Kehidupan Pribadi
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Chusnunia Chalim merupakan Wakil Gubernur Lampung.
Chusnunia Chalim atau yang akrab disapa Nunik ini lahir pada 12 Juli 1982 di Karang Anom, Waway Karya, Lampung Timur, Lampung.
Chusnunia Chalim merupakan putri pertama dari tiga bersaudara pasangan Kiai Haji Abdul Halim dan Kholisoh.
Pada Februari wanita kelahiran Karang Anom ini menikah dengan seorang pengacara.
Suaminya tersebut bernama Erry Ayudiansyah.(1)
Pendidikan
Chusnunia Chalim menyenyam pendidikan dasarnya di SDN 2 Sumberrejo pada (1995).
Ia kemudian malanjutkan pendidikannya ke SLTPN 3 Jabung (1998).
Setelah tamat SLTP Chusnunia Chalim melanjutkan studinya ke SMUN I Mayong Jepara, Jawa Tengah (2001).
Chusnunia Chalim lalu kuliah di Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Wali Songo (2005).
Kemudian, Nunik dua kali mengambil program magister, yaitu S2 Ilmu Politik Universitas Nasional (2011) dan S2 di Universitas Indonesia (UI).
Chusnunia Chalim melanjutkan jenjang pendidikannya dengan kuliah S3 di University Malaya, Kuala Lumpur.(2)
- Riwayat pendidikan formal:
SDN 2 Sumber Rejo, 1989 – 1995
SMPN 3 Jabung, 1995 – 1998
SMAN Mayong, 1998 – 2001
S-1 Fakultas Syariah IAIN Walisongo
S-1 Hukum Universitas Saburai
S-2 Ilmu Politik Universitas Nasional
S-2 Kenotariatan Universitas Indonesia
S-3 Sastra dan Sains Sosial Universitas Malaya
- Pendidikan Nonformal:
Pesantren Alhidayat (Lasem Rembang, 1995—1998)
Pesantren Al Ishom (Mayong Jepara 1998—2001).(4)
Karier
Chusnunia Chalim mengaku sudah tertarik dengan isu-isu politik sejak bekerja menjadi sekretaris pada Divisi Redaksi Jurnal Justisia di Semarang pada 2001-2002.
Pada 2004 Chusnunia Chalim menjadi Kepala Divisi Eksternall Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jawa Tengah.
Di tahun yang sama wanita yang akrab disapa Nunik ini bergabung kader sekaligus staf dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah.
Dia dipercaya menjadi kepala Administrasi dan Keuangan dari Fraksi PKB di DPRD Provinsi Jawa Tengah tahun 2004-2005.
Chusnunia Chalim ia kemudian diminta untuk menjadi staf kepengurusan DPP PKB di Jakarta pada tahun 2005-2008.(3)
Chusnunia Chalim pernah diperbantukan menjadi Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja pada 2007.
Tepatnya ketika Bendahara Umum PKB dan juga Wakil Ketua Komisi V DPR-RI periode 2004-2009, Erman Soeparno, ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Menteri Tenaga Kerja di Kabinet Indonesia Bersatu,
Dia dipercaya menjadi Koordinator Zona di Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal.
Pada Pileg 2009, Chusnunia Chalim mencalonkan diri menjadi calon legislatif dan terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014.
Di internal PKB, dia semakin mendapat tanggung jawab lebih besar dan menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB periode 2009-2014.
Pada Pileg 2014, Chusnunia Chalim kembali terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019.
Ia bertugas di Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pemuda dan olahraga, pariwisata dan ekonomi kreatif.
Seiring pencalonannya sebagai bupati Lampung Timur pada September 2015, Nunik mengundurkan diri dari DPR.(4)
Chusnunia Chalim meraih 54,07 persen suara, mengalahkan Yusran Amirullah-Sudarso yang mendapatkan 45,93 persen suara.
Ia adalah sosok perempuan pendobrak pertama yang menjadi pemimpin di pulau Sumatera.(5)
Dua tahun menjabat sebagai Bupati Lampung Timur, ia kemudian diminta Arinal Djunadi untuk mendampingi di Pilgub Lampung 2018.
