Turki Tangkap Anggota Keluarga Baghdadi, Erdogan: Kami Tak Ribut seperti Amerika

Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dalam pidatonya di Universitas Ankara, Presiden Erdogan mengumumkan Turki telah menangkap istri dari pemimpin ISIS, Abu Bakr Al Baghdadi

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengumumkan telah menangkap istri Abu Bakr al Baghdadi yang berada di Suriah.

Selain istri Baghdadi, pasukan Turki juga menangkap saudara perempuan dan kakak ipar dari pimpinan ISIS tersebut.

Pengumuman Erdogan tersebut disampaikan dalam pidatonya di Universitas Ankara, Turki, seperti dilaporkan Independent, Rabu (6/11/2019).

Erdogan menerangkan tidak akan menjelaskan lebih detail terkait dengan pasukannya.

"Amerika Serikat mengatakan bahwa Baghdadi bunuh diri di sebuah terowongan. Mereka memulai membangun komunikasi dengan kampanye ini", ujarnya Rabu (6/11/2019) di Universitas Ankara.

"Tapi aku umumkan di sini untuk pertama kalinya: Kami menangkap istrinya, dan tidak buat ribut seperti mereka (AS). Kami juga telah menangkap saudara perempuan dan kakak laki-laki iparnya di Suriah."

Abu Bakar al-Baghdadi muncul dalam video yang dirilis ISIS pada tanggal 29 April 2019. Klaim Sudah Bunuh Pemimpin ISIS, Trump Gambarkan Al Bagdhadi Mati bak Anjing: Menangis dan Menjerit. (Reuters)

Turki Juga Tangkap Kakak Tertua Baghdadi

Dalam minggu ini, otoritas Turki mengungkapkan telah berhasil menangkap seorang perempuan yang dianggap sebagai kakak perempuan tertua Baghdadi, yakni Rasmiya Awad yang tinggal di kontainer trailer dengan keluarganya di Suriah.

Pihak Turki menambahkan bahwa Rasmiya tertangkap dalam serangan yang dilakukan Senin di dekat Kota Azaz bersama suaminya, saudara ipar perempuan, dan 5 orang anak.

Sebelumnya, adik dari Baghdadi dilaporkan terbunuh dalam serangan Amerika Serikat di dekat Provinsi Idlib pada akhir bulan.

Al-Baghdadi diperkirakan berusia 48 tahun ketika tewas meledakkan diri di Idlib, Suriah, 26 Oktober lalu.

Abu Bakr al-Baghdadi, yang nama aslinya adalah Ibrahim Awad Ibrahim al-Badri adalah seorang warga Irak asal kota Samarra, utara Baghdad, dilaporkan Sputniknews, (6/11/2019).

Beberapa hari kemudian, ISIS secara resmi mengumumkan kematian al-Baghdadi dan menyebut Abu Ibrahim al-Hashemi al-Qurashi sebagai pemimpin baru mereka.

Baca: Al-Baghdadi Meledakkan Dirinya, Pentagon Rilis Foto & Video Penyerbuan Tentara AS ke Markas ISIS

Baca: Usai Kematian al-Baghdadi, ISIS Tunjuk Pemimpin Baru dan Peringatkan Amerika dalam Siaran Radio

 

Departemen Pertahanan Amerika Serikat Rilis Foto Serangan ke Markas ISIS

Pentagon merilis rekaman video yang menunjukkan serangan terhadap pemimpin kelompok ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi.

Jenderal Korps Marinir Kenneth F. McKenzie, selaku Komandan Pusat Komando Amerika Serikat merilis rekaman video ini pada jumpa pers, Rabu, (30/10/2019).

Dalam laporan Fox News (31/10/2019), McKenzie mengatakan,  pasukan khusus Amerika Serikat memberi perlawanan dengan menyerang sejumlah kompleks pertahanan ISIS di Suriah Utara, pada Sabtu lalu waktu setempat dan berakhir saat Baghdadi meledakkan dirinya sendiri menggunakan rompi peledaknya.

Secara keseluruhan, serangan pasukan Amerika Serikat menewaskan 6 anggota ISIS termasuk al-Baghdadi, 4 perempuan, dan seorang pria.

McKenzie juga memberi klarifikasi bahwa ledakan rompi dari al-Baghdadi juga menewaskan dua orang anak yang dibawa bersamanya ketika tentara AS menjemputnya.

