Tidak jarang juga hujan deras disertai angin kencang beberapa waktu terakhir, seringkali mengakibatkan banjir dan kebocoran atap rumah.
Efek lain yang ditimbulkan dari pergantian musim kali ini, banyak masyarakat yang terserang penyakit lantaran perubahan cuaca yang cukup ekstrim.
Tidak sedikit juga tempat tinggal di beberapa daerah mengalami kerusakan, terutama kebocoran atap genting.
Sehingga perlu adanya usaha ekstra untuk mewaspadai perubahan musim kali ini, terutama kebocoran yang terjadi di setiap rumah.
Baca: Jangan Berhenti Sembarangan saat Memakaikan Jas Hujan, Ini penjelasannya
Baca: WASPADA Penyakit Flu Justru Lebih Rentan Menyerang ketika Musim Panas, Ini Penyebabnya
Berikut upaya menanggulangi kebocoran setiap musim hujan tiba:
1. Awasi kemiringan genteng (atap)
Perhatikan sudut kemiringan genteng, dan sesuaikan dengan standar idealnya yakni 30 derajat.
Kemiringan sebesar 30 derajat digunakan supaya air hujan bisa langsung mengalir ke bawah, dan mencegah terjadi genangan di atap rumah.
2. Pemasangan genteng
Teknik pemasangan antar genteng juga mempengaruhi kebocoran, sebab rapat atau tidaknya sambungan antar genteng merupakan celah potensi air masuk.
Selain mengusahakan kerapatan genteng, lebih baik dilakukan penggantian menggunakan genteng baru atau melapisinya dengan lapisan waterproof.
Atap plafon yang lembab di dalam rumah, sering dihuni rayap kayu dan memicu kelapukan dan akhirnya roboh dan mempermudah aliran air memasuki rumah.
3. Penggunaan material atap
Material atap merupakan faktor utama penyebab kebocoran.
Material berbahan asbes, fiber, dan anti karat dinilai lebih baik daripada material dari genteng tanah liat, genteng beton, dan genteng keramik.
Material seperti asbes, dan fiber memiliki tingkat kemiringan yang lebih bagus untuk mengalirkan air dari atas atap ke bawah.
4. Hindari rembesan air
Air hujan sangat mudah memasuki rumah melalui beberapa celah, salah satunya adalah dinding.
Pemasangan talang (pipa) air di atap rumah, harus selalu diperiksa dengan baik sehingga air tidak mudah turun kedalam rumah melalui dinding.
Tembok dengan kelembapan tinggi mempermudah air masuk, melalui pori-pori cat tembok yang menempel.
Untuk mencegah kebocoran air melalui dinding, dapat dilakukan dengan melapisi menggunakan cat anti air dan pastikan kelembapan sesuai dengan kondisi rumah.
5. Awasi akses pintu dan jendela
Hujan deras dengan angina kencang memicu air masuk ke dalam rumah, tanpa harus melalui dinding dana tap rumah.
Celah kecil pada pintu dan jendela, merupakan jalur aliran air masuk dan menggenangi rumah.
Untuk meminimalisir air hujan masuk melalui pintu dengan akses langsung ke luar, dibutuhkan atap yang cukup lebar untuk menghalau air hujan dari atap langsung mengalir ke dalam rumah.
Baca: PERINGATAN DINI BMKG: Waspada Hujan Lebat disertai Angin Kencang dan Petir di Lokasi Berikut Ini!
Baca: Memasuki Musim Pancaroba, Berikut Ini Tips Agar Tubuh Tetap Fit dan Terhindar dari Penyakit
Efek dari musim hujan tidak hanya berdampak kesehatan masyarakat dan kebocoran pada rumah, tetapi juga mengakibatkan peningkatan populasi rayap kayu di sekitar rumah.
Kerusakan yang ditimbulkan dari rayap kayu cukup besar, mulai dari keropos hingga roboh.
Dilansir dari kompas.com berikut tanda-tanda apabila rumah sudah terserang rayap kayu:
1. Gumpalan kecil seperti lumpur
Keberadaan rayap kayu sering ditandai dengan adanya serbuk kayu, dan lubang-lubang bekas gigitan serangga ini di beberapa perabot kayu.
Namun keberadaan rayap tidak mudah ditemukan, karena serangga ini bersarang dibawah rumah atau di sela-sela dinding.
2. Ketuk perabot kayu
Perabot kayu dalam kondisi lembap menjadi incaran rayap kayu, terutama apabila diketuk terasa hampa kemungkinan besar telah dirusak oleh rayap kayu.
Baca: Info BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem November-Desember, Puncak Musim Hujan Terjadi Pada Januari-Februari
Baca: Titik Panas Kebakaran Hutan Masih Tinggi, BMKG: Musim Hujan Diprediksi Mundur
Dilansir dari Nakita.grid.id untuk mengatasi serangan rayap kayu dan kelembapan tinggi di sekitar rumah tinggal, cukup melakukan hal berikut:
1. Biji kopi
Biji kopi panggang atau kopi bubuk memiliki bau yang kuat dan dapat mengurangi bau lembab.
Dapat digunakan juga mengatasi bau di tempat sampah, lemari pakaian, dan ruang kurang ventilasi.
2. Jus Lemon
Aroma sitrat dalam kandungan lemon merupakan zat aktif pembersih ekologis, dan bermanfaat sebagai penghilang bau lembab.
3. Kayu Manis
Bumbu aromatik khas kayu manis mengandung minyak esensial anti mikroba yang dapat menghilangkan virus mikro organisme.
Bau aromatik yang khas dapat digunakan dan membuat udara jauh lebih nyaman terutama ruangan dengan ventilasi minim.
4. Garam Laut
Daya serap garam laut yang tinggi, menjadikannya solusi bahan yang sangat baik untuk menyingkirkan bau pada ruangan lembab(*).