Awas! Bahaya Kecanduan Bermain HP Bagi Remaja, Salah Satunya Gangguan Makan

Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Bermain Hp

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Media Sosial diketahui tidak hanya mengakibatkan gangguan jiwa seseorang, namun juga menyebabkan gangguan makan di anak-anak usia 12 tahun.

Berdasarkan penelitian oleh tim dari Flindsers University Australia, ditemukan data mengenai anak-anak usia 12 hingga 14 tahun mengalami gangguan makan.

Anak-anak tersebut mengakui, mereka melewatkan makan dan kebiasaan lainnya.

Hasilnya menunjukan setiap anak setidaknya memiliki satu akun media sosial, terutama Instagram dan facebook.

Baca: Sheryl Sheinafia Ungkap Tantangan dan Pengalamannya Syuting Film Bebas, Sempat Beraktivitas Tanpa HP

Baca: Viral di Media Sosial, Memberantakkan Seprai Kasur Hotel sebelum Check Out Ternyata Membantu Petugas

Perilaku dan pikiran anak usia 14 tahun yang lebih tinggi dan konsisten dengan gangguan makan, disebabkan oleh tingginya penggunaan media sosial dan waktu yang dihabiskan untuk mengakses satu akun.

Perilaku makan tidak teratur dilaporkan sebagian anak, sekitar 52 persen perempuan dan 45 persen anak laki-laki sesuai laporan dari International Journal of Eating Disorders.

Dr Simon Wilksch mengatakan, “Pola hubungan sangat jelas ditemukan, antara penggunaan media sosial dan gangguan perilaku makan dan perilaku makan.”

Perilaku makan tidak teratur, dan evaluasi berlebihan terhadap bentuk badan dan berat badan tiga kali sering terjadi pada anak perempuan (sebesar 14 persen).

Anak perempuan dengan menggunakan media sosial seperti snapchat atau tumblr, dan laki-laki dengan Instagram atau facebook secara siginifikan lebih beresiko mengalami gangguan makan dan mengalami masalah pada tubuh.

Baca: 5 Zodiak yang Suka Main Media Sosial hingga Lupa Waktu, Taurus Menganggapnya Sebuah Ritual

Baca: Aktor Korea Cha In Ha Ditemukan Meninggal, Sempat Posting Foto di Instagram, Ini Pesan Terakhirnya

Lebih banyak waktu yang dihabiskan dengan Instagram setiap hari, dikaitkan dengan perilaku makan tidak teratur secara signifikan.

“Perlu dicatat seorang anak perempuan lebih cenderung, memposting foto daripada anak laki-laki di instgram atau facebook,” tambah Simon Wilksch.

Seorang perempuan juga memiliki kecenderungan memposting foto makan, daripada seorang laki-laki di media sosial miliknya.

Instgram dan facebook memiliki batas usia 13 tahun, namun gagal menegakan aturan secara ketat.

Orangtua memilki peran penting dalam penggunaan media sosial anak mereka, sebagai kendali atas waktu yang dihabiskan terkait dengan kepuasan hidup yang lebih besar.

Baca: Unggah Video di Instagram Story, Pembalap MotoGP Maverick Vinales Diketahui Menuju Jakarta

Baca: Unggah Video di Instagram Story, Pembalap MotoGP Maverick Vinales Diketahui Menuju Jakarta

Selain itu, anak-anak muda juga dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan mereka sendiri dengan menggunakan media sebagai sarananya.

Usia 13 tahun merupakan usia minimum yang diwajibkan untuk mengakses banyak akun media sosial, dan usia ini merupakan awal peningkatan resiko makan tidak teratur.

Literasi media merupakan pendekatan utama untuk mengurangi resiko makan tidak teratur.

Baca: Agensi Umumkan Kang Daniel Hiatus : Fokus pada Kesehatan hingga Rentetan Pesan di Laman Fan Page

Anoreksia dalam 10 tahun terakhir juga terjadi di anak muda.

Anoreksia dua kali terjadi pada anak-anak muda di Inggris, dan didiagnosis menderita kelainan makan sejak tahun 2015.

Kelainan makan seringkali fatal akibatnya, terutama kepada anak muda selalu mengalami peningkatan.

Media sosial selain berdampak positif kepada anak muda, namun karena peningkatan disukainya media sosial dengan banyak gamabr selebritis yang bugar.

Hal ini mengakibatkan tekanan budaya semakin meningkat, dan menjadi masalah utama efek kemuculan media sosial.

Ilustrasi para remaja dengan ponselnya. (intisari.grid.id/Los Angeles Times)

(*)

(TribunnewsWiki.com/Ibnu, Intisari.grid.id/Tatik)



Editor: Melia Istighfaroh

Berita Populer