Radang Otak (Encephalitis)

Penulis: Nur Afitria Cika Handayani
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi radang otak


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Encephalitis adalah peradangan akut (pembengkakan) otak yang disebabkan oleh infeksi virus atau karena sistem kekebalan tubuh secara keliru yang menyerang otak. (1)

Kebanyakan, encephalitis disebabkan oleh infeksi virus.

Otak menjadi meradang akibat upaya tubuh saat melawan virus.

Jika semakin parah, penyakit encephalitis dapat menyebabkan komplikasi seperti kehilangan memori, perubahan suasana hati, serangan frustasi, dan kecemasan.

Selain virus, penyakit ini juga disebabkan oleh bakteri, jamur atau parasit yang menyerang otak. (2)

Paparan bahan kimia atau reaksi autoimun juga dapat menyebabkan encephalitis.

Baca: Celebral Palsy

Baca: Areng Widodo

  • Penyebab


Encephalitis disebabkan oleh virus yang masuk ke dalam tubuh. (3)

Jenis encephalitis juga dibagi menjadi dua yaitu primer dan sekunder.

Encephalitis primer dapat terjadi ketika jamur, virus, atau bakteri menginfeksi otak.

Virus primer ini berupa virus umum, termasuk HSV (virus herpes simpleks) dan EBV (virus Epstein-Barr), dan Arbovirus yaitu virus yang disebarkan oleh nyamuk, kutu, dan serangga.

Sementara, encephalitis sekunder adalah ketika sistem kekebalan merespon infkesi dan kemudian menyerang otak. (4)

Hal-hal yang dapat memicu memperparah kondisi encephalitis ialah riwayat infeksi, autoimun, dan kondisi kronis seperti HIV yang dapat menyebabkan peradangan secara bertahap.

Baca: FILM – Self/Less (2015)

  • Gejala


Encephalitis biasanya diawali dengan gejala ringan yang menyerupai flu, seperti demam, sakit kepala, muntah, tubuh terasa lelah, serta nyeri otot dan sendi.

Gejala yang dapat diperhatikan sebagai berikut (5)  :

  1. Demam hingga lebih dari 39 derajat celcius.
  2. Linglung.
  3. Halusinasi.
  4. Emosi tidak stabil.
  5. Gangguan bicara, pendengaran, atau penglihatan.
  6. Kelemahan otot.
  7. Kelumpuhan pada wajah atau bagian tubuh tertentu.
  8. Kejang.
  9. Penurunan kesadaran.

Pada anak-anak gejala dapat muncul sebagai berikut :

  1. Muntah dan mual
  2. Nafsu makan menurun
  3. Tubuh anak terlihat kaku
  4. Muncul tonjolan di bagian ubun-ubun kepala
  5. Rewel dan sering menangis

Baca: FILM - Someone Great (2019)

  • Diagnosis


Untuk mengetahui diagnosis penyakit enchepalitis, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan seperti berikut. (6)

Dokter akan melakukan pemeriksaan pertama untuk mendeteksi radang otak dengan MRI atau CT san.

Pemeriksaan tersebut dapat menunjukkan kelainan pada otak, seperti pembengkakan atau tumor yang memicu peradangan pada otak.

Selanjutnya, dokter akan memeriksa dengan pungsi lumbal.

Pemeriksaan tersebut untuk mengidentifikasi jenis virus penyebab infeksi.

Dokter akan memasukkan jarum ke tulang belakang untuk mengambil sampel cairan serebrospinal.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan elektroensefalogram, untuk memeriksa aktivitas listrik otak dan menentukan lokasi otak yang terinfeksi.

Dokter kemudian akan melakukan beberapa tes laboratorium, seperti tes darah, urine, atau dahak.

Kemudian, dokter juga akan melakukan biopsi otak.

Hal tersebut bertujuan untuk mendeteksi keberadaan virus melalui pengambilan sampel jaringan otak.

Prosedur tersebut dilakukan apabila gejala semakin memburuk dan pengobatan tidak lagi efektif.

Baca: Hari Ini Dalam Sejarah: 1 November Hari Inovasi Indonesia

  • Pencegahan


Untuk dapat mencegah encephalitis dapat dilakukan dengan mengikuti perkembangan vaksi. (7)

Termasuk vaksin untuk campak, gondong, rubella, Japanese ensefalitis, dan tick borne encephalitis.

Selain itu, untuk balita dan bayi sebaiknya melakukan imunisasi MMR sebanyak dua kali.

Rajin mencuci tangan, terutama sebelum makan dan setelah dari kamar mandi.

Selanjutnya, menggunakan pakaian yang tertutup atau menggunakan lotion antinyamuk.

Serta tidak berbagi penggunaan alat makan dengan orang lain.

(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria)



Nama Encephalitis


Nama lain Radang otak


Sumber :


1. tirto.id
2. www.honestdocs.id/encephalitis
3. hellosehat.com
4. www.healthline.com/health/encephalitis#causes
5. www.alodokter.com/radang-otak


Penulis: Nur Afitria Cika Handayani
Editor: Ekarista Rahmawati Putri

Berita Populer