Informasi awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM – Traktat Granada adalah perjanjian pembagian Kerajaan Napoli menjadi dua bagian, disepakati pada 11 November 1500.
Traktat Granada disepakati dua pihak yang berkonflik memperebutkan tahta Kerajaan Napoli, yakni Louis XII dari Prancis dan Ferdinand II dari Aragon.
Sebelumnya Traktat Granada dibuat, Kerajaan Napoli diperintah Frederick IV yang masih mempunyai keturunan Aragon.
Dalam Traktat Granada, Prancis mendapat wilayah Kerajaan Napoli bagian utara sedangkan Spanyol mendapat bagian selatan.[1]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 10 November 1759 - Dramawan Jerman Friedrich Schiller Lahir
Baca: Hari Ini dalam Sejarah : 8 November 1895 - Wilhelm Conrad Rontgen Menemukan Sinar X
Latar belakang
Kerajaan Napoli berasal dari Kerajaan Sisilia yang diperintah dinasti dari Prancis.
Ketika terjadi Pemberontakan Vespiri Italia pada 1282, Charles dari Anjou dipaksa meninggalkan Pulau Sisilia oleh pasukan Peter III dari Aragon.
Namun, Charles berhasil mempertahankan wilayahnya di semenanjung Italia.
Napoli kemudian menjadi “Kerajaan Napoli”, meskipun nama resminya masih Kerajaan Sisilia.
Charles dan penerusnya masih mengklaim Sisilia dari Aragon sampai 1373 ketika Joan I dari Napoli mengakhiri klaim tersebut.
Karena tidak memiliki anak, Joan I mengadopsi Louis I, Adipati Anjou, sebagai penerusnya.
Namun, saudara sepupunya, Pangeran Durazzo juga menginginkan tahta Napoli.
Durazzo kemudian membunuh Joan I dan bertahta sebagai Charles III dari Napoli.
Joan II, anak Charles III, mengadopsi Alfonso V dan Aragon dan Lous III dari Anjou sebagai penerusnya.
Namun, tahta Napoli kemudian jatuh ke tangan Rene dari Anjou.
Pada 1442, Alfonso V menaklukkan Napoli dan menyatukan Sisilia dan Italia lagi sebagai bagian dari Aragon.
Namun, pada 1458 kerajaan tersebut berpisah lagi dan Napoli diperintah Ferdinand atau Ferrante, anak Alfonso.[2]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 7 November 1983 – Ruang Senat Amerika Serikat Dibom
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 6 November 1494 - Sulaiman yang Agung Lahir, Raja Terbesar Turki Utsmani
Invasi Prancis
Paus Innocent VIII tidak menyukai Ferdinand karena dia menolak membayar pungutan feodal, padahal Paus sudah lama mengklaim bahwa Napoli adalah fiefdom kepausan.
Ferdinand juga dianggap sebagai raja yang kejam.
Paus mengeksomunikasi Ferdinand dan menyatakan bahwa dia bukan penguasa sah.
Paus kemudian meminta Prancis mengintervensi dan menawarkan tahta Napoli pada Charles VIII.
Charles VIII selanjutnya mengklaim tahta Napoli melalui garis keturunan kakeknya.
Meskipun Paus kemudian berdamai dengan Ferdinand, Charles VIII telanjur percaya bahwa dia adalah penguasa sah Napoli.
Charles VIII kemudian menginvasi Napoli pada 1494 dan mengalahkan pasukannya dengan mudah.
Namun, negara-negara di Italia takut dengan kedatangan Prancis dan mulai membentuk persekutuan untuk melawannya.
Selain itu, raja Napoli juga meminta bantuan keluarga Kerajaan Spanyol untuk mengembalikan kerajaannya.
Menghadapi banyak kekuatan, Prancis terpaksa meninggalkan Italia.
Charles VIII meninggal pada 1498 dan Napoli di bawah kendali Spanyol.[3]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 5 November 1605 – Guy Fawkes Ditahan dan Persekongkolan Bubuk Mesiu Gagal
Baca: Hari ini dalam Sejarah: 3 November 2014, One World Trade Center Resmi Dibuka
Traktat Granada
Louis XII, penerus Charles VIII, membuat sebuah perjanjian rahasia yang dikenal sebagai Traktat Granada pada 11 November 1500.
Mereka setuju membagi Napoli setelah menurunkan Frederick IV dari tahta Napoli.
Rencana mereka berhasil dilakukan setelah Paus Alexander VI menyetujuinya pada 25 Juli 1501.
Pada 25 Juli 1501, Frederick IV menyerahkan tahtanya.
Traktat Granada membagi Napoli menjadi dua bagian, bagian utara dikuasai Prancis sedangkan Spanyol mendapat bagian selatan.[4]