Tidak hanya Ainal yang menginginkan wanita kelahiran 12 Juli 1982 itu maju jadi wakil Gubernur Lampung.
Namun pada Pilgub Lampung 2018, Chusnunia Chalim justru memilih Arinal Djunaidi.
Alasannya karena mereka sama-sama anak petani yang peduli pada sector pertanian dan nasib petani.
Selain itu Chusnunia Chalim yakin Arinal memberikan ruang lebih bagi peran perempuan dalam berbagai sektor kehidupan.(3)
Akhirnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim masing-masing sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung masa jabatan 2019-2024, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/6/2019).(6)
Kontroversi
Ratusan warga yang mengatasnamakan Lembaga Pengawas Pelayanan Publik dan Informasi (LP3-RI) Provinsi Lampung berdemonstrasi di depan kantor Pemkab Lamtim pada Selasa, 18 Juli 2017.
- Adopsi Anak
Mereka menuntut penjelasan bupati terkait status anaknya yang berinisial AJ.
Anaknya itu diketahui tertera dalam dokumen kependudukan (KK) Chusnunia Chalim yang dikeluarkan Dinas Pencatatan Sipil Jakarta Selatan.
Di dalam KK ibunya bupati yang dikeluarkan Kantor Pencatatan Sipil Lamtim disebut sebagai cucu.
Pendemo menyampaikan tuntutan dan membawa spanduk serta sejumlah foto Chusnunia Chalim bersama AJ.
Mereka akhirnya diterima pejabat Pemkab Lamtim yang menjelaskan persoalan anak bupati.(7)
Kejadian tersebut terjadi saat Chusnunia Chalim masih menjabat sebagai Bupati Lampung Timur.
Aksi unjuk rasa terkait anak adopsi Chusnunia Chalim itu pun berlanjut ke ranah hukum.
Ia melaporkan Lembaga Pengawas Pelayanan Publik dan Informasi (LP3-RI) Provinsi Lampung ke pihak kepolisian atas tuduhan pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan.
Kepala Polres Lampung Timur AKBP Yudy Chandra Erlianto melalui Kasat Reskrim Polres Lampung Timur AKP Devi Sujana mengatakan pihaknya menerima laporan resmi Chusnunia Chalim pada Jumat, 21 Juli 2017.(8)
- Diperiksa KPK
Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim diperiksa Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (26/11/2019).
Nunik, sapaan akrabnya, diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Hong Arta John Alfred selaku Direktur dan Komisaris PT Sharleen Raya (JECO Group) dalam kasus suap terkait proyek di Kementerian PUPR tahun anggaran 2016.
Nunik diperiksa tanpa adanya pengawalan dari ajudan.
Diketahui Nunik keluar dari Gedung Merah Putih KPK Jakarta pukul 17.57 WIB.
Setelah lebih dari delapan jam diperiksa, Nunik memilih diam saat keluar gedung.
Ia tetap tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan awak media.
Nunik terus berjalan dan mempercepat langkahnya untuk masuk ke dalam mobil yang telah menunggunya.
Pemanggilan Chusnunia hari ini merupakan pemanggilan ulang setelah tak hadir pada panggilan pertamanya, Rabu (20/11/2019) lalu.(9)
Riwayat Organisasi
- Sekjen Barisan Penggerak (Barak) Bangsa pada 2014 – 2019
- Bendahara Umum Konfederasi Sarbumusi pada 2013 – 2018
- Sekretaris Umum DPP PKB pada 2010 – 2014
- Wasekjen DPP PKB pada 2009 – 2014
- Wakil Bendahara PB PMII pada 2007 – 2010
- Bendahara Lembaga Studi Sosial dan Agama pada 2003 – 2004
- Sekretaris Redaksi Jurnal Justisia pada 2003 – 2004
- Wakil Sekretaris Forum Komunikasi dan Aksi Mahasiswa Semarang (FKAMS) pada 2002 – 2003
- Anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) IAIN Wlisongo pada 2002 – 2003
- Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Mu’amalah semarang pada 2001 – 2002
- Ketua Ikatan Mahasiswa Sumatra di Semarang pada 2001 – 2002.(4)