Informasi awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM – Sebuah bom meledak di ruang Senat Amerika Serikat (tepatnya di ujung timur koridor) yang berada di lantai dua sayap utara Gedung Capitol atau Parlemen Amerika pada 7 November 1983 pukul 22.58.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini namun kerugian ditaksir mencapai $250.000.
Beberapa menit sebelum bom meledak, seseorang yang mengklaim dirinya mewakili “Armed Resistance Unit” menelepon bahwa sebuah bom diletakkan dekat ruang Senat sebagai balasan atas keterlibatan militer Amerika Serikat di Grenada dan Lebanon.
Setelah melakukan penyelidikan selama lima tahun, agen federal menangkap enam anggota sebuah kelompok yang disebut Resistance Conspiracy pada Mei 1988.
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 6 November 1494 - Sulaiman yang Agung Lahir, Raja Terbesar Turki Utsmani
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 5 November 1605 – Guy Fawkes Ditahan dan Persekongkolan Bubuk Mesiu Gagal
Mereka diduga terlibat dalam pengeboman ini.
Setelah peristiwa ini, keamanan mulai ditingkatkan di seluruh area Gedung Capitol.
Area di luar Senate Chamber yang sebelumnya dibuka untuk publik, kemudian ditutup permanen. [1]
Latar belakang dan kronologi
Pada Oktober 1983, militer Amerika Serikat menginvasi Grenada dan mengganti pemerintahan sosialis di sana dengan pemerintahan Gubernur Jenderal Paul Scoon dan Ketua Dewan Penasihat Sementara Nicholas Brathwaite.
Invasi tersebut didukung 64 rakyat Amerika, tetapi ditolak kelompok sayap kiri Resistance Conspiracy.
Selain itu, pada bulan yang sama, barak Angkatan Laut Amerika justru dibom di Beirut Libanon.
Anggota Resistance Conspiracy merasa bahwa Amerika Serikat seharusnya tidak campur tangan terhadap apa yang terjadi di negara-negara Timur Tengah atau pun negara-negara kepulauan yang berpemerintahan sosialis.
Mereka memutuskan “menyadarkannya” dengan mengebom Senat Amerika Serikat pada 7 November 1983.
Pada hari itu, Senat selesai pada pukul 19.02.
Baca: Hari ini dalam Sejarah: 3 November 2014, One World Trade Center Resmi Dibuka
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 2 November 1988 - Morris Worm Mulai Menginfeksi Komputer
Ada sebuah penyambutan ramai digelar di dekat ruang Senat, dan baru selesai dua jam kemudian.
Pada pukul 22.58, terjadi ledakan di lantai dua Gedung Capitol sayap utara.
Sementara itu, ruang-ruang di sekitarnya sepi.
Beberapa menit sebelum ledakan terjadi, seseorang yang mengklaim dirinya mewakili “Armed Resistance Unit” menelepon bahwa sebuah bom diletakkan dekat ruang Senat sebagai balasan atas keterlibatan militer Amerika Serikat di Grenada dan Lebanon
Bom tersebut disembunyikan di bawah bangku yang berada ujung timur koridor, luar ruang Senat, merusak pintu kantor Pemimpin Demokrat Robert C. Byrd.
Senator Byrd merupakan pendukung keterlibatan Amerika di Grenada dan pembalasan atas serangan yang menimpa Angkatan Laut Amerika Serikat di Lebanon.
Ledakan tersebut juga melubangi dinding pemisah dan mengirimkan bata bubuk, lepa, dan kaca ke tempat penitipan pakaian para Republikan.
Ledakan ini tidak menyebabkan kerusakan struktural Gedung capitol.
Ada beberapa cermin, lampu gantung, dan perabotan yang rusak.
Total kerugian diperkirakan $250.000 atau setara $630.000 pada 2018. [2]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 1 November 1512 Karya Michelangelo di Kapel Sistina Diperlihatkan ke Publik
Baca: Hari Ini Dalam Sejarah: 1 November Hari Inovasi Indonesia
Penyelidikan
Armed Resistance Unit atau Resistance Conspiracy mengklaim bertanggung jawab atas ledakan ini.
Melalui rekaman pernyataan yang dikirimkan ke National Public Radio, mereka menyatakan, tujuannya adalah menyerang lembaga pemerintahan imperialis, bukan individu anggota kelas yang berkuasa dan pemerintahan.
Mereka juga menyatakan tidak berniat membunuh satu pun dari mereka saat ini, tetapi hidup mereka tidak suci.
Setelah penyelidikan selam lima tahun, agen federal menangkap enam anggota Resistance Conspiracy dan mendakwanya melakukan pengeboman di Gedung Capitol, Fort McNair, dan Washington Navy Yar.
Jaksa federal memenjarakan Laura Whitehorn dan Linda Evans dalam waktu yang lama atas konspirasi dan perusakannya terhadap properti pemerintah.
Setelah peristiwa ini, keamanan mulai ditingkatkan di seluruh Gedung Capitol.
Area di luar Senate Chamber yang sebelumnya dibuka untuk publik, kemudian ditutup permanen. [3]