Fakta Google Doodle Hari Ini Taman Nasional Lorentz atau Lorentz National Park di Papua

Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Puncak Pegunungan Trikora Papua

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Indonesia memiliki bentang alam dan budaya yang sangat luar biasa, yang merupakan karunia oleh Sang Maha Pencipta.

Salah satu bentang alam Indonesia, yang memiliki daya tarik tinggi ada di Taman Nasional Lorentz.

Kawasan Taman National Lorentz berada di Papua Barat Daya dan Papua Tengah, lebih tepatnya di Kabupaten Jaya Wijaya, Kabupaten Paniai, Kabupaten Merauke, dan Kabupaten Fak-Fak.

Baca: Taman Nasional Tanjung Puting

Baca: Taman Nasional Bunaken

Akun resmi instagram Tim Laman @timlaman menuliskan:

"Photo by @TimLaman.

Can’t resist sharing another view of the spectacular Peak Trikora reflected in Lake Habbema in Lorentz National Park.

This little-visited area of Papua, Indonesia is a World Heritage Site with amazing scenery and biological diversity, and so much potential for ecotourism.

It can be reached by a pretty good road now from Wamena, so is quite feasible to visit.

I hope you have a chance to experience the beauty yourself…. #Indonesia, #LorentzNationalPark, #Papua"

Dilansir dari beberapa sumber, berikut fakta seputar bentang alam Taman Nasional Lorentz:

1. Taman Nasional Lorentz ditetapkan sebagai Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO pada tahun 1999.

Menyandang gelar situs warisan dunia, kawasan Taman Nasional Lorentz merupakan kawasan hutan lindung terluas di Indonesia.

Sebagai kawasan hutan lindung, Taman Nasional Lorentz menjadi rumah bagi beragam jenis habitat tanaman dan hewan terancam punah.

Kawasan hutan lindung Taman Nasional Lorentz memiliki rawa, hutan pegunungan tinggi, kehidupan laut tropis, dan puncak gunung Lorentz yang selalu diselimuti salju.

2. Taman Nasional Lorentz juga bagian dari taman nasional terluas di Asia Tenggara

Sebagai kawasan hutan lindung, Taman Nasional Lorentz ini bagian dari satu diantara tiga wilayah di dunia yang memiliki gletser di daerah tropis.

Suku Asmat, suku asli Papua (goodnewsfromindonesia.id)

3. Terdapat delapan suku tradisional asli yang hidup di Taman Nasional Lorentz

Suku tradisional asli dari Taman Nasional Lorentz yakni Suku Dani Barat, Suku Sempan, Suku Nduga, Suku Asmat, Suku Dani Lembah Baliem, Suku Mono, Suku Kamoro, dan Suku Sempan.

4. Geologi dan bentang alam Taman Nasional Lorentz berada di titik pertemuan dua lempeng benua

Gugusan pegunungan di kawasan Taman Nasional Lorentz merupakan hasil langsung dari tabrakan antara dua lempeng, yakni lempeng tektonik benua Australia dan lempeng Pasifik.

5. Nama Taman Nasional Lorentz diambil dari nama seorang penjelajah Belanda

Penamaan Taman Nasional Lorentz berawal dari ekspedisi seorang penjelajah berkewarga negara Belanda yakni Hendrikus Albertus Lorentz di tahun 1909 dalam ekspedisinya yang ke-10 di Taman Nasional ini.

Akun resmi instagram Taman Nasional Loretz @lorentznationalpark menuliskan:

"From @biodiversity_of_indonesia - Carstenzs Pyramid dengan ketinggian 4.884 m dpl merupakan puncak gunung tertinggi dari deretan pegunungan tengah Pulau Papua.

Puncak ini merupakan salah satu destinasi wisata pendakian gunung favorit baik dikalangan pendaki lokal hingga mancanegara karena Carstenzs Pyramid dikenal luas sebagai salah satu dari 7 puncak tertinggi di 7 benua atau Seven Summits.

Nama Carstenzs diambil dari nama seorang pelaut berkebangsaan Belanda, Jan Carstenszoon yang pertama kali melaporkan keberadaan puncak-puncak yang diselimuti salju pada pegunungan tropis di wilayah New Guinea pada tahun 1623.

Dalam bahasa lokal Carstenzs Pyramid dikenal dengan nama Nemangkawi Ninggok yang berarti Puncak Panah Putih.

Puncak ini pertama kali ditaklukkan oleh Heinrich Harrer pada tahun 1962. Foto oleh: Panji A. Nuariman

#ksdae #klhk #menlhk #lorentznp #tnlorentz #ayoketamannasional #puncakcartenzs #cartenszpyramid #papua #nemangkawininggok #savebiodiversity #hkan2017 #HKAN2017 - #lorentznationalpark"

Baca: 3 Ekor Orangutan Korban Karhutla Ditranslokasikan ke Taman Nasional Gunung Palung

Baca: Kopi Arabika Wamena Papua

6. Taman Nasional Lorentz memiliki eksosistem hayati terlengkap

Taman Nasional Lorentz merupakan perwakilan dari ekosistem terlengkap untuk keanekaragaman hayati di Asia Pasifik.

Kawasan hutan lindung ini membentang dari puncak Jayawijaya hingga, perairan pesisir pantai dengan hutan bakau di Laut Arafura.

7. Memiliki 34 tipe vegetasi alam

Gletser di Puncak Jaya dan sungai di kawasan lembah Baliem, membuat Taman Nasional Lorentz memiliki 34 vegetasi alam.

Diantaranya yakni sungai, hutan sagu, hutan rawa, dan padang rumput.

Kawasan Taman Nasional Lorentz juga menyimpan persediaan mineral dan pertambangan berskala besar.

Akun resmi isntagram Taman Nasional Lorentz @lorentznationalpark menuliskan:

"From @kimosabdul8 - Southern Crowned Pigeon (goura scheepmakeri) the largest and most beautiful of the crowned pigeon.
#kementerianLHK
#KLHK #menlhk #KSDAE
#ayoketamannasional
#harikonservasialamnasional
#HKAN2017 #HKAN
#MenteriSitiNurbaya
#MenteriLHK #lorentznationalpark #sptn1timika #crownedpigeon #pigeon #goura #scheepmakeri #birds #papua #mimikatimurjauh #exoticbirds #birdphotography #tsldilindungi"

8. Menyimpan beragam flora dan fauna

Jenis tumbuhan yang ada di Taman Nasional Lorentz adalah nipah, dan bakau.

Jenis satwa yang sudah diidentifikasi di Taman Nasional Lorentz sebanyak 630 jenis burung, dan 123 jenis mamalia.

Jenis burung di Taman Nasional Lorentz yakni Kasuari, Cenderawasih ekor panjang, dan burung puyuh salju.

Satwa jenis mamalia yang ada di Taman Nasional Lorentz yakni babi duri moncong panjang, dan moncong pendek, 4 jenis kuskus, walabi, kucing hutan, dan kangguru pohon.

(*)

(TribunnewsWiki.com/Ibnu)



Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer