terlarang.
Ia justru heran mengapa kasus ini bisa muncul kembali, padahal Suci Anjani pernah membuat pernyataan anak yang dikandung dan dilahirkannya itu tidak ada kaitan dengan Cece.
Surat pernyataan itu pun ditunjukkan oleh Cece kepada awak media.
"Dalam surat pernyataan ini sudah dijelaskan dibuat tanpa ada unsur paksaan ataupun tekanan karena dibuat dengan sadar. Saya sebenarnya sudah sabar tapi kesabaran saya ada batasnya,” kata Cece.
“Kalau kemarin ada yang demo ya itu memang hak mereka melakukan demo di kantor DPRD, tapi saya juga punya hak untuk menempuh jalur hukum. Saya mohon bagi media yang telah menerbitkan dan buat berita, saya kini meminta hak jawab," kata Cece.
Sebelum menggelar jumpa pers ini, Cece mengaku baru saja pulang dari Mapolda Sumut.
Ia mengatakan telah mengambil langkah hukum atas apa yang terjadi.
Meski Suci Anjani adalah orang yang paling berkoar-koar di DPRD dan mengaku-ngaku sebagai istri siri Cece, namun dalam laporan ke Poldasu itu tidak tertera nama Suci Anjani.
Cece membantah anggapan adanya ketakutan untuk melaporkan Suci Anjani.
Menurut dia, untuk melaporkan seseorang harus punya alat bukti yang cukup agar nantinya tidak sia-sia.
"Jadi yang kita laporkan sementara ini ke Poldasu itu adalah Bahrin Rambe (koordinator aksi demo di DPRD). Dia kita duga telah melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik,” kata Zulfahmi Harahap, penasihat hukum Cece.
“Sementara ini terlapornya Bahrin Rambe dulu. Terkait Suci tentu ini berkaitan pengembangan polisi nanti. Muaranya dari siapa nanti kan ketahuan. Biarkan saja nanti (urusan) penyidik,” imbuhnya.
Zulfahmi Harahap mengatakan, alat bukti yang saat ini mereka kantongi sebatas mengarah kepada Bahrin Rambe.
Meski begitu, ia tak menampik tengah mencari bukti-bukti yang mengarah kepada Suci Anjani.
“Perbuatan ini tidak berdiri sendiri. Laporan kita ke Bahrain Rambe tentu akan bermuara ke Suci. Nanti kalau untuk laporan Suci akan dibuat khusus," katanya.
Menurut Zulfahmi, Bahrin Rambe telah menuduh dan menyebarkan berita yang tidak benar di Facebook terkait kasus ini.
"Tuduhan telah melakukan perbuatan asusila. Dikaitkan dengan fakta yang ada atas penjelasan Pak Cece, itu sama sekali tidak ada unsurnya. Tidak ada alat buktinya makanya langkah pertama kita laporkan Bahrain Rambe dulu," kata Zulfahmi.
Ia berpendapat kasus ini tidak perlu ditangani oleh DPRD karena persoalan ini bukanlah menyangkut kebijakan umum.
Empat pimpinan DPRD Deliserdang belum dapat berkomentar banyak menanggapi tudingan hubungan terlarang Cece dengan Suci Anjani.
Saat ditanyai tanggapannya usai kegiatan Gladiresik untuk acara pelantikan, pimpinan keempat pimpinan DPRD Deliserdang yakni Zakky Shahri, Amit Damanik, T Ahmad Tala,a dan Nusantara Tarigan Silangit, memberikan komentar yang sama.
"Ya sekarang ini kan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) belum terbentuk. Ya kita juga besok baru dilantik sebagai pimpinan. Nanti setelah paripurna pelantikan dewan barulah bisa dibentuk dan diparipurnakan untuk Pembentukan AKD. Jika sudah ada nanti Badan Kehormatan ya kita akan suruh Badan Kehormatan untuk menindaklanjuti itu. Sementara gitu dulu lah," kata Amit Damanik yang dibenarkan oleh yang lainnya.
Sehari sebelumnya, Suci, warga Desa Purwodadi, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, membikin heboh karena mengaku sudah melakukan hubungan suami istri dengan Cece.
Cece kemudian menikah secara siri dengan Suci setelah mereka berpacaran, 4 November 2018 silam.
Saat hubungan ini terjadi, Cece sudah memiliki keluarga, begitu pula dengan Suci yang sudah memiliki suami.
Suci membuat pengakuan ini saat ia datang ke kantor DPRD Deliserdang sambil menggendong bayi berusia 8 bulan hasil pernikahan sirinya dengan Cece, Selasa (10/12/2019).
Ketika datang ke DPRD, Suci didampingi oleh penasihat hukumnya dan puluhan mahasiswa yang sempat melakukan aksi unjukrasa terlebih dahulu di depan kantor DPRD Deliserdang.
Dikutip dari Tribun-medan.com, Suci dan pengacaranya pun sempat menggelar konferensi pers usai pengaduannya diterima oleh dewan.
Baca: Janda ini Melahirkan, Mantan Pacar Datang Menjenguk: Dulu Sempat Depresi Ketika Ditinggal Menikah
Baca: Dituding Selingkuh dengan Mantan Bupati Kediri hingga Dilarang Pentas, Nella Kharisma Lapor Polisi
"Saya sebenarnya ya masih istri orang. Cuma saya itu sebenarnya mau bercerai karena suami saya itu menikah lagi. Rumah kami di Desa Purwodadi itu ya depan-depanan sebenarnya," kata Suci.
Suci menjelaskan, hubungannya dengan Cece terjadi akhir tahun 2017.