Diakui oleh McKenzie bahwa bocah yang dibawa al-Baghdadi berumur di bawah 12 tahun.

"Dia (al-Baghdadi) merayap dalam sebuah lubang dengan dua anak kecil dan meledakkan dirinya sendiri saat orang-orangnya mulai diserang oleh sejumlah pasukan AS," ujar MzKenzie.

Tangkapan layar memperlihatkan pasukan khusus Amerika Serikat menyerang markas ISIS dalam dua arah (Pentagon kepada FoxNews)

Penjelasan Video Rilis Pentagon

Dilansir oleh CNN, video pertama diambil dari udara melalui drone memperlihatkan pasukan komando mendekati markas al-Baghdadi.

Kemudian terdapat video yang menunjukkan sejumlah serangan kombatan dari bawah kepada pasukan helikopter di atas, sebelum kemudian dilenyapkan oleh rentetan peluru dengan menggunakan Pesawat US F-15 Fighter Jets dan MQ-9 Reaper Drones untuk membombardir lokasi saat sudah jelas dikonfirmasi.

Saat serangan udara diluncurkan, dalam video tersebut juga memperlihatkan para kombatan berhamburan.

Video selanjutnya memperlihatkan Pasukan Delta AS mendekati markas al-Baghdadi dari dua arah.

Operasi khusus AS menggunakan amunisi taktis untuk meledakkan sejumlah lubang-lubang di beberapa dinding yang ada di markas.

Pasukan AS juga masuk dengan menggunakan bantuan unit anjing K-9.

McKenzie juga menjelaskan bahwa beberapa orang - non kombatan - sempat melarikan diri dari markas al-Baghdadi.

Mereka telah diperiksa apakah membawa senjata atau peledak sebelum kemudian dilepaskan usai penggerebekan di markas al-Baghdadi.

Kelompok yang bukan kombatan diperlakukan secara manusiawi, termasuk 11 anak-anak yang dijauhkan dari markas tersebut, seperti dilaporkan McKenzie.

"Terlepas dari serangkaian kekerasan dalam penyerbuan, segala upaya dilakukan untuk mencegah adanya korban dari sipil, dan untuk melindungi anak-anak yang kami curigai ikut berada di dalam markas", ujar McKenzie.

Tangkapan Layar video peledakan sejumlah markas ISIS oleh pasukan Amerika Serikat (Pentagon kepada FoxNews)

Baca: Pemimpin ISIS Al-Baghdadi Dikabarkan Tewas karena Serangan AS di Suriah

Baca: Al-Baghdadi Tewas, Putra Mahkota Arab Saudi Ucap Selamat ke Trump

Pernyataan Resmi Donald Trump

Dalam pernyataan resminya, Presiden AS Donald Trump menjelaskan serangan udara pasukan AS pada malam hari di Suriah Barat Laut, Provinsi Idlib, Suriah.

Trump menjelaskan bahwa tak ada pasukan AS yang terbunuh dalam operasi.

Operasi ini memakai pasukan operasi khusus AS yang terbang melintasi berbagai macam pangkalan teritorial militer yang dikontrol oleh sejumlah negara dan pasukan, 

Operasi khusus ini menandai kebijakan luar negeri yang signifikan Donald Trump, setelah  sebelumnya terkena isu impeachment, dan kecaman luas dari Partai Republik atas kebijakannya atas Suriah.

Pencapaian Terbesar

Kematian al-Baghdadi merupakan pencapaian terbesar dalam pertarungan melawan ISIS yang telah merusak sejumlah wilayah di Suriah dan Irak serta berusaha membuat kampanye global dengan mengusung "kekhalifahan".

Sebaliknya, kampanye Amerika Serikat bersama sejumlah pasukan sekutu berhasil mengambil sejumlah wilayah kekuasaan teritorial kelompok tersebut.

Namun demikian, ideologi yang membenarkan kekerasan tersebut masih berlanjut dan terus menginspirasi serangan-serangan lain.

Tewasnya al-Baghdadi sebelumnya berhasil diidentifikasi berdasarkan uji DNA yang dilakukan di tempat.

Jenazah Baghdadi kemudian dibuang ke laut.

--

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)



Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Ekarista Rahmawati Putri

Berita Populer