Timnas U-22 Krisis Striker Murni, Pemain Ini Jadi Eksperimen Indra Sjafri untuk Temukan Komposisi

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Adya Rosyada Yonas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sejumlah pemain Timnas Indonesia U-23 menggelar latihan jelang ujicoba melawan Timnas Iran U-23 di Stadion Samudra, Kuta, Badung, Selasa (12/11). Pertandingan ujicoba ini digelar untuk persiapan Sea Games 2019 Filipina 26 November mendatang.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Timnas U-22 Indonesia akan menghadapi Iran dalam laga persahabatan menuju SEA Games 2019.

Pertandingan tersebut digelar di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Rabu (13/11/2019) pukul 16.30 WIB.

Laga kontra Iran akan berlanjut di Stadion Pakansari, Bogor, pada Sabtu (16/11/2019).

Melansir Bola Sport, meski demikian, Pelatih Indra Sjafri masih memiliki pekerjaan rumah di lini depan.

Pasalnya, Timnas Indonesia U-22 tengah mengalami krisis striker murni.

Baca: Djaduk Ferianto

Baca: Seniman Asal Yogyakarta Djaduk Ferianto Meninggal Dunia Dini Hari, Tompi Beri Ucapan Bela Sungkawa

“Sebenarnya, untuk pemain usia 22 tahun, saya mempunyai Marinus Wanewar yang saya bawa ke Piala AFF U-22," dikutip dari Antara News.

"Ketika dia cedera, saya harus mencari striker kelahiran 1997, tetapi pemain yang benar-benar kami harapkan tidak muncul,” lanjut Indra Sjafri.

Memang Timnas Indonesia U-22 tidak memiliki striker murni lain setelah Marinus Wanewar.

Situasi itulah yang membuat Indra Sjafri harus melakukan eksperimen untuk menentukan komposisi mematikan di lini depan.

Pemain Tim Nasional Indonesia Alberto Goncalves merayakan gol ke gawang Uni Emirat Arab (UEA) dalam pertandingan babak 16 besar sepakbola Asian Games 2018 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, Jumat 924/8/2018). Indonesia gagal melaju ke babak selanjutnya setelah dikalahkan UEA dalam adu pinalti setelah bermain imbang 2-2 pada waktu normal. (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Ia menunjuk Muhammad Rafli sebagai juru serang Garuda Muda.

Meski demikian, sebenarnya Muhammad Rafli adalah gelandang serang.

Tak hanya Rafli, Indra Sjafri juga memanggil Alberto Goncalves.

SEA Games 2019 memang memperbolahkan peserta membawa dua pemain yang berusia di atas 22 tahun, dari 20 skuad yang ada.

Karena itulah striker Timnas Senior yang akrab disapa Beto ini dipanggil.

Sayangnya, Beto mengalami cedera saat memperkuat Madura United di Liga 1 2019.

Kini ia masih menjalani masa pemulihan walaupun tetap ikut bergabung dengan timnas U-22 yang bertolak ke Bali.

Seandainya pada akhirnya Beto tidak dapat diandalkan pada SEA Games nanti, masih ada sosok lain yang sudah ada dalam rencana Indra Sjafri.

Baca: Gambia Resmi Laporkan Myanmar ke Mahkamah Internasional: Ada Dugaan Pembunuhan Warga Muslim Rohingya

Baca: Tuntaskan Musim Balap CEV 2019, Ini Sejumlah Pekerjaan Rumah Pembalap Astra Honda

Osvaldo Haay (instagram @valdo_haay dan kompas)

Pemain yang dimaksud adalah gelandang serang Persebaya Surabaya, Osvaldo Haay.

"Kalau Beto tidak bisa, maka Osvaldo Haay bisa menjadi striker," tutur Indra Sjafri.

Sadar dengan krisis striker pada level U-22, Indra Sjafri berharap timnas Indonesia yang berada di level lebih muda membantu regenerasi penyerang mumpuni.

“Timnas U-16 dan U-19 mempunyai striker menjanjikan. Akan tetapi, mereka harus diberikan kesempatan bertanding lebih banyak agar berkembang,” tutur Indra Sjafri menutup.

Cabang olahraga sepak bola SEA Games 2019 akan dipertandingkan pada 30 November - 11 Desember mendatang.

Sejumlah pemain Timnas Indonesia U-23 menggelar latihan jelang ujicoba melawan Timnas Iran U-23 di Stadion Samudra, Kuta, Badung, Selasa (12/11). Pertandingan ujicoba ini digelar untuk persiapan Sea Games 2019 Filipina 26 November mendatang. (Tribun Bali/Rizal Fanany)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin/Bolasport)



Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Adya Rosyada Yonas
BERITA TERKAIT

Berita Populer