Saat itu ia berniat untuk menceraikan suaminya dan pada saat itu Cece menawarkan diri untuk membantu menolong persoalan di Pengadilan Agama.
Karena aktivitas pertemuan menjadi sering, tidak lama kemudian Cece pun disebut mengungkapkan perasaannya.
"Waktu itu dia bilang kalau dia suka sama saya."
"Bahkan katanya dia, sudah suka sama saya, saat saya masih gadis."
"Ya kami selanjutnya ya sempat pacaran karena lumayan sering jumpa jadinya," tambah Suci.
Meski masih terikat hubungan pernikahan dengan suami pertamanya, yang sudah memberinya dua anak, Suci menyebut kemudian sempat melakukan hubungan suami istri dengan Cece.
Ia masih mengingat kalau hubungan badan dilakukan satu kali di Hotel Batik Medan.
Diakuinya kalau saat itu mereka melakukannya karena suka sama suka, tidak ada sama sekali unsur paksaan.
" Awalnya dibawa jalan-jalan dulu baru kemudian ke hotel. Cuma sekali saja tapi,"kata Suci.
Baca: Pria yang Makan Pisang Dilakban Rp 1,6 M Mengaku Tak Menyesal, Sebut Dirinya Seniman Lapar
Sementara itu pihak Cece Moh Romli sendiri membantah tuduhan yang telah disampaikan oleh Suci.
Penasihat hukum Cece, Zulfahmi Harahap menjelaskan kalau dalam kasus ini ada pihak-pihak yang ingin merusak nama baik cliennya.
Jika memang ada yang perlu dipintai pertanggungjawaban secara hukum, ia mempersilahkan pihak Suci membawa kasus ini ke pihak berwajib.
"Sayakan orang hukum, jadi kita jugakan melihat fakta hukumnya seperti apa.
Saya juga enggak mau dengan versi dia (Suci) itu seperti apa karena ending-nya saya juga enggak mau tau kemana, enggak jelas."
"Kalau dibilang asusila, emangnya korbannya siapa? Apa ada deliknya disitu? Kan tidak ada.
Kalau dibilang ada perzinahan mana buktinya? Perzinahan, siapa yang dirugikan?
Kan tidak ada juga suaminya melapor?
Fakta hukumnya kan tidak ada," kata Zulfahmi.
Ia meminta agar dalam hal ini media juga ikut berpikir jernih.
Jika memang pihak Suci merasa ada yang tidak ditanggungjawab silahkan melakukan upaya hukum.
Kalau memang merasa ada anak yang ditelantarkan, dipersilahkan untuk lapor ke polisi karena ada Undang Undang Perlindungan anak.
" Ini kita juga akan koordinasi sama pak Cece, secara hukum ya akan lakukan upaya hukum juga kita.
Kasih masukan lah media sama mereka."
"Kalau dia merasa ada sifatnya yang harus dipertanggungjawabkan juga ya lakukan dong upaya hukum, jangan sampai ditunggangi oleh orang-orang yang ingin punya kepentingan dan ingin menjatuhkan Pak Cece.
"Bisa berujung ke persoalan hukum dan kalau sudah seperti ini ya pak Cece juga tidak akan tinggal diam," kata Zulfahmi.
Hingga saat ini Tribun Medan masih berusaha mengkonfirmasi Cece Mohammad Romli terkait dengan tuduhan ini.
Saat pelantikan DPRD Deliserdang 2019-2024, Cece hadir didampingi oleh istrinya Yulida, tiga anaknya dan ibu mertuanya.
Saat itu Yulida sedang hamil 9 bulan.
Baca: Media Vietnam Sorot Momen Evan Dimas Berkursi Roda Saat Terima Medali hingga Julukan Messi Indonesia
Dugaan kasus ini ternyata sudah didengar oleh Ketua PKS Deliserdang, Sunarman.
Kepada Tribun-medan.com, Sunarman mengaku tidak terkejut sama sekali.
Meski tidak pernah ada yang mengadu ke DPD PKS, ia mengaku sempat mendengar kabar itu.
"Ya isu saja (pernah dengar kasusnya). Secara resmi memang enggak ada yang datang dan saya juga enggak bisa terima begitu saja informasinya karena beritanya pun hanya melalui medsos. Ya karena itu kita juga enggak terlalu berani untuk menyikapi hal itu karena takut salah," ujar Sunarman, Selasa (10/12/2019).
Sunarman membeberkan isu yang ia dengar tentang Sunarman sebelumnya, sama seperti yang beredar saat ini.
Diduga adanya hubungan terlarang antara Cece Mohammad Romli (Cece) dengan Suci Anjani (25).
Sunarman pun menyatakan dalam waktu dekat akan memanggil Cece.
"Ya kurang lebih sama memang (dengan kabar yang Sunarman dengar). Ya, ini kita juga akan panggil dia (Cece). Maksudnya untuk Tabayyun juga. Ya kita harus kroscek juga supaya tidak salah," kata Sunarman.
Namun, Sunarman mengatakan tidak memanggil Suci Anjani lantaran tidak pernah mengadu ke DPD PKS.
Meskipun isu pernikahan siri dan punya satu anak itu telah merebak sebelumnya, Sunarman mengakui selama ini dirinya secara pribadi tidak pernah menanyakan langsung kepada Cece, yang menjabat sebagai Sekretaris PKS Deliserdang.
Namun, karena Suci Anjani sudah datang ke DPRD dan minta pertanggungjawaban, Sunarman menilai PKS perlu merespons persoalan itu secepatnya.
"Saya memang belum pernah tanya sama dia, tapi ya nanti akan saya tanya. Kurang lebih kan ada yang meminta pertanggungjawaban kan,"kata Sunarman.(*)