Aziz menuturkan, kasus ini juga sempat dibawa ke ranah hukum untuk mencari solusi atas sengseta lahan itu.
"Tapi ternyata keduanya melakukan pertemuan di kebun yang bersengketa tadi pagi. Mereka cekcok di sana," beber Aziz.
Keduanya bertemu di lahan yang disengketakan pada pukul 06.00 Wita, pertemuan itu pun diwarnai cekcok dan pertengkaran.
Menurut Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Biringbulu, Aiptu Andi Akbar, pertengkaran keduanya disaksikan oleh seorang warga bernama Noro.
Noro yang sedang mencai biji kemiri itu tak sengaja melihat kejadian itu dari jarak kurang lebih 70 meter.
Kemudian terlihat Haji Saju menebas parangnya ke keponakannya tersebut.
Kemudian Noro lari ke perkampungan dan berteriak bahwa ia melihat ada orang diparang.
Warga yang mendapat informasi itu pun langsung berdatangan ke tempat kejadian perkara (TKP).
Kasubbag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan menjelaskan bahwa pelaku telah diamankan petugas.
Pasalnya, pelaku telah menyerahkan diri usia melakukan pembunuhan sadis ini.
"Terduga telah menyerahkan diri dan dievakuasi ke Polres Gowa," beber Tambunan kepada Tribun.
Aparat kepolisian Polres Gowa bersama Polsek Biringbulu pun kemudian langsung melakukan olah TKP.
4. Kepala korban terputus
Seperti di foto yang beredar di media sosial, kepala korban dikatakan putus dari badannya.
Hal ini dibenarkan oleh Noro, saksi langsung dari kejadian tersebut.
Ia melihat Haji Saju, sang pelaku menebaskan parang ke keponakannya yang mengakibatkan badan dan kepala terputus hingga terpental sekitar lima meter.
Pada pukul 10.30 Wita jenazah korban dbawa ke Puskesmas Tonrorita untuk dilakukan visum.
Hasil visum pun memperlihatkan bahwa leher korban putus dan terdapat luka di siku tangan kanan dan jari tangan kiri.
Baca: Rizieq Shihab Klaim Terima Surat Cekal, Imigarasi Membantah, Mahfud MD Pertanyakan Keaslian
Baca: Waspada Musim Hujan, Berikut Hal-hal yang Perlu Dilakukan Agar Tetap Aman selama Musim Hujan
Setelah divisum, korban kemudian di bawa ke rumahnya untuk dimandikan dan dikebumikan di perkuburan keluarga di kampug Balombong Kelurahan Camba Jawa, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto.