Gibran Berniat Maju Pilkada Solo, Gerindra : Meski Anak Presiden Tetap Harus Berjuang Sendiri

Penulis: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo saat wawancara eksklusif dengan Kompas.com, di Solo, Jawa Tengah, Minggu (27/8/2017).

Ia menilai karena senioritas yang lebih kuat, serta muncul atas kemauan anak cabang.

"Kalau anaknya Jokowi lebih ditopang milenial yang kepingin perubahan.

Tapi kemampuan memimpin bisnis boleh-boleh saja, belum tentu dia mampu di parpol.

Itu tidak semudah mengelola perusahaan martabak," kata Yulianto.

Apabila Gibran masih ngebet mencalonkan diri dengan jalan pintas melalui DPP PDI-P, akan mencederai loyalitas dan kesetiaan kader PDI-P yang bergerak di akar rumput.

"Jelas berbeda dengan situasi politik ketika Pak Jokowi dulu terpilih jadi Wali Kota Solo.

Karena Solo saat itu krisis kepemimimpan, jadinya Pak Jokowi unggul dalam mendapatkan momentum," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, Gibran awalnya dikenal sebagai seorang yang antipolitik.

Namun, tahun ini Gibran berubah pikiran dengan mendeklarasikan diri maju pada Pilkada Solo 2020.

Hal itu dilakukan Gibran karena ingin memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui kebijakan politik.

Gibran diketahui telah mendaftarkan diri sebagai anggota PDI-P Kota Surakarta.

Hal tersebut dilakukan sebagai langkah Gibran untuk maju pada Pilkada Solo 2020.

Namun, langkah bos Markobar untuk maju pada Pilkada Solo 2020 terhalang karena Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDI-P Surakarta telah memilih kandidat lain.

Kendati demikian, Gibaran masih terus berupaya agar bisa maju sebagai calon wali kota pada Pilkada 2020.

Salah satunya dengan menemui politis PDI-P senior, termasuk Ketum PDI-P yaitu Megawati Soekarnoputri.

(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas, Kompas.com/Labib Zamani, Deti Mega, Riska Farasonalia)



Penulis: Putradi Pamungkas

Berita Populer