Skuad Garuda Muda akan berangkat menuju SEA Games 2019 yang diadakan di Manila, Filipina.
Latihan itu sendiri digelar di Lapangan C Komplek Gelora Bung Karno dan masih diikuti oleh 24 pemain timnas U-22 Indonesia.
Dilansir oleh Warta Kota pada Kamis (21/11/2019), pelatih timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri, memfokuskan materi latihan pada skema bola mati.
Baca: Belum Umumkan Pelatih Timnas yang Baru, Inilah Alasan PSSI Tolak Utusan Luis Milla
Baca: Gelandang di Liga 1, Pemain Ini Berpeluang Jadi Satu-satunya Ujung Tombak Timnas U-22 di SEA Games
Indra menyiapkan seluruh materi yang berkaitan dengan skema bola mati seperti penalti, lemparan ke dalam, tendangan bebas, dan tendangan penjuru.
“Semuanya harus disiapkan, ada set piece; penalti, throw in, free kick, semua elemen yang berkaitan dengan game plan kami latih,” kata Indra Sjafri setelah memimpin latihan.
Akan tetapi ketika ditanya lebih jauh tentang kondisi timnya saat ini, pelatih asal Sumatera Barat tersebut tidak ingin berkomentar.
Menurut Indra, bila dia terlalu banyak berbicara tentang kendala dan kondisi anak asuhnya saat ini, hal tersebut bisa menjadi bocoran bagi tim lawan untuk mengetahui kekuatan Egy Maulana Vikri cs.
Indra bahkan dengan ekstrem menyebutkan langkah tersebut bisa menjadi satu tindakan 'bunuh diri'.
“Ini sudah hari-hari mau pertandingan kami tidak akan info ke semua orang, apa kelemahan kami, apa kekurangan kami kan sama saja bunuh diri,” kata Indra tegas.
Baca: Pernah Juarai AFF U-19 2013, Ini Deretan Mantan Bintang Timnas U-19 yang Berlaga di Liga 2
Baca: Istri Ilja Spasojevic Penyerang Bali United Meninggal Dunia, Persib Bandung Turut Berduka
Baca: Lima Pemain Utama Terancam Akumulasi Kartu, Persib Tak Akan Mudah Raih Kemenangan Beruntun Kelima
Pada Rabu (20/11/2019) siang Indra Sjafri melalui PSSI sudah mengumumkan 20 nama pemain yang akan dibawa ke SEA Games 2019.
Sebelumnya, Indra Sjafri telah memulangkan empat pemain yakni Hanif Sjahbandi (Arema FC), Alberto Goncalves (Madura United), Muhammad Hambali Tolib (Persela Lamongan), dan Muhammad Rifad Marasabessy (PS Tira Persikabo).
Kini dia memulangkan Muhammad Luthfi Kamal (Mitra Kukar), Gian Zola (Persib Bandung), Kadek Agung (Bali United), dan Awan Setho (Bhayangkara FC).
Pelatih timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri, memanggil dua pemain yang berasal dari kasta kedua Liga Indonesia atau Liga 2.
20 nama pemain telah dipastikan bakal membela timnas U-22 Indonesia pada SEA Games 2019.
Mayoritas skuad timnas U-22 Indonesia diisi oleh pemain-pemain yang berlaga di kasta tertinggi Liga Indonesia.
Misalnya Rachmat Irianto yang membela Persebaya Surabaya dan Firza Andika yang memperkuat PSM Makassar di Liga 1 2019.
Sementara 16 pemain diambil dari tim-tim yang merupakan kontestan kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Pelatih timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri, hanya memanggil dua nama yang berasal dari kasta kedua, Liga 2 2019.
Mereka ialah Dodi Alex van Dijn dari Persik Kediri dan Witan Sulaeman milik PSIM Yogyakarta.
Datang pada putaran kedua, Witan tak mampu memberikan banyak perubahan pada performa PSIM di Liga 2 2019.
Baca: Sepekan Latih Persija, Edson Tavares sudah Beri Dampak Positif
Baca: Tundukkan Arema FC, Strategi Robert Rene Alberts Ini Berbuah Rekor Baru untuk Persib Bandung
Baca: Badai Cedera Jelang Lawan Arema, Pelatih Persib Bandung Kritisi Jadwal Liga
Tim berjulukan Laskar Mataram itu gagal menembus perempat final Liga 2 2019.
Sebaliknya, Dodi Alex van Dijn justru menjadi komponen keberhasilan Persik Kediri hingga saat ini.
Ia turut membantu Persik lolos ke babak delapan besar Liga 2 2019.
Bahkan, juara Liga 3 2018 itu kini melaju ke babak semifinal Liga 2 2019.
Persik berpeluang besar naik kasta langsung ke Liga 1 2020.
Namun, Dodi tampaknya harus melewatkan perjuangan bersama Persik karena harus fokus dengan timnas U-22 Indonesia.
Skuad Garuda Muda akan berlaga pada ajang SEA Games 2019 yang berlangsung di Filipina mulai 26 November 2019.
Indonesia tergabung di grup neraka bersama Thailand dan Vietnam.
Selain pemain dari kasta kedua, timnas U-22 Indonesia juga menyertakan dua pilar impor yakni Egy Maulana Vikri (Lechia Gdansk) dan Saddil Ramdani (Pahang FA).
Hanya, saat ini Saddil sudah tidak lagi memperkuat Pahang karena tidak memperpanjang kontrak kerja sama.
Baca: Alfin Tuasalamony Minta Maaf, Pelatih Persib Puji Bobotoh Tak Dendam ke Aremania
Baca: Tugas Berat Aji Santoso, Tukangi Persebaya Surabaya Tanpa Suporter hingga Akhir Musim Liga 1 2019
Baca: Buntut Panjang Kerusuhan di Stadion GBT, Persebaya Tidak Bisa Jamu PSM Makassar di Surabaya
Kiper:
- Nadeo Arga Winata (Borneo FC),
- Muhammad Riyandi (Barito Putera)
Belakang:
- Bagas Adi Nugroho (Bhayangkara FC),
- Nurhidayat Haji Haris (Bhayangkara FC),
- Dodi Alekvan Djin (Persik Kediri), Firza Andika (PSM Makassar),
- Andy Setyo Nugroho (Tira Persikabo),
- Asnawi Mangkualam Bahar (PSM)
Tengah:
- Zulfiandi (Madura United),
- Irkham Zahrul Mila (PSS Sleman),
- Rachmat Irianto (Persebaya),
- Feby Eka Putra (Persija),
- Witan Sulaeman (PSIM Yogyakarta),
- Egy Maulana Vikri (Lechia Gdansk),
- Sani Rizki Fauzi (Bhayangkara FC),
- Evan Dimas Darmono (Barito Putera),
- Syahrian Abimanyu (Madura United),
- Saddil Ramdani (tanpa klub)
Depan:
- Muhammad Rafli (Arema FC),
- Osvaldo Haay (Persebaya)