Kopi Excelsa Riau

Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Buah kopi excelsa, Coffea liberca var. Dwevrei.


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM  - Tanaman Kopi pertama kali diselundupkan oleh Pieter Van Der Brooke, seorang pedagang Belanda dari pusat perdagangan kopi di Mocha (Yaman).

Pieter Van Der Booke membawanya ke Amsterdam Botanical Garden, untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.

Mengetahui hal tersebut Perusahaan Dagang Belanda VOC, mulai mengembangkan di Sri Lanka dan India sebelum membawa ke Indonesia dan memonopoli perdagangan kopi.

Kondisi geografis Indonesia yang beriklim tropis, membuat budidaya kopi menuai kesuksesan besar.

Kopi menjadikan VOC menuai keuntungan, dan menguasai perdagangan komoditas export terutama kopi lebih dari dua abad lamanya.

Dari Afrika, Kopi Menyihir Dunia (Sarasvati.com/Damarista Intan)

  • Sejarah Kopi Excelsa


Kopi Excelsa pertama kali ditemukan oleh August Chevalier, seorang ahli botani dan taxonomi asal Prancis tahun 1905.

Chevalier menemukan varietas Excelsa berada di sekitaran aliran Sungai Chari dekat dengan Danau Chad Afrika Barat.

Kopi vaietas Excelsa memiliki nama latin Coffea Dewevrei.

Namun varietas Excelsa ini tidak dianggap sebagai spesies kopi terpisah, melainkan tergolong varietas Kopi Liberika dengan nama ilmiah Coffea Liberica var Dewevrei.

Kopi Excelsa tidak banyak diperdagangkan, karena 90% peredaran kopi di dunia didominasi varietas Arabika dan Robusta.

Budidaya kopi Excelsa pun terbatas, di Indonesia kopi Excelsa dibudidayakan di perkebunan kopi dataran rendah seperti Riau.

Kopi Excelsa menurut Auguste Chevalier, dikenal sebagai spesies Coffea Excelsa.

Emile De Wildeman dan Theophile Durand, menyebut sebagai spesie Coffea Dewevrei.

Jean Paul Antoine Lebrun seorang Botanis asal Perancis, menggolongkan kopi Excelsa dengan nama ilmiah Coffea Liberica var Dewevrei.

Kopi Excelsa dan Liberika tergolong kelompok Liberoid, sedangkan kopi Arabika dan Robusta tergolong kelompok Arabikloid dan Roustid.

  • Profil Kopi Excelsa


Berikut hasil identfikasi kopi Excelsa dengan sampel, yang diambil dari Pulau Meranti Kepulauan Riau:

1.       Daun

Bentuk daun membulat dengan ujung tumpul, dan pangkal yang runcing.

Tepian daun rata tetapi permukaan daun terlihat bergelombang.

2.       Batang

Pohon kopi Excelsa memiliki cabang cukup beragam, antara 3 hingga 12 cabang batang.

Namun mayoritas pohon kopi Excelsa memiliki 8 cabang, cabang primer menentukan produktivitas buah.

Semakin banyak cabang batang primer, potensi pohon tersebut berbuah banyak cukup besar.

3.       Buah

Buah biji kopi Excelsa tumbuh secara bergerombol, masing-masing gerombolan bernama dompol.

  • Keunggulan Kopi Excelsa


Kopi Excelsa ideal dikembangkan pada ketinggian 750 meter diatas permukaan laut (Mdpl), cocok di daerah tropis dengan curah hujan sedang.

Untuk menghasilkan bunga kopi Excelsa membutuhkan waktu dua bulan, dengan curah hujan selama setahun.

Tanaman kopi Excelsa diketahui dapat bertahan dari, Hemileia Vastarix atau penyakit karat daun.

_____________________

Referensi:

M Laba Udarno dan Rudi T. 2015. Penampilan Kopi Excelsa Hasil  Eksplorasi di Kabupaten Kepualaun Meranti Riau. Proseding Seminar Nasional Masyarakat  Biodiversity Indonesia. Volume 1 No 3 Juni 2017.

Dinas Perkebunan Provinsi Jambi dan Puslitkoka. 2013. Usulan Pelepasan Varietas Kopi  Liberoid Asal  Tanjung Jabung Barat Jambi. Puslitkoka.

(*)

(TribunnewsWiki.com/Ibnu Rustamaji)



Nama Kopi Kopi Excelsa


Asli Riau Indonesia


Kerajaan Plantae


Divisi Tracheophyta


Kelas Magnoliopsida


Suku Rubiaciae


Marga Coffea


Spesies Coffea Liberica


Varietas Coffea Liberica var Dewevrei


Sinonim Coffea excelsa


Coffea dewevrei


Coffea liberica var. excelsa


Alamat


Lokasi


Google Map


Sumber :




Editor: Natalia Bulan Retno Palupi

Berita Populer