3. Gedung Grahadi
Gedung Grahadi lokasinya masih berdekatan dengan Tugu Pahlawan.
Gedung Grahadi dibangun pada masa pemerintahan Residen Dirk Van Hogendorps (1794-1798) tepatnya pada tahun 1795.
Gedung Grahadi diambil dari bahasa sansekerta yang berarti rumah bernilai derajat tinggi.
Gedung ini kini menjadi kediaman resmi Gubernur Jawa Timur dan masih berbetuk seperti aslinya meski telah berusia lebih dari dua abad.
4. House of Sampoerna
Salah satu saksi bisu pertempuran pejuang Surabaya dengan tentara sekutu Inggris untuk kali pertama adalah House of Sampoerna.
Kontak senjata pertama kali terjadi di sekitaran theater atau Bioskop Sampoerna dan Pabrik Rokok Liem Seeng Tee.
Hingga saat ini House of Surabaya yang merupakan kompleks Sampoerna Theater masih terawat dengan baik.
Kini Sampoerna Teater telah berubah menjadi museum sejarah perjalanan perusahaan rokok Sampoerna.
Baca: Mengenal Sosok Rasuna Said, Sang Pahlawan Indonesia: Kisah Singa Betina yang Tak Semua Orang Tahu
5. Jalan Tunjungan
Jalan Tunjungan yang berada di kawasan Tunjungan Plaza menjadi sangat ramai setelah peristiwa 10 November.
Pasalnya pada 10 November 1945 terjadi hantaman senjata arek-arek Surabaya melawan Sekutu.
6. Hotel Yamato
Diketahui Hotel Yamato merupakan saksi sejarah terjadinya pertempuran 10 November.
Hotel Yamato yang sebelumnya dikenal sering berganti nama menjadi LMS, Oranhe Hotel, kini lebih dikenal dengan nama Hotel Majapahit.
Hotel tersebut dibangun tahun 1910 dan terus mengalami renovasi dan juga berevolusi.
7. Jembatan Merah
Nama Jembatan merah didapatkan lantaran pada 10 November terjadi pertumpahan darah disana.
Jembatan merah sudah ada sejak zaman VOC dan masih kokoh hingga sekarang.
Jembatan merah merupakan sarana penting untuk menuju Gedung Karesidenan Surabaya melewati Kalimas. (TribunnewsWiki.com/Melia Istighfaroh)
Baca: Alasan Lengkap 12 Zodiak Kenapa Sulit Jatuh Cinta, Capricorn Takut Cintanya Tak Terbalaskan