Gunung Merapi Kembali Mengeluarkan Awan Panas Setinggi 1 Km, Status Waspada Level II

Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI - Terjadi awanpanas guguran di Gunung Merapi tanggal 20 Juni 2019 pukul 09:17 WIB. Awanpanas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 120 detik. Jarak luncur 1200 m ke arah hulu Kali Gendol. Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Siang Tadi, Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas,

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas, pada Minggu (17/11/2019) pukul 10.46 WIB pagi tadi.

Gunung dengan ketinggian 2.986 meter di atas permukaan laut (mdpl)  ini masih berstatus waspada.

Kasbani selaku Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Geologi (PVMBG) mengatakan, kolom abu teramati setinggi 1.000 meter ke arah barat.

“Kolom abu mengakibatkan terjadi hujan abu tipis, di sebagian wilayah desa Banyubiru Dukun Magelang,” lanjut Kasbani, dikutip dari Kompas.com.

Sementara itu diharapkan pengelola penerbangan diminta waspada, meskipun letusan yang terjadi hari ini tidak mempengaruhi lalu lintas udara.

Baca: Waspada Erupsi Gunung Berapi, Ini Langkah yang Harus Kamu Ketahui Saat Terjadi Letusan

“Tinggi kolom erupsi hanya 1 km di atas puncak dan kebetulan arah angin ke barat. Kemungkinan tidak mempengaruhi aktivitas di bandara Adi Sucipto, tetapi kewaspadaan harus tetap ditingkatkan.” tambah Kasbani.

Dilansir dari beberapa sumber, terjadi satu kali letusan dengan amplitude 70 mm dengan durasi 155 detik.

Di sisi lain terjadi empat kali guguran dengan amplitude 3-8 mm dengan durasi 23 detik.

Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada terhadap luncuran awan panas, akibat runtuhya kabah lava dan lontaran material dari letusan eksplosif.

Hingga hari ini masyarakat yang tinggal di radius 3 km dari puncak gunung Merapi, tidak diperkenankan beraktivitas.

Pihak PVMBG juga mengingatkan akan pentingnya, antisipasi terhadap bahaya abu vulkanik maupun letusan eksplosif.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Letusan Gunung Merapi 2010, Mbah Marijan Jadi Salah Satu Korban

Masyarakat diminta untuk mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan, di kawasan puncak maupun sekitaran gunung Merapi.

 Diketahui, dari aktivitas tersebut Gunung Merapi berada di tingkat level II (Waspada).

Baca: Gunung Merapi

Dilansir dari laman resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencaan Geologi (BPPTKG), laporan aktifitas Gunung Merapi terpantau sejak tanggal 8-14 November 2019

1.       Kubah lava dalam kondisi stabil dengan laju pertumbuhan rendah.

2.       Aktivitas vulkanik gunung Merapi masih cukup tinggi dan ditetapkan dalam tingkat aktivitas “Waspada” level II

3.       Potensi bahaya berupa awan panas dari runtuhan kubah lava dan lontaran material

4.       Rekomendasi jarak bahaya sejauh 3 km dari puncak, dan menjadi zona merah. Di luar zona merah tersebut masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa.

Status waspada sejak 21 Mei 2018.

(TribunnewsWiki.com/Ibnu Rustamaji dan Kompas.com/Ratia Kartika Dewi)



Editor: Ekarista Rahmawati Putri

Berita Populer