Informasi tersebut diungkapkan oleh Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw.
Paulus menduga satu dari sumber dana KKB adalah sumbangan dari ketua kampung.
Oleh karena itu, Paulus mengimbau agar para ketua kampung tidak lagi memberikan uang kepada KKB.
Baca: 5 Fakta Gugurnya Briptu Heidar oleh KKB di Papua, Korban Sempat Kabur hingga Dapat Kenaikan Pangkat
Dilansir oleh Kompas.com, Irjen Paulus Waterpauw menegaskan kepala kampung yang terbukti memberikan bantuan dana akan ditindak secara tegas.
"Apapun alasannya, saya tekankan kepada kepala kampung tidak memberikan dana sedikitpun kepada kelompok-kelompok tertentu," kata Irjen Paulus Waterpauw seperti yang dikutip dari Kompas.com, Jumat (22/11/2019) malam.
Menurut Paulus, selama ini diduga kelompok bersenjata tersebut meminta dana kepada kepala kampung.
Dana tersebut kemudian digunakan untuk membeli senjata api dan amunisi.
Paulus menegaskan kepala kampung yang terbukti memberikan bantuan dana kepada KKB akan ditindak tegas.
Hal tersebut dikarenakan selama ini KKB kerap melakukan aksi teror baik penembakan maupun pembunuhan.
Target aksi teror tersebut mulai dari aparat keamanan bahkan hingga warga sipil di pedalaman Papua.
"Kami akan tindak tegas kepala kampung yang terbukti berikan dana kepada KKB," ujar Paulus.
TNI temukan sumber senjata KKB Papua
Selain pihak kepolisian, sebelumnya TNI juga sempat membongkar dugaan sumber senjata yang dipakai oleh KKB Papua.
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih, Inf. Muhammad Aidi, menyebut sumber senjata dan amunisi yang dimiliki KKB Papua berasal dari banyak pihak.
Dikatakan oleh Aidi, beberapa bulan lalu seorang warga Polandia di Wamena berhasil ditangkap.
Penangkapan tersebut terkait dengan transaksi amunisi dengan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Barang bukti yang berhasil diamakan berupa ratusan amusi.
Meskipun demikian jumlah tersebut sudah banyak yang lolos sebelum ditangkap.
"Kemungkinan sudah lolos ribuan butir yang lain sebelum tertangkap," kata Aidi dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (26/7/2019).
Jalur persenjataan KKB Papua
Baca: G30S 1965 - Angkatan Bersendjata: Instruksi Pengumpulan Senjata Api Milik Sipil
Baca: Anggota TNI Gugur di Papua, Moeldoko Sebut Ada Pihak Coba Provokasi Aparat, 10 Pucuk Senjata Disita
Garis perbatasan negara dan garis pantai Papua sangat luas dan panjang tidak mungkin bisa dijaga selama 24 jam.
Oleh karena itu, amunisi KKB berpeluang mendapatkan pasokan amunisi dari luar wilayah Papua.
Menurut Aidi, sisa senjata dan amunisi kerusuhan Ambon dan Poso juga diduga disalurkan ke Papua.
Sebab dari tangan perusuh, senjata dan amunisi belum semuanya berhasil ditarik kembali ke negara.
"Kemungkinan sebagian besar disusupkan masuk ke Papua," tutur Aidi.
Selain konflik dalam negeri, konflik yang terjadi di Filipina juga menjadi peluang sumber pasokon amunisi dan senjata ke Papua.
Aidi menyebutkan, ada dugaan keterlibatan tokoh-tokoh Papua yang mendukung KKB Papua.
Indikasinya adalah beberapa tokoh Papua diam dan tidak bereaksi ketika kelompok separatis melaksanakan serangkaian tindakan kekerasan, pembantaian, penyerangan, pemerkosaan dan lain-lain.
Namun, saat negara bertindak mengerahkan aparat keamanan TNI-Polri, para tokoh adat beramai-ramai melancarkan protes, mengkritik, memaki, dan memfitnah.
Bahkan para tokoh yang diduga terlibat dengan KKB, meminta TNI-Polri ditarik dari Nduga.
"Jadi bukan tidak mungkin para tokoh Papua tertentu berada di balik pergerakan KKB Papua di hutan," kata Aidi.
TNI dan Polri tangkap Iris Murib
TNI dan Polri berhasil menyergap petinggi KKB Papua, Iris Murib pada Kamis (21/11/2019) di Kali Pindah-pindah, Jalan Trans Timika-Nabire, Distrik Iwaka.
Iris Murib ditangkap sekitar pukul 14.21 WIT, ketika masih mempersiapkan perayaan hari jadi Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 1 Desember 2019.
Iris Murib ditangkap saat mencari amunisi terkait rencana aksi 1 Desember 2019 tersebut.
Dikatakan oleh Irjen Paulus Waterpauw, penangkapan Iris Murib dilakukan oleh Tim Khusus Polda Papua dan Satgas Nemangkawi.
Diterangkan oleh Paulus, Iris Murib yang sempat melakukan perlawanan terpaksa ditembak, supaya tidak melarikan diri.
"Sekarang sudah di RS Bhayangkara Jayapura guna menjalani perawatan," kata Paulus.
Iris Murib diketahui akan bergabung dengan KKB lainnya yang menuju Tembagapura, baik dari Intan Jaya, Sugapa, dan lainnya.
"Prinsipnya, yang bersangkutan di Timika dan akan bergabung ke Tembagapura bersama kelompok-kelompok lain dan melakukan aksi pada 1 Desember nanti," ujar Paulus.
Paulus menyebut Iris Murib dan kelompoknya tergolong sadis dalam melakukan aksinya.
Terlebih lagi, Iris Murib memiliki karakter keras dan bertindak sebagai eksekutor.
Baca: Kisah Mirisnya Gaji Guru di Pedalaman Papua, hanya Cukup untuk Beli Air Bersih dan Minyak Tanah
Baca: UPDATE Rusuh Wamena - Kapolda Papua: Jangan Tinggalkan Wamena, Jangan Takut, TNI-Polri Selalu Ada
Beberapa riwayat kelam Iris Murib di antaranya pada 2014 lalu, kelompok yang dipimpinnya menembak dua personel kepolisian di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.
Dua personel kepolisian yang gugur tersebut adalah Aipda Tomson Siahaan dan Bripda Ari Aprianto.
"Ketika itu, personel kepolisian melakukan bersih-bersih dalam rangka perayaan ibadah Natal di gereja, kemudian diserang," kata Paulus saat ditemui pada Jumat (22/11/2019) malam.
Kemudian, pada 2015, Iris Murib pernah melakukan penyerangan terhadap Polsek Sinak dan menimbulkan korban jiwa.
Kelompok yang dipimpin Iris Murib menyebabkan tiga personel polisi gugur dan seorang terluka.
Selain itu, Iris Murib juga merampas delapan pucuk senjata api dan amunisi.
"Saat itu, anggota (polisi) sedang istirahat, kemudian diserang," ujar Paulus.
Paulus mengapresiasi keberhasilan tim gabungan ini dalam menangkap Iris Murib, salah satu pimpinan KKB.
Kepolisian akan memberikan penghargaan kepada personel gabungan yang menangkapnya.
"Karena dia sudah lama kita cari, di mana dia cukup keras, sadis, dan keji," kata Paulus.