Dengan adanya album ini, tentunya penggemar berharap Coldplay akan kembali menggelar tur konser seperti album 'A Head Full of Dreams'.
Namun ternyata, Coldplay mengaku tidak akan menggelar tur konser untuk album 'Everyday Life' dalam waktu dekat.
Penundaan ini pun bukan tanpa alasan.
Baca: Coldplay Siarkan Secara Langsung Perilisan Album Baru Bertajuk Everyday Life dari Yordania
Baca: Lirik dan Terjemahan Lagu Champion Of The World - Coldplay, Ajakan untuk Tak Mudah Menyerah
Dikutip Tribunnewswiki.com dari BBC pada Jumat (22/11/2019), Coldplay ternyata mengkhawatirkan dampak yang bisa terjadi di lingkungan ketika mereka menggelar tur konser.
"Kami tidak menggelar tur konser untuk album ini," kata sang vokalis, Chris Martin dikutip dari BBC News.
"Kami perlu waktu satu atau dua tahun ke depan untuk mengetahui bagaimana tur kami tidak hanya berkelanjutan, tetapi bagaimana hal itu bisa bermanfaat secara aktif,"
"Kita semua harus mencari cara terbaik untuk melakukan pekerjaan kita," tambahnya.
Chris Martin mengungkapkan bahwa band ingin tur konser yang mereka di masa depan memiliki dampak yang positif.
Untuk album baru ini, alih-alih menghabiskan waktu berbulan-bulan di jalan, Coldplay menggelar dua pertunjukan di Yordania yang disiarkan secara live untuk audiens global di YouTube tanpa dipungut biaya sepersen pun.
Konser digelar di Amman, Yordania dan dibagi menjadi dua sesi yaitu 'Sunrise' dan 'Sunset' untuk mencerminkan dua sisi dari album baru Coldplay ini.
Coldplay terakhir kali melakukan tur dunia untuk album 'A Head Full of Dreams' dan telah tampil di 122 panggung di lima benua pada tahun 2016 dan 2017.
"Tur kami selanjutnya akan menjadi tur versi terbaik secara lingkungan," jelas Martin.
"Kami akan sangat kecewa jika (tur konser) kami tidak ramah lingkungan,"
"Hal yang paling sulit adalah tentang sisi lainnya. Tapi, sebagai contoh, mimpi kami adalah menggelar konser yang sama sekali tidak menggunakan plastik dan dapat memanfaatkan tenaga surya," tambahnya.
Chris Martin mengaku bahwa Coldplay telah melakukan banyak sekali konser hingga detik ini.
"Bagaimana kami memutarnya, sehingga tidak lagi lebih banyak mengambil daripada memberi?" jelas Chris Martin.
Baca: Lirik dan Terjemahan Lagu Daddy - Coldplay yang Baru Rilis, Sebuah Ungkapan Rindu untuk Ayah
Baca: Setelah Guns, Coldplay Unggah Cuplikan Single Baru Lainnya Bertajuk Daddy, Terdengar Lebih Emosional
Inisiatif Coldplay ini pun disambut baik oleh World Wide Fund for Nature (WWF).
"Sungguh luar biasa melihat seniman terkenal di dunia mengambil langkah untuk melindungi planet ini," ujar Head of Climate Change WWF Gareth Redmond-King.
"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memimpin dengan memberi contoh dalam menghadapi krisis iklim dan alam ini - tidak akan ada tindakan jika kita ingin melestarikan planet untuk generasi mendatang," tambahnya.
Chris Martin juga menjelaskan alasan mengapa Coldplay memilih Yordania sebagai tempat perilisan album terbarunya.
"Kami ingin memilih suatu tempat di tengah dunia, tempat kami biasanya tidak bisa tampil," kata Chris Martin.
Menurutnya, album baru yang dirilisnya ini mencerminkan perspektif global dari para personel band.
"Jika kamu punya kesempatan berpergian ke seluruh dunia, kamu tahu bahwa kita semua dari tempat yang sama,"
Chris Martin juga mengungkapkan bahwa lagu-lagu di Everyday Life terinspirasi dari pemberitaan yang ada seperti tentang tukang kebun yang berasal dari Afghanistan dan juga komposer himne asal Nigeria.
"Jurnalistik terbaik menemukan kisah-kisah individual ini yang memperkuat rasa kemanusiaan kita bersama," jelas Chris Martin.
Nantinya, Coldplay akan melakukan konser satu kali untuk penggemar di Natural History Museum, London pada tanggal 25 November 2019.
Semua hasil dari pertunjukkan akan disumbangkan ke badan amal lingkungan.