Ulat Berumur 44 Juta Tahun Ditemukan Peneliti Jerman: Jenis Tak Biasa, Miliki Dua Pasang Kaki

Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ulat berumur 44 juta tahun ditemukan peneliti Jerman, jenis tak biasa, memiliki dua pasang kaki

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seekor fosil ulat yang diperkirakan berumur 44 juta tahun ditemukan oleh para peneliti binatang.

Ulat yang berumur 44 juta tahun ini merupakan ulat pertama dari jenisnya yang temuannya dituliskan dalam jurnal Scientific Reports, Rabu (20/10), yang dikutip Deutsche Welle, (26/11/2019).

Dalam laporannya, para ilmuwan dari Zoologische Staatssammlung München menyatakan bahwa fosil tersebut merupakan temuan pertamanya dari spesies kupu-kupu besar.

Penemuan ilmuwan ini juga merupakan pekerjaan pertama kalinya yang ditemukan di konservasi batu amber kuno.

Batu amber merupakan resin pohon yang menjadi fosil dan dihargai karena warna serta kecantikannya.

Ulat berumur 44 juta tahun ditemukan peneliti Jerman, jenis tak biasa, memiliki dua pasang kaki (Deutsche Welle / A. Michalski)


Ditemukan di Laut Baltik

Spesies hewan tersebut merupakan jenis ulat pertama yang ditemukan di amber Baltik.

Amber Baltik ini banyak ditemukan di sepanjang pantai di Laut Baltik serta Laut Utara.

Wilayah dengan penghasil amber terbesar dan terbanyak berada di Tanjung Sambia atau Samland.

Wilayah tersebut tercatat menyimpan bebatuan amber selama berabad-abad lamanya.

Selanjutnya, daerah di sekitar Königsberg di Prusia yang pada tahun 1945 telah menjadi bagian dari Rusia.

Zoologische Staatssammlung München (Wikimedia Commons)


Deskripsi Hewan

Ulat berbentuk larva berukuran 5 milimenter ini telah diberi nama Eogeometer Vadens.

Jenis ulat tersebut adalah bagian dari keluarga kupu-kupu Geometridae yang terdiri dari sekitar 23.000 spesies berbeda.

Dilaporkan oleh para ilmuwan bahwa ulat tersebut dimungkinkan terperangkap dalam setetes resin pohon.

Hal tersebut kemudian membuatnya menjadi keras lalu menjadi amber dan membentuk struktur unik ulat selama jutaan tahun.

"Temuan ulat dalam ambar jarang terjadi, dan ini adalah fosil kupu-kupu besar pertama yang ditemukan di ambar Baltik," kata peneliti Axel Hausmann.

"Ini mungkin karena aktivitas nokturnal dari kebanyakan ulat," tambahnya.

Hewan nokturnal adalah hewan yang tidur pada siang hari dan aktif pada malam hari.

Resin cenderung lebih dekat dengan cairan saat terkena langsung sinar matahari atau di siang hari.

Bebatuan Amber. Terlihat semut terperangkan di dalamnya (Wikimedia Commons)
Halaman
12


Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
BERITA TERKAIT

Berita Populer