Dikutip dari situs resmi Premier League, Brighton & Hove Albion memang tampil lebih dominan dari sang tuan rumah.
Brighton memimpin penguasaan bola dengan 50,8 persen.
Dari segi peluang, Brighton memiliki 20 yang 9 di antaranya mengarah tepat sasaran.
Baca: Kunci Gelar Juara Liga 1, Bali United Rencanakan Selebrasi Saat Jamu Persipura Jayapura
Baca: Bali United Juara Liga 1 2019, Ini Salah Satu Kuncinya
Baca: Hasil Liga Inggris: Manchester United, Arsenal dan City Imbang, Liverpool Semakin Digdaya
Adapun Arsenal mempunyai 12 kesempatan dengan 5 menuju ke gawang.
Mengontrol jalannya pertandingan sejak awal, Brighton membuka keran gol pada menit ke-36.
Bermula dari situasi sepak pojok, bola liar kemudian bergulir di kotak penalti Arsenal.
Bek Brighton, Adam Wesbter, dengan sigap menyambar bola dengan tendangan dari jarak dekat.
Skor 1-0 untuk Brighton bertahan sampai turun minum.
Memasuki babak kedua, Arsenal mencoba lebih gencar melakukan gempuran.
The Gunners mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-50.
Memaksimalkan umpan tendangan penjuru Mesut Oezil, Alexandre Lacazette sukses menjebol gawang Brighton & Hove Albion lewat sundulan.
Brighton kembali unggul pada menit ke-80.
Memanfaatkan umpan silang Aaron Mooy, Neal Maupay dengan paten melepaskan tandukan yang tak bisa dihalau kiper Arsenal, Bernd Leno.
Skor 2-1 untuk Brighton tak berubah hingga wasit Graham Scott meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan.
Sebuah awal buruk bagi Freddie Ljungberg yang ditunjuk sebagai pelatih interim Arsenal menggantikan Unai Emery.
Ljungberg merupakan winger legendaris yang membawa Arsenal menjuarai Liga Inggris 2001-2002.
Bahkan, saat itu Ljungberg dinobatkan sebagai Premier League Player of the Season berkat sumbangsih 12 gol dan 3 asis.
Baca: Hasil Liga Europa: Mainkan Pemain Muda, Manchester United dan Arsenal Tumbang
Baca: Batal Direkrut Manchester United, Gabriel Martinelli justru Moncer di Arsenal
Baca: Liverpool vs Arsenal, Rekor Mentereng Juergen Klopp, Peluang Nicolas Pepe Jadi Starter
Akan tetapi, Ljungberg belum mampu menularkan mentalitas juara kepada pasukannya.
Kemanangan atas Arsenal membuat Brighton bertengger di urutan ke-13 lewat torehan 18 angka.
Dikutip dari Opta, kekalahan Arsenal dari Brighton menambah daftar paceklik tripoin dan rentetan kemenangan terpanjang The Gunners dalam 10 laga konsekutif sejak terakhir kali pada Maret 1977.
Terkhusus di Liga Inggris, sudah tepat dua bulan Arsenal tak pernah menang.
Tripoin terakhir yang mereka raih adalah saat menjamu Bournemouth, 6 Oktober 2019, dengan skor 1-0.
Rentetan hasil negatif ini membuat Arsenal terjerembap ke peringkat 10 di klasemen.
Itu merupakan titik terendah yang dialami Arsenal di klasemen Liga Inggris sejauh musim ini berjalan.
Pada hari sebelumnya, Liverpool masih menjaga kesucian mereka tanpa terkalahkan musim ini.
Liverpool menuai kemenangan telak 5-2 dalam derbi Merseyside kontra Everton.
Berlaga di Anfield, The Reds mencukur tamunya itu dengan keunggulan 4-2 hingga akhir babak pertama saja.
