Terlebih karena Menpora Malaysia, Syed Saddiq memberikan klarifikasi jika peristiwa tersebut atadalah tidak benar.
Hal tersebut membuat satu dari dua korban pengeroyokan, Yovan, buka suara dan menuntut sang menteri yang berusia 26 tahun tersebut mencabut statemennya.
Selain itu, aktor sekaligus pegiat sepak bola, Darius Sinathrya juga kesal dengan pernyataan Syed Shaddiq.
Baca: Syed Saddiq
Baca: Syed Saddiq, Menpora Malaysia Korban Ricuh GBK, Tolak Beasiswa Oxford, Pernah Ngevlog Bareng Jokowi
Dilansir oleh Tribun Bogor, peristiwa tersebut terjadi saat pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2020 antara Malaysia dan Indonesia di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Selasa, (19/11/2019).
Video pengeroyokan tersebut kemudian menjadi viral di berbagai platform media sosial.
Bahkan topik menegenai pengeroyokan tersebut sempat beberapa kali menjadi trending di Twitter.
Tidak hanya diperbincangkan, video tersebut menimbulkan pertentangan diantara warganet 2 negara terlibat.
Menpora Malaysia, Syed Saddiq berusaha untuk meredam masalah melalui unggahan akun Instagram nya @syedsaddiq pada (22/11/2019).
"JANGAN PERCAYA HOAX!
Jangan kerana HOAX, hubungan di anatara 2 rakan serumpun, Malaysia & Indonesia terpecah belah," tulis Syed Saddiq.
Dalam unggahan tersebut Syed Saddiq menegaskan peristiwa pengeroyokan dinyatakan sebagai hoaks.
Syed Saddiq juga meminta masyarakat Indonesia untuk tidak mempercayainya.
"Kepada rekan-rekan di Indonesia tolonglah jangan percaya hoaks, berita palsu, fitnah yang mengatakan ada pendukung Indonesia yang dipukul dan juga ada penusukan yang dilakukan oleh pendukung Malaysia," kata Syed Saddiq dalam video yang diunggahnya tersebut.
Syed Saddiq juga menyebut sudah melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian Malaysia yang juga berkoordinasi dengan kepolisian Indonesia.
"Video itu tidak berkenaan dengan sepak bola di antara Indonesia dan Malaysia. Jangan karena hoaks hubungan di antara dua negara ini jadi terbebani," ujar Syed Saddiq.
Namun unggahan tersebut justru membuat banyak pihak terutama masyarakat Indonesia menjadi gusar.
Dikutip dari Tribun Bogor, Yovan satu dari dua korban pengeroyokan buka suara.
Yovan juga menuntut Syed Saddiq menarik statement hoaks yang dikeluarkannya.