Informasi awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM – Gunung Nevado del Ruiz di Kolombia meletus pada 13 November 1985.
Letusan Gunung Nevado del Ruiz mengalirkan lahar masif dan menewaskan sekitar 23.000 orang.
Sebelumnya, Gunung Nevado del Ruiz pernah meletus pada 1595 dan 1845.
Erupsi Gunung Nevado del Ruiz merupakan bencana gunung berapi terburuk keempat di dunia yang diketahui.[1]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 12 November Diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 11 November 1500 – Traktat Granada yang Membagi Kerajaan Napoli Disepakati
Sekilas Gunung Nevado del Ruiz
Nevado del Ruiz adalah sebuah gunung berapi tipe strato atau kerucut yang terletak di perbatasan Departemen Caldas dan Tolima, Republik Kolombia.
Aktivitas vulkanik Nevado del Ruiz sudah eksis sejak dua juta tahun yang lalu.
Kerucut yang terlihat saat ini terlihat, mulai terbentuk pada 150 ribu tahun yang lalu.
Gunung ini biasanya mengeluarkan erupsi bertipa Vulcanian dan Plinian, yang memproduksi pergerakan cepat gas panas dan batuan yang disebut aliran piroklastik.
Erupsi ini sering mengakibatkan aliran lahar sangat besar yang mengancam kehidupan manusia dan lingkungan di sekitarnya.
Dampak letusan seperti ini menjadi lebih parah karena lava meleleh ke salju yang berada di gunung.
Salju akan mencair dan menimbulkan aliran air yang sangat besar.
Nevado del Ruiz adalah menjadi bagian dari Taman Alam Nasional Los Nevados yang juga memiliki beberapa gunung berapi lainnya.[2]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 10 November 1759 - Dramawan Jerman Friedrich Schiller Lahir
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 7 November 1983 – Ruang Senat Amerika Serikat Dibom
Sejarah letusan
Ada dua letusan besar Nevado del Ruiz sebelum 1985 yang tercatat sejarah, yakni pada Maret 1595 dan Februari 1845.
Pada pagi 12 Maret 1596, mengeluarkan tiga erupsi bertipe Plinian.
Beberapa hari sebelum erupsi, terjadi tiga kali gempa bumi.
Suara letusan ini dapat didengar sampai 100 kilometer dari puncak gunung.
Asap yang sangat besar dikeluarkan dan membuat gelap keadaan di sekitarnya.
Erupsi ini mengeluarkan 0.16 km3 tephra dan menyebabkan aliran lahar ke Lembah Guali dan Sungai Lagunilla.
Lahar ini membunuh 600 orang.
Erupsi 1595 mirip dengan erupsi 1985 dalam hal komposisi kimiawi dan material erupsi.
Nevado del Ruiz kembali meletus pada 19 Februari 1845.
Terjadi gempa bumi besar yang menyebabkan aliran lahar.
Lahar ini mengalir turun ke lembah Sungai Lagunillas dan tumpah di saluran sungai, membunuh penduduk lokal.
Setelah mencapai kipas aluvial, aliran lahar bercabang menjadi dua, mengikuti Sungai Lagunillas dan Sungai Sabandija.
Diperkirakan ada 1000 orang yang tewas.[3]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 6 November 1494 - Sulaiman yang Agung Lahir, Raja Terbesar Turki Utsmani
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 5 November 1605 – Guy Fawkes Ditahan dan Persekongkolan Bubuk Mesiu Gagal
Letusan 13 November 1985
Nevado del Ruiz akhirnya meletus lagi pada 13 November 1985, sekitar pukul 21.00 waktu lokal, mengeluarkan campuran abu panas dan lava ke atmosfer.
Kurang dari 3 jam kemudian, bumi bergemuruh karena aliran lahar setinggi hampir 30 meter menyapu ke pedesaaan.
Lahar ini akhirnya mencapai Kota Armero dan membunuh 70% penduduk kota tersebut.
Korban tewas diperkirakan lebih dari 23.000 orang.
Erupsi 1985 bukan erupsi besar, namun erupsi ini melelehkan salju di gunung dan menghasilkan tiga lahar, yakni campuran batu, runtuhan vulkanik, lumpur dan air.
Lahar menerjang dengan kecepatan 30 km/jam dan menyapu tempat-tempat yang dilewatinya, termasuk pohon dan kendaraan.
Lahar akhirnya mengubur kota Armero pada pagi harinya.
Erupsi Nevado del Ruiz tidak terjadi dengan tiba-tiba.
Pada Januari 1985, Central Hidroeléctrica de Caldas (Chec) mengunjungi gunung ini dan menemukan sebuat lubang baru terbentuk di bawah kawah.
Sebuah komite kemudian dibentuk untuk memonitor Naval del Ruiz, namun pada 23 Februari, satu-satunya seismograf di sana rusak.
Pada Maret, tiga geolog, di antaranya adalah John Tomblin, seorang seismolog dari United Nations Office of Disaster Relief.
Mereka merasa aktivitas Nevado del Ruiz abnormal dan menyarankan pemasangan seismograf dan menyiapkan hazard map.
Colombian Institute of Geology and Mining (INGEOMINAS) kemudian meminta seismograf, peralatan lain, dan SDM teknis dari perusahaan lokal dan beberapa negara.
Perusahaan listrik Kolombia dan Kosta Rika mengirimk seismograf dan peralatan lain, sedangkan USGS memberi peralatan untuk mengoperasikan seismograf.
Pada 8 Agustus, Swiss Disaster Relief Corps and Swiss Seismological Service mengirim seorang seismolog bernama Bruno Martinelli untuk memberikan dukungan teknis.
Bruno menyatakan seismograf ternyata diletakkan di tempat yang tidak tepat.
Seismograf tersebut kemudian dipindah.
Pada 11 September, Nevado del Ruiz menyemburkan gas dan uap dalam sebuah erupsi preatik selama tujuh jam, tetapi tidak diikuti erupsi magmatik.
Para ilmuwan kemudian mulai membuat membuat draf hazard map.
Bruno juga sudah memperkirakan bahaya lahar yang terjadi.
Pada 13 Novmber pukul 15.00, Nevado del Ruiz kembali mengeluarkan uap dan gas dalam erupsi preatik.
Keluaran tersebut kemudian berhenti dan hujan mulai turun.
Menurut seorang geolog bernama Jeffrey Marso, tidak tampak tanda-tanda akan terjadi erupsi besar.
Otoritas lokal kemudian bertemu, namun tidak ada prakiraan erupsi yang akan terjadi.
Enam jam kemudian, situasi memburuk ketika sebuah erupsi magmatik terjadi.
Erupsi ini kecil, namun sejam kemudian lahar pertama sudah mencapai kota terdekat, yakni Chinchina.[4]