Gol-gol Liverpool dalam kurun 45 menit awal dilesakkan oleh Divock Origi (2 gol), Xherdan Shaqiri dan Sadio Mane.
Everton sempat memberikan reaksi dengan menjebol gawang Si Merah berkat torehan Michael Keane dan Richarlison.
Namun, sampai di situ saja perlawanan Everton karena mereka tak mampu mengatasi ketertinggalan pascajeda.
Malah Liverpool yang menambah gol menjelang laga kelar melalui lesakan penutup dar Georginio Wijnaldum.
Hasil akhir memperlihatkan Liverpool menjadi raksasa yang kian sulit ditaklukkan karena mereka semakin menjulang di puncak klasemen.
Baca: Jelang Final Liverpool vs City, Ederson Cedera dan Klopp Minta Penjual Hot Dog Bersiap Diri
Baca: Hasil Pekan 6 Liga Inggris: MU Keok, City Mengamuk dan Liverpool Jaga Kesempurnaan
Baca: Jelang Chelsea vs Liverpool: Pujian Klopp Untuk Lampard dan Peluang Chelsea Kalahkan Lawan
Anak asuh Juergen Klopp mengunci 43 poin dari 15 pertandingan dan kini mereka sukses membukukan rekor sepanjang masa klub.
Liverpool sudah tak tersentuh kekalahan dalam 32 partai Liga Inggris secara beruntun sejak terakhir ditekuk Man City, Januari lalu.
Kompetisi setidaknya masih terjaga karena Leicester City tak menyerah untuk mengejar Liverpool.Baca: Harga Spare Part Harley Davidson, Motor Gede Pusat Perhatian Kasus Penyelundupan Garuda Indonesia
Baca: Hasil Liga Champions: Madrid Imbang hingga Mourinho Loloskan Tottenham ke Fase Gugur
Baca: Hasil Liga Champions: Barcelona ke Fase Gugur hingga Nasib Juara Bertahan yang Belum Menentu
Sang Rubah menjaga jarak tetap 8 poin di antara kedua kubu setelah menaklukkan Watford 2-0.
Leicester City pun mengunci posisi runner-up kembali yang sempat ditempati Manchester City selama sehari.
Di laga lain, Manchester United sukses merusak start kemenangan beruntun eks pelatih mereka, Jose Mourinho, yang kini menukangi Tottenham Hotspur.
Menjamu Tottenham yang kini dilatih Jose Mourinho, Man United menang 2-1 berkat brace Marcus Rashford, yang salah satunya berasal dari lesakan penalti.
Satu-satunya gol Spurs dilesakkan pemain yang sedang on-fire, Dele Alli.
Kemenangan vital ini membuat Man United melesat ke posisi 6 besar di klasemen.
Palace 1-0 Bournemouth (Jeffrey Schlupp 76')
Burnley 1-4 Man City (Robert Brady 89'; Gabriel Jesus 24', 50', Rodri 68', Riyad Mahrez 87')
Leicester 2-0 Watford (Jamie Vardy 55'pen., James Maddison 95')
Wolves 2-0 West Ham (Leander Dendoncker 23', Patrick Cutrone 86')
Man United 2-1 Tottenham (Marcus Rashford 6', 49'-pen.; Dele Alli 39')
Chelsea 2-1 Aston Villa (Tammy Abraham 24', Mason Mount 48'; Trezeguet 41')
Southampton 2-1 Norwich (Danny Ings 22', Ryan Bertrand 43'; Teemu Pukki 65')
Liverpool 5-2 Everton (Divock Origi 6', 31', Xherdan Shaqiri 17', Sadio Mane 45', Georginio Wijnaldum 90'; Michael Keane 21', Richarlison 45')
Sheffield United 0-2 Newcastle (Allan Saint-Maximin 15', Jonjo Shelvey 70')
Arsenal 1-2 Brighton (Alexandre Lacaztte 50'; Adam Webster 36', Neal Maupay 80')