Puteri Afrika Selatan, Zozibini Tunzi resmi dianugerahi mahkota Miss Universe 2019.
Final Miss Universe 2019 disiarkan langsung dari Tyler Perry Studios, Atlanta, Amerika Serikat, Minggu waktu setempat atau Senin (9/12/2019) pagi waktu Indonesia.
Perempuan 26 tahun ini mengalahkan dua puteri lainnya di tiga besar Miss Universe, yakni Puteri Meksiko dan Puteri Puerto Rico.
Baca: Terulang Lagi! Steve Harvey Salah Sebut Pemenang Kostum Terbaik di Miss Universe
Berikut fakta-fakta menarik mengenai Miss Universe 2019 Zozibini Tunzi, wanita asal Tsolo, Afrika Selatan:
Dalam pidatonya, Zozibini Tunzi mengungkapkan bahwa ia tumbuh di dunia yang tak menganggap orang berkulit hitam cantik.
"Saya tumbuh di dunia di mana seorang wanita yang mirip saya - dengan jenis kulit saya (hitam) dan jenis rambut seperti saya (keriting) - tidak pernah dianggap cantik, "katanya dalam tanggapan terakhirnya.
" Saya pikir inilah saatnya (diskriminasi) ini berhenti. . Saya ingin anak-anak melihat saya dan melihat wajah saya dan saya ingin mereka melihat wajah mereka terpantul di wajah saya. " lanjutnya, dikutip dari CNN.
Dikutip dari Hollywoodlife.com, Zozibini Tunzi adalah seorang advokat dan aktivis yang berjuang untuk hak-hak dan kesetaraan perempuan.
Dalam kampanyenya sebagai Miss Afrika Selatan Zozibini berpartner dengan HeForShe, sebuah organisasi PBB yang mendorong pria untuk bertarung bersama wanita demi kesetaraan gender.
Zozibini meminta para lelaki Afrika Selatan untuk menulis pesan dukungan kepada perempuan, dan pesan tersebut dicetak pada selembar pita.
Catatan itu menjadi kostum nasionalnya di Miss Universe!
Baca: 6 Fakta Frederika Cull yang Wakili Indonesia di Miss Universe 2019 hingga Masuk 10 Besar
Pada hari Miss Universe 2019, Zozibini memposting pesan penuh kasih kepada orang tuanya, Philiswa Nadapu dan Lungisa Tunzi, di Instagram. Dia menulis serangkaian foto, yang menunjukkan orangtuanya nongkrong di belakang panggung,
“Aku seperti sekarang karena kalian (orangtua).
Kalian telah memberiku hidup, telah membesarkanku untuk menjadi wanita sehingga saya bisa berdiri di tanah yang jauh dengan bangga mengetahui akarku dan dari mana saya berasal.
Kalian telah berkorban begitu banyak dan berjuang dalam pertempuran yang bahkan aku tidak tahu, sehingga kita bisa memiliki semua peluang yang ditawarkan oleh Semesta.
Saya selamanya bersyukur dan berharap dapat membuat kalian bangga, setiap hari dalam hidupku! Ndiyabulela, kwaye ndinithanda ngentliziyo yam yonke. ” tulisnya dalam caption.
Zozibini lulus dengan gelar sarjana jurusan hubungan masyarakat dan manajemen citra dari Cape Peninsula University of Technology, pada tahun 2018.
Dia melanjutkan untuk menyelesaikan gelar sarjana Teknologi di bidang hubungan masyarakat di universitas yang sama, tak lama sebelum memenangkan Miss Afrika Selatan.
Ia juga sempat magang di departemen PR Ogilvy Cape Town selama menempuh pascasarjana.
Zozibini berhasil masuk ke dalam 26 kontestan teratas di Miss South Africa 2017, tetapi kemudian ia tersingkir.
Dia kembali dua tahun kemudian, dan berhasil merebut gelar Miss Universe 2019.
Tiga bulan sebelum Miss Universe, Zozibini melakukan perjalanan ke NYC, perjalanan internasionalnya yang pertama.
Namun ia terpilih menjadi model di NYFW untuk brand Maxhosa, label mode dari desainer Afrika Selatan Laduma Ngxokolo.
Dia membuka penampilannya dengan gaun hitam dan putih yang menakjubkan.
Gaun tersebut terinspirasi oleh kelompok etnis Nguni dan Mbo.
Dia melenggang di catwalk dengan iringan lagu kebangsaan Afrika Selatan.
Zozibini Tunzi menjadi Miss Universe kedua dari Afrika Selatan.
Selain itu Zozibini Tunzi juga merupakan peserta kulit gelap kelima yang menjadi pemenang.