Gibran Berniat Maju Pilkada Solo, Gerindra : Meski Anak Presiden Tetap Harus Berjuang Sendiri

Penulis: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo saat wawancara eksklusif dengan Kompas.com, di Solo, Jawa Tengah, Minggu (27/8/2017).

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gibran berniat calonkan diri ke Pilkada Wali Kota Solo 2020, Gerindra beri peringatan : Berjuang meski anak Presiden.

Putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka disebut harus berjuang sendiri dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Wali Kota Solo pada 2020.

Hal tersebut dikemukakan Juru Bicara Partai Gerindra Habiburokhman.

Menurutnya, status sebagai anak presiden tak menjadi jaminan.

"Biarpun anak Presiden ikut pemilu, mau seleksi partai kemudian di masyarakat tidak gampang.

Beliau harus berjuang sendiri itu," kata Habiburokhman usai diskusi di kawasan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (8/12/2019), dikutip dari Kompas.com.

Menurut Habiburokhman, Gibran memiliki hak untuk maju dalam Pilkada.

Demikian pula dengan partai yang hendak mengusungnya.

Termasuk hak masyarakat yang akan memilih atau tidak.

"Beda halnya dengan Mas Gibran diangkat jadi menteri atau jadi kepala badan atau jadi komisaris, itu kita challenge, bisa jadi sebagai bentuk nepotisme," kata dia.

Oleh karena itu, dalam proses pemilihannya nanti, masyarakat bisa mengawasi agar pemilihannya berlangsung sesuai ketentuan perundangan.

"Itu sama-sama kita kawal," kata dia.

Gibran akan mendaftar sebagai calon wali kota Surakarta di Pilkada Solo 2020 melalui DPD PDI-P Jawa Tengah pada hari terakhir.

DPD PDI-P Jawa Tengah membuka pendaftaran peserta Pilkada serentak di Jateng 2020, mulai 6 hingga 12 Desember 2019.

Gibran Daftar Calon Wali Kota di Pilkada Solo 2020 Lewat DPD PDI-P Jateng Hari Terakhir

Sebelumnya, Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka menyatakan, dirinya akan mendaftar sebagai calon wali kota Surakarta di Pilkada Solo 2020 melalui DPD PDI-P Jawa Tengah pada hari terakhir.

"Hari terakhir, Mas," kata Gibran, melalui pesan WhatsApp, kepada wartawan, Jumat (6/12/2019), dikutip dari Kompas.com.

Putra Presiden ke-6 RI, Agus Harimurti Yudhoyono (kanan), berbincang dengan putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka (kiri), di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, beberapa waktu lalu. Ikuti Jejak Jokowi, Gibran Rakabuming Beri Sinyal Serius Jadi Wali Kota Solo. (TRIBUNNEWS/BIRO PERS/LAILY RACHEV)

Diketahui, Gibran awalnya dikenal sebagai seorang yang antipolitik.

Bahkan, suami dari Selvi Ananda itu beranggapan sebagai seorang pengusaha, dirinya bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat tanpa harus terjun ke dunia politik.

Namun, beberapa tahun terakhir, ayah Jan Ethes Srinarendra tersebut berubah pikiran.

Dengan latar belakang sebagai seorang pengusaha, Gibran ingin menunjukkan kontribusinya kepada masyarakat melalui kebijakan politiknya.

Terlebih lagi, setelah bertemu dengan Wali Kota Surakarta sekaligus Ketua DPC PDI-P Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, dirinya menyatakan siap terjun ke dunia politik.

Gibran pun mendaftar sebagai anggota PDI-P untuk maju pada Pilkada Solo 2020.

Terkait rencana Gibran mendaftar ke DPD PDI-P Jawa Tengah pada hari terakhir dibenarkan Koordinator Forum Muda Visioner Solo yang merupakan relawan pendukung Gibran, Antonius Yogo Prabowo.

"Betul. Rencana tanggal 12 Mas Gibran berangkat ke Semarang untuk mendaftar sebagai calon wali kota Surakarta," kata dia.

Keberangkatan Gibran ke Semarang rencana akan diiringi oleh relawan dari Solo.

Menurut Yogo, ada seratusan relawan yang ikut ke Semarang sebagai bentuk dukungan kepada Gibran.

