Dilanda api cemburu, pria asal Semarang Timur berinisial AS (35) secara tega meracuni M (inisial), istrinya yang kini tengah hamil 8 bulan.
Aksi licik AS terbongkar setelah kasus ini ditangani polisi.
Sebelumnya, percobaan pembunuhan itu terjadi pada 4 November lalu di kawasan Barito.
Pelaku meracuni sang istri dengan menuangkan 4 bungkus racun tikus ke dalam minuman.
Kapolsek Semarang Timur Iptu Agil Widiyas Sampurna membeberkan motif AS berbuat kejam ke istrinya,
"Perbuatan nekat itu dilakukan karena merasa cemburu kepada istrinya yang mengaku selingkuh dengan pria lain di tempat kerjanya.
Lalu pelaku berpura-pura memberikan minunan penyegar yang sudah dicampur racun tikus, kemudian langsung kabur," ujar Agil, Senin (11/11/2019), dikutip dari Kompas.com.
Baca: Geger Pria Misterius Minta Ginjal Siswa SD Tangsel, Orang Tua Ketakutan, Sekolah Siap Antar Pulang
Setelah menikah, lanjut Agil, AS mengaku sempat meminta M yang statusnya bekerja sebagai pekerja seks komersial (PSK) di kawasan tersebut.
Tujuannya untuk berhenti meninggalkan pekerjaan agar tidak bertemu dengan selingkuhannya.
"Tapi, itu hanya alasan saja sebab diduga pelaku sengaja menjual istrinya sebagai PSK karena terbebani utang.
Kemudian, pelaku menuduh istrinya dihamili oleh pelanggan," ujar Agil.
Setelah peristiwa ironis itu, M yang sedang hamil 8 bulan langsung dilarikan ke RS Panti Wilasa Citarum, Semarang, untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif karena keracunan.
Sementara, kepolisian yang mendapatkan laporan, segera menangkap pelaku dan dijerat Pasal 338 juncto 53 KUHP tentang tindak Pidana Percobaan Pembunuhan, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
Pasca peristiwa itu, kata Agil, saat ini kondisi M dan bayinya berangsur membaik setelah dirawat di rumah sakit.
"Alhamdulillah barusan kami sudah ketemu korbannya.
Kondisi korban dan bayinya selamat dan baik-baik semua," kata Agil.
Baca: Rizieq Shihab Klaim Terima Surat Cekal, Imigarasi Membantah, Mahfud MD Pertanyakan Keaslian
Kasus lain, pasangan suami istri di Kecamatan Langowan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, DR (40) dan SM (39), ditemukan tewas mengenaskan, Minggu (10/11/2019).
Diduga, DR menghabisi nyawa istrinya, setelah itu memutuskan untuk bunuh diri.
Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang mengatakan, menurut keterangan anak korban yang masih usia 12 tahun, sekitar pukul 09.00 Wita, dia terbangun dari tidur kemudian mencari orangtua dengan cara memanggil-manggil ayah dan ibunya. Namun, tidak ada jawaban.
Ketika masuk ke dalam kamar orangtuanya, sang anak melihat ada bercak darah di kasur dan bantal serta dinding.
Kemudian dia memberitahukan kepada kakaknya yang berumur 15 tahun yang tengah menonton televisi.
Namun, kakaknya tidak menghiraukan karena kakaknya mengetahui ayahnya mengantar orang ke bandara.
Sementara ibunya sedang beribadah di gereja.
Tak lama kemudian, datang bibi dan pamannya dengan maksud membawa adik mereka masih berumur 1,5 tahun yang sebelumnya dititipkan.
Sekitar pukul 13.00 Wita, pamannya menanyakan keberadaan orangtua mereka. Namun, anak korban mengatakan sudah tidak mengetahui keberadaan kedua orangtuanya.
Baca: Menikah dengan Aida Chandra, Delon Thamrin Tak Pernah Menyangka Akan Menikah Lagi
Lalu, anak korban menjelaskan kepada pamannya bawah dia melihat ada bercak darah di dalam kamar orangtua mereka.
Setelah itu, pamannya masuk dan melihat memang betul ada bercak darah.
Saat diperiksa di dalam kamar mandi, ditemukan korban tewas mengeluarkan banyak darah darah dengan luka sabetan senjata tajam.
Selanjutnya, mereka melaporkan hal tersebut kepada pemerintah daerah setempat.
Dari pemeriksaan, anak korban menjelaskan bahwa orangtua mereka seringkali cekcok karena ayah mereka diduga memiliki selingkuhan.
Bahkan, pernah diurus oleh pemerintah setempat karena kasus perselingkuhan.
"Diduga pelakunya adalah suaminya sendiri," kata Denny saat dihubungi Kompas.com, Minggu malam.
Di tempat berbeda SM (39) ditemukan lebih dulu sekitar pukul 14.00 Wita.
Sedangkan, DR (40) ditemukan beberapa jam kemudian sudah tewas gantung diri di perkebunan miliknya yang tak jauh dari rumahnya.
DR diduga telah membunuh istrinya lebih dulu, kemudian bunuh diri.
Motif pembunuhan diduga dilatarbelakangi masalah keluarga.
Di mana sang istri telah mengetahui suaminya memiliki wanita lain sehingga terjadi cekcok yang berujung pembunuhan.
"Usai dibunuh, pelaku membalut korban dengan kasur dan selimut kemudian menyeret korban ke kamar mandi di kamar tempat kejadian," ujar Denny.