Banyak sekali fenomena langit yang terjadi setiap bulannya.
Fenomena tersebut membuat langit begitu indah dan menjadi pemandangan yang sayang jika dilewatkan.
Pada bulan Desember ini pun juga banyak fenomena langit yang sayang untuk dilewatkan begitu saja.
Salah satu peristiwa yang tak boleh dilewatkan adalah Gerhana Matahari Cincin yang akhirnya dapat saksikan dari Indonesia.
Baca: Fenomena Harvest Moon akan Terlihat Mulai Hari Ini, Tak Akan Lagi Terjadi hingga 2049
Baca: Dari Hujan Meteor sampai Gerhana Matahari Cincin, Ini 4 Fenomena Langit di Akhir Tahun 2019
Berikut beberapa fenomena langit terbaik yang terjadi bulan ini di Indonesia menurut Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional ( LAPAN).
Pada Rabu (11/12/2019), gerakan orbit Venus (kurva merah) akan berdampingan dengan Saturnus.
Dilansir Space.com, Venus berada di langit bagian barat daya dan bersinar sangat terang.
Sementara planet Saturnus berada di sebelah kiri bawah atau selatan langit, dan berpendar cukup terang.
Karena kurangt dari dua derajat, maka kedua planet itu akan berada dalam satu lensa teleskop.
"Venus berdampingan dengan Saturnus, setelah maghrib (WIB) pada 11 Desember," kata Thomas dilansir oleh Kompas.com (10/12/2019).
Hujan meteor Geminid adalah salah satu fenomena langit paling spektakuler di akhir tahun ini.
Hujan meteor Geminid biasanya berlangsung dari mulai tanggal 4 hingga 16 Desember setiap tahunnya.
Pada 2019 ini, puncak hujan meteor antara 13-14 Desember dini hari.
Sedikitnya ada 120 meteor per jam yang akan turun menghiasi lagit.
Jika kondisi langit cerah maka fenomena hujan meteor geminid ini akan terlihat.
Baca: Selain di Bumi Ternyata Hujan Meteor Perseid juga Terjadi di Planet Ini
Dilansir Space.com, meteor Geminid memiliki warna cerah pekat, dan bergerak dengan kecepatan 35 km.detik.
Untuk mengamati hujan meteor ini, carilah rasi Gemini yang terbit antara pukul 20.00 WIB.
Bulan Cembung besar yang terbit beriringan dengan arah datang Geminid akan menjadi sumber polusi cahaya alami di langit.
Hal tersebut akan membuat hujan meteor Geminid tak mudah diamati.
"Hujan meteor kuat Geminid pada 13-14 Desember, kemungkinan besar (sulit dilihat karena) terganggu bulan purnama," ujar Thomas.
Menurut Thomas, pada Minggu (22/12/2019), matahari akan berada pada titik paling selatan Bumi.
Jika pada 26 Desember 2019 nanti kita berada di Sumatera atau Kalimantan, kita sangat mungkin menyaksikan fenomena langka Gerhana Matahari Cincin (GMC).
Gerhana matahari cincin terjadi ketika Bulan berada segaris dengan Bumi dan Matahari, serta Bulan berada pada titik apogee (terjauh).
Piringan bulan akan tampak lebih kecil dibanding piringan matahari, hingga tidak menutupi seluruhnya.
Kerucut umbra tidak sampai ke permukaan Bumi dan akan terbentuk kerucut tambahan yang disebut antumbra.
"Pengamat yang berada dalam wilayah antumbra akan melihat Matahari tampak seperti 'cincin' di langit.
Inilah yang disebut gerhana matahari cincin (GMC)," tulis siaran pers LAPAN.
Fenomena ini akan melintasi 7 provinsi di Indonesia, yakni Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.
Berikut adalah rincian kota mana saja yang akan menyaksikan GMC.
Sumatera Utara: Sibolga dan Padang Sidempuan.
Riau: Siak, Duri, Pulau Pedang, Pulau Bengkalis, Pulau Tebing Tinggi, dan Pulau Rangsang.
Kepulauan Riau: Batam dan Tanjung Pinang.
Kalimantan Barat: Singkawang.
Kalimantan Utara: Makulit dan Tanjung Selor.
Kalimantan Timur: Berau.
"Kota Siak dan Singkawang adalah dua di antara kota-kota yang dilintasi (GMC)," ungkap Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Selasa (1/10/2019).
Dalam laporan LAPAN, disebutkan titik greatest eclipse (GE) atau ketika sumbu bayangan Bulan berada paling dekat dengan pusat Bumi berada di tengah selat di dekat Pulau Pedang, tepatnya berada pada koordinat (1,0089° LU; 102,2465° BT), dengan durasi fase cincin selama 3 menit 39 detik.
Baca: Indahnya Fenomena Gunung Rinjani Bertopi Putih
Secara umum, GMC terjadi tiap 1-2 tahun sekali.
GMC terakhir terjadi pada tanggal 26 Februari 2017.
GMC dalam 6 tahun ke depan akan terjadi pada tanggal 26 Desember 2019, 21 Juni 2020, 10 Juni 2021, 14 Oktober 2023, dan 2 Oktober 2024.
"Dari semua tanggal ini, hanya gerhana pada tahun 2019 yang dapat diamati dari wilayah Indonesia," tulis LAPAN.