Gelandang di Liga 1, Pemain Ini Berpeluang Jadi Satu-satunya Ujung Tombak Timnas U-22 di SEA Games

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BEREBUT BOLA - Gelandang Arema FC, M Rafli menguasai bola dengan dibayangi dua pemain Perseru Serui dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (11/11/2018). Pada akhir babak pertama Arema FC unggul atas Perseru Serui dengan skor 2-0

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Timnas Indonesia U-22 akan menghadapi gelaran SEA Games 2019 di Filipina pada 26 November hingga 11 Desember 2019.

Pada ajang tersebut Timnas hanya diperbolehkan membawa 20 pemain untuk tampil.

Oleh karena itu, Indra Sjafri menegaskan hanya akan membawa pemain yang benar-benar bugar untuk berlaga di SEA Games 2019.

Kemungkinan besar Timnas Indonesia U-22 hanya akan membawa satu penyerang, yaitu M Rafli.

Pasalnya, banyak striker murni yang tengah mengalami cedera.

Mengingat ketatnya jadwal SEA Games 2019, Timnas membutuhkan pemain yang berada dalam keadaan prima.

Hal itu membuat Indra Sjafri tidak akan mengangkut pemain yang cedera ke Filipina.

Baca: Muhammad Rafli

Baca: Indonesia vs Malaysia, Ini Imbauan Penting untuk Suporter Timnas yang Ingin Menyaksikan Langsung

Di Liga 1, M Rafli adalah Gelandang

Dilansir dari Kompas.com, pada mulanya M Rafli berposisi sebagai striker di ASIFA.

Namun setelah bergabung bersama Arema FC posisinya digeser menjadi gelandang.

Hal tersebut tidak lepas dari kebutuhan strategi tim.

M Rafli kembali menjadi striker pada Merlion Cup, awal Juni lalu.

Kala itu Indra Sjafri memainkan Rafli sebagai penyerang saat melawan Filipina.

Meski pada awalnya hanya alasan rotasi, M Rafli membuktikan penunjukkan dirinya tidaklah salah.

Pemain kelahiran 24 November 1998 ini menjawab dengan mencetak hat-trick di laga tersebut.

Dirinya mengaku tidak kesulitan dan siap bermain sebagai penyerang ataupun gelandang.

Baginya, hal itu hanya soal kebutuhan dan strategi pelatih.

Baca: Milomir Seslija

Baca: Pernah Juarai AFF U-19 2013, Ini Deretan Mantan Bintang Timnas U-19 yang Berlaga di Liga 2

Milomir Seslija (Surya Malang/Dya Ayu Wulansari)

Analisis Milomir Seslija di Liga 1

Pelatih Arema FC Milomir Seslija mengungkap pendapatnya.

Dilansir dari Kompas.com, menurutnya, M Rafli kurang cocok jika ditempatkan sebagai ujung tombak.

Milomir Seslija mempertimbangkan perbedaan kualitas serta pengalaman yang dimiliki oleh lawan.

Di timnas yang menggunakan kelompok umur, M Rafli hanya akan beradu dengan bek yang sebaya.

Asumsinya, mereka memiliki pengalaman yang tidak jauh berbeda.

Namun, kondisi tersebut menjadi berbeda ketika berlaga di Liga 1.

M Rafli harus berhadapan dengan bek-bek senior yang tangguh, katakanlah Ruben Sanadi, Hamka Hamzah, Otavio Dutra dan lain-lain.

Dalam keadaan tersebut, M Rafli lebih tepat jika berperan sebagai pemain lapis di belakang striker.

Posisi tersebut tepat mengingat M Rafli memiliki mobilitas yang tinggi, serta kemampuan menyelesaikan peluang.

Baca: Alberto Goncalves

Baca: Tak Hanya Persib Legend in Action, Manajemen Rencanakan Duel Legenda Maung Bandung dari Dua Generasi

Pemain Tim Nasional Indonesia Alberto Goncalves merayakan gol ke gawang Uni Emirat Arab (UEA) dalam pertandingan babak 16 besar sepakbola Asian Games 2018 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, Jumat 924/8/2018). Indonesia gagal melaju ke babak selanjutnya setelah dikalahkan UEA dalam adu pinalti setelah bermain imbang 2-2 pada waktu normal. (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Timnas Indonesia U-22 Krisis Striker Murni

Sebenarnya, Timnas Indonesia U-22 memiliki banyak opsi striker murni.

Namun, mereka semua tengah berada dalam keadaan cedera.

Satu di antara pemain tersebut adalah Marinus Wanewar.

Selain Marinus, Indra Sjafri juga memiliki opsi Alberto Goncalves.

SEA Games 2019 memang memperbolahkan peserta membawa dua pemain yang berusia di atas 22 tahun, dari 20 skuad yang ada.

Sayangnya, Beto mengalami cedera saat memperkuat Madura United di Liga 1 2019.

Kini ia masih menjalani masa pemulihan.

Karena hal tersebut, Indra Sjafri resmi mencoret Beto.

Baca: Indra Sjafri

Baca: Dimas Sumantri

Pelatih Timnas Indonesia U 19, Indra Sjafri memberikan instruksi kepada pemain saat melawan Timnas Chinese Taipei pada pertandingan grup A piala AFC U 19 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Kamis (18/10/2018). Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Chinese Taipei dengan skor telak 3-1. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Jadwal Padat SEA Games 2019

Bukan tanpa alasan jika Indra Sjafri memastikan hanya akan membawa pemain yang prima.

Pasalnya, Garuda Muda akan menghadapi rangkaian jadwal SEA Games 2019 yang sangat padat.

Di fase Grup, anak asuh Indra Sjafri akan melakoni lima laga dalam 10 hari.

Artinya, Timnas Indonesia U-22 akan berlaga dua hari sekali.

Dengan kata lain, pemain hanya memiliki waktu satu hari untuk beristirahat.

Oleh sebab itu, pelatih Indra Sjafri akan mematuhi masukan tim dokter mengenai kondisi pemain.

"Saya patuh rekomendasi dokter. Kalau dokter bilang enggak bisa, saya tidak akan bawa," kata Indra dilansir Bolasport.com dari Kompas.

Hingga saat ini, timnas U-22 Indonesia sudah memastikan tidak akan membawa pemain senior Manahati Lestusen karena alasan cedera.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)



Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: haerahr
BERITA TERKAIT

Berita Populer