Edamame merupakan kacang kedelai utuh berwarna hijau, namun masih belum matang.
Kacang edamame dipanen ketika masih muda, dan seringkali digunakan untuk camilan tinggi protein nabati yang baik diserap oleh tubuh.
Kacang edamame juga mengandung nutrisi, antioksidan, rendah kalori, tidak mengandung kolesterol, dan bebeas gula.
Baca: Jaga Kesehatan Tulang dan Otot dengan Mengkonsumsi 10 Makanan Tinggi Vitamin D
Baca: Manfaat Konsumsi Vitamin C bagi Kulit, Mencerahkan hingga Memudarkan Bintik Hitam
Mengandung serat dan antioksidan yang mampu menurunkan kolesterol jahat (LDL), dan meningkatkan kolesterol baik (HDL).
50 gram protein kedelai per minggu mampu menurunkan kolesterol LDL sebesar 3 persen.
47 gram protein kedelai per hari, mampu mengurangi kolesterol sebesar 9,3 persen dan kolesterol LDL sebesar 12,9 persen.
Kacang kedeleai berwarna hijau cocok dikonsumsi oleh, penderita diabetes karena tidak menyebabkan lonjakan gula darah.
Edamame atau kacang kedelai ini kaya sumber serat, yang mampu mempertahankan berat badan ideal.
Kandungan isoflavon dalam edamame dianggap mampu menekan resiko kanker, terutama kanker payudara.
Genistein yang ada di isoflavon memiliki antioksidan yang tinggi, sehingga mampu menekan pertumbuhan sel kanker.
Kandungan isoflavon dalam kacang kedelai atau edamame, mampu meningkatkan fungsi kognitif seseorang setelah menopause.
Baca: Masuk Musim Pancaroba, Ini 7 Tips Menjaga Kesehatan Mulai dari Cuci Tangan hingga Tidur Nyenyak
Baca: Takut Performa Tubuh Turun ketika Musim Hujan? Intip 7 Resep Jus Sehat untuk Jaga Kesehatan Ini!
Kacang kedelai atau edamame memiliki Sembilan asam amino esensial, sehingga merupakan sumber protein lengkap bagi tubuh.
Protein berfungsi sebagai sumber nutrisi untuk menjaga tubuh, dan memperbaiki jaringan syaraf tubuh.
Protein dapat dicerna dalam tubuh namun membutuhkan waktu yang lama, sehingga memberikan sumber energy di dalam tubuh.
Semua makanan yang mengandung isoflavon mampu menurunkan resiko osteoporosis pada perempuan setelah menopause.
Seorang perempuan mengkonsumsi kedelai selama 12 minggu, mampu menekan menopause lebih sedikit termasuk gejala hot-flash, lemah, dan depresi.
Kacang kedelai atau edamame merupakan sumber vitamin A, yang sangat penting untuk menjaga kesehatan mata.
Vitamin A juga merupakan komponen rhodopsin protein yang ada di mata, yang membantu seseorang mampu melihat dalam kondisi minim cahaya.
Vitamin A juga mampu menekan resiko, terserang penyakit katarak pada mata.
Baca: Buka Hanya Empat Jam, Ini Rahasia Makanan Sehat dari Pemilik TFP Kopi Warung di Pasar Gede Solo
Baca: Agar Tetap Sehat, Simak Cara Aman Memilih Menu Makanan di Restoran Siap Saji
Tidak semua orang menyukai konsumsi kedelai, maupun produk kedelai lainnya.
Mereka mungkin akan mengalami gejala alergi, seperti bengkak, gatal-gatal, atau peradangan kulit.
Untuk menghindari hal tersebut, apabila menginginkan kacang kedelai pastilkan memilih edamame yang segar.
Disarankan untuk memilih edamame beku, yang bebas daru bumbu dan garam tambahan.
Apabila membeli edamame segar, segeralah simpan di almari pendingin selama tujuh hingga sepuluh hari.