Alasannya adalah karena sang putri yang sudah menginjak usia 30 tahun tersebut belum juga menikah.
Dikutip dari South China Morning Post pada Rabu (6/11/2019), Lin (30), memanggil polisi di Changzou, Provinsi Jiangsu, China pada bulan September lalu.
Ketika petugas kepolisian tiba di lokasi, mereka melihat Lin mengalami luka di beberapa bagian tubuh seperti lengan dan kaki.
Meski sudah terbukti memukuli anaknya, ibu dari Lin mengatakan jika dia memukuli putrinya, bukan orang lain, yang dijadikannya sebagai dalih untuk pembenaran.
Diketahui, ini bukan kejadian pertama yang dialami Lin.
Lin mengaku jika sang ibu sering memukulinya karena dia belum juga menikah ketika usianya sudah 30 tahun.
Dia juga mengatakan jika ibunya sering mengeluh karena Lin tidak bisa mendapatkan banyak uang dari pekerjaan sebelumnya, sebelum akhirnya berhenti dan membantu ibunya di restaurant mereka.
Baca: Bayi Tewas Dibungkus Plastik dan Dimasukkan ke Mesin Cuci, Ini Kronologi dan Alasan Pelaku
Baca: Pergoki 2 Maling Masuk Rumahnya, Ibu Hamil Ini Tembaki dengan Senapan AR-15: Satu Orang Tewas
Menurut polisi, Lin telah melaporkan ibunya dua kali pada bulan Agustus untuk kasus yang sama.
Tetapi saat itu, karena luka-luka yang dialami Lin tidak separah saat ini, ibunya hanya diberikan surat peringatan oleh kepolisian.
Selain itu, mereka juga diminta menandatangi surat mediasi.
Untuk kasus kali ini, ibu Lin akan ditahan.
Lin juga mengatakan jika dirinya bersedia membebaskan sang ibu jika dirinya dibayar 80 ribu yuan sebagai kompensasi.
Sang ibu yang mendengar pernyataan Lin itu juga sempat pingsan.
Setelah dibujuk oleh kerabat lain, lin akhirnya setuju untuk melakukan mediasi dan membebaskan sang ibu dengan jaminan.
Ibu dari Lin juga membeberkan jika konflik antara dirinya dan anaknya terjadi karena Lin selalu bertindak menentang dirinya, dan mengelak saat disuruh membersihkan rumah.
"Saya menjadi sangat marah dan mengatakan kepadanya jika ia mengatakannya lagi, saya akan menamparmu," kata sang ibu.
"Dia menyuruh saya untuk melakukannya (memukul). Lalu saya melihat tongkat besi di dapur, jadi saya mengambilnya dan memukuli putri saya. Dia kemudian lari," tambahnya.
Baca: Seorang Ibu Tinggalkan 4 Anaknya di Gubuk hingga Gizi Buruk, Sementara Ia Hidup dengan Pria Idaman
Baca: Buat Netizen Terharu, Begini Cerita Lengkap Layangan Putus, Kisah Ibu 5 Anak Dipoligami tanpa Izin
Menurut penuturannya, ia dan Lin memang telah bertengkar sejak beberapa bulan terakhir dikarenakan sang putri merasa iri saudara laki-lakinya dibelikan flat oleh orangtuanya.
Sebuah video memperlihatkan aksi kurang manusiawi yang dilakukan oleh seorang ibu kepada anaknya.
Video tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama Wonderland Cheah di sebuah video grup Facebook bernama KL娱乐站, pada Senin (9/9//20190.
Dalam video berdurasi 1.28 menit itu awalnya menampilkan seorang ibu berbaju putih merah, anak perempuan bergaun krem, dan balita laki-laki yang berada di dalam kamar.
Tampak anak perempuan tersebut memegang buku.
Nampaknya, anak itu sedang belajar.
Di sampingnya, ada ibunya yang mengawasinya belajar.
Sementara itu, balita laki-laki merengek kepada perekam video, yang diduga adalah sang ayah.
Kemudian, terlihat seorang anak perempuan yang lebih kecil lagi.
Ia bergaun putih dan tampak memperhatikan bayi laki-laki yang sedang merengek.
Diduga, anak yang sedang belajar adalah anak pertama, anak bergaun putih adalah anak kedua, dan si balita laki-laki adalah anak ketiga.
Tiba-tiba, sang ibu yang terlihat memegang tongkat berbicara dengan nada tinggi kepada anaknya yang sedang belajar.
Ia pun beralih menatap suaminya, seolah bertanya apa yang harus dilakukannya.
Sang ayah yang berada di belakang kamera pun berkata, "Pukul saja dia."
Baca: VIRAL Curhatan Ibu yang Kangen lalu Menginap di Kos Anaknya, Menangis Temukan ini di Tembok Kamar
Baca: MENGHARUKAN, Anak Ini Rela Berdiri di Pojok Demi Nonton Kartun dari Kejauhan di TV Tetangganya
Seketika, wanita tersebut langsung memukuli anaknya tersebut dengan tongkat habis-habisan.
Ia menyeret anaknya dan memukulinya tanpa henti.
Anak tersebut pun menangis dan meronta-ronta, meminta sang ibu untuk menghentikan aksinya.
Sementara itu, anak kedua yang bergaun putih memandangi kakaknya yang sedang menangis dan dipukuli sang ibu.
Kemudian, anak perempuan yang dipukuli itu mencoba melepaskan diri dari cengkeraman sang ibu.
Namun, wanita tersebut tetap tak melepas anaknya begitu saja.
Ia berteriak-teriak dan memukuli punggung anaknya tanpa jeda.
Bahkan, dia menyeret anaknya keluar kamar dan menendangnya dengan keras sambil berteriak-teriak kencang.
Tak berhenti sampai disitu, ibu tersebut juga melakukan hal yang sama kepada anak keduanya dan anak balitanya yang laki-laki.
Sang suami yang merekam aksi ini juga terus meminta sang istri untuk terus memukul anak-anak yang masih kecil-kecil itu.
Hingga kini, belum diketahui siapa pelaku kekerasan dan di mana lokasi rumahnya.
Namun, warganet berspekulasi bahwa mereka berasal dari Cina, berdasarkan aksen dalam video.