"Iya, kami rencana akan ikut mengantar Mas Gibran ke Semarang," ujar dia.

Diberitakan, DPD PDI-P Jawa Tengah membuka pendaftaran peserta Pilkada serentak di Jateng 2020, mulai 6 hingga 12 Desember 2019.

Pengamat Politik: Gibran Terlalu Ngebet Maju Pilkada Solo

Pakar politik dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, M Yulianto menilai, anak Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka terlalu gegabah untuk maju sebagai calon wali kota Solo pada Pilkada Solo 2020.

Yulianto menyarankan putra sulung Jokowi ini sebaiknya tidak terburu-buru maju di bursa Pilkada Solo.

Pasalnya, keputusan Gibran ini justru berpotensi menimbulkan dinasti politik yang baru di Indonesia.

"Kalau dibiarkan maka akan diikuti tokoh-tokoh politik PDI-P lainnya dengan meniru pola seperti di Solo dengan membangun klan dinasti.

Ini yang patut disayangkan, karena bisa merusak sistem kaderisasi di PDI-P," ujar Yulianto, saat dihubungi, Rabu (4/12/2019), dikutip dari Kompas.com.

Presiden Jokowi dan Gibran Rakabuming Raka saat santap siang di rumah makan Ayam Goreng Kampung Mbah Karto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu, 28 Juli 2019. Dalam kesempatan tersebut keduanya berkomentar soal survei Calon Wali Kota Surakarta 2020-2025. (BPMI Setpres)

Yulianto menganggap sikap Gibran terlalu ngebet untuk maju pada Pilkada Solo, saat ayahnya masih menjabat sebagai Presiden Indonesia.

Tak gampang bagi anak muda untuk memimpin sebuah partai politik (parpol) seperti PDI-P, dan tak semudah mengelola perusahaan martabak.

"Jangan mentang-mentang punya power, maka terus ikut maju di kontestasi pemilihan wali kota.

Karena organisasi partai itu harus ada komunikasi yang dibangun dan harus mampu menjalankan komitmen bersama seluruh elemen di dalamnya," ujar Yulianto.

Yulianto memperkirakan, tokoh senior di PDI-P Solo seperti Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa yang akan dipilih Ketua Umu PDI-P Megawati Soekarnoputri untuk diusung pada Pilkada Solo 2020.

Ia menilai karena senioritas yang lebih kuat, serta muncul atas kemauan anak cabang.

"Kalau anaknya Jokowi lebih ditopang milenial yang kepingin perubahan.

Tapi kemampuan memimpin bisnis boleh-boleh saja, belum tentu dia mampu di parpol.

Itu tidak semudah mengelola perusahaan martabak," kata Yulianto.

Apabila Gibran masih ngebet mencalonkan diri dengan jalan pintas melalui DPP PDI-P, akan mencederai loyalitas dan kesetiaan kader PDI-P yang bergerak di akar rumput.

"Jelas berbeda dengan situasi politik ketika Pak Jokowi dulu terpilih jadi Wali Kota Solo.

Karena Solo saat itu krisis kepemimimpan, jadinya Pak Jokowi unggul dalam mendapatkan momentum," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, Gibran awalnya dikenal sebagai seorang yang antipolitik.

Namun, tahun ini Gibran berubah pikiran dengan mendeklarasikan diri maju pada Pilkada Solo 2020.

Hal itu dilakukan Gibran karena ingin memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui kebijakan politik.

Gibran diketahui telah mendaftarkan diri sebagai anggota PDI-P Kota Surakarta.

Hal tersebut dilakukan sebagai langkah Gibran untuk maju pada Pilkada Solo 2020.

Namun, langkah bos Markobar untuk maju pada Pilkada Solo 2020 terhalang karena Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDI-P Surakarta telah memilih kandidat lain.

Kendati demikian, Gibaran masih terus berupaya agar bisa maju sebagai calon wali kota pada Pilkada 2020.

Salah satunya dengan menemui politis PDI-P senior, termasuk Ketum PDI-P yaitu Megawati Soekarnoputri.

(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas, Kompas.com/Labib Zamani, Deti Mega, Riska Farasonalia)



Penulis: Putradi Pamungkas

Berita Populer