FAKTA Gadis yang Dijuluki 'Si Putri Tidur', Tertidur hingga 2 Bulan Kemudian Hilang Ingatan

Penulis: Abdurrahman Al Farid
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

FAKTA Gadis yang Dijuluki Si Putri Tidur Karena Tertidur Hingga 2 Bulan Kemudian Hilang Ingatan.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gadis ini dijuluki si putri tidur lantaran bisa tertidur hingga dua bulan.

Gadis ini tertidur selama dua bulan kemudian setelah bangun ia hilang ingatan.

Siapa yang tak tahu kisah putri tidur atau Sleeping Beauty.

Putri tidur adalah dongeng klasik yang menceritakan seorang putri yang terkena kutukan dari peri jahat untuk tidur selama seratus tahun.

Namun putri tersebut kemudian dibangunkan oleh seorang pangeran.

Kisah putri tidur tersebut ternyata tidak hanya ada di dalam dongeng semata.

Baca: Punya Hobi Tidur, Ini 5 Zodiak yang Mudah Tertidur Dimana Saja, Pisces Dijuluki Sleeping Beauty

Baca: Pola Tidur Tak Teratur Dapat Beresiko Alami Serangan Jantung dan Stroke, Ini Tips Mengatasinya

Dilansir oleh TribunStyle, dalam dunia nyata putri tidur ternyata juga ada.

Seorang gadis berusia 17 tahun ternyata mampu tidur selama dua bulan.

Kisah putri tidur. (kumbercer.blogspot.com)

Seorang gadis asal Kolombia bernama Sharik Tovar (17) bisa tidur selama dua bulan.

Dikutip dari Mirror, gadis berusia 17 tahun tersebut tertidur lama karena sebuah penyakit langka.

Setelah terbangun dari tidur lamanya, Sharik ternyata kehilangan ingatannya untuk sementara waktu.

Sharik kini tinggal bersama ibunya, Marleny Tovar.

Sang akan memberi asupan makanan putrinya dengan mencairkan semua makanannya, agar putrinya tetap mendapat nutrisi dengan mudah saat tertidur.

Sharik akan diberi makan yang telah dicairkan itu setiap dua jam.

Marleny, dari Kolombia, mengatakan pada media lokal Noticias Caracol bahwa setelah tertidur lama Sharik kehilangan ingatannya.

"Setelah episode tidur selama 48 hari pada Juni tahun lalu, dia kehilangan ingatannya untuk sementara waktu." kata Marleny.

Bahkan Sharik juga tidak ingat tentang ibunya sendiri.

"Dia bertanya siapa saya," tambah Marleny.

Sang ibu meminta layanan kesehatan nasional EPS Capital Salud untuk suplemen makanan yang perlu diberi pada remaja itu saat dia tidur.

Marleny juga meminta perawatan neurologis untuk putrinya.

Sang ibu mengatakan bahwa waktu tidur terlama Sharik adalah dua bulan.

Gadis ini dijuluki si putri tidur lantaran bisa tertidur hingga dua bulan kemudian setelah bangun ia hilang ingatan. (CEN via Mirror)

Menurut Marleny, layanan kesehatan belum memasok suplemen selama dua bulan dan dia harus mempersiapkan memberi makan gadis itu saat dia tertidur.

Pada 2017, Marleny pernah mengungkap pada wartawan:

"Makanannya semua cair, saya memasak dan mencairkan segalanya."

"Saya memberinya makan setiap dua jam, dan saya tidak memasang kateter karena saya masih mampu memberinya makan."

Keluarga itu juga meminta sebuah rumah dari kota pada November 2017 untuk ditinggali karena Marleny harus berhenti dari pekerjaannya untuk merawat putrinya dan dia tidak mampu membayar sewa.

Marleby, sang ibu dari putri tidur mencairkan makanan dan akan memberi makan Sharik setiap dua jam. (CEN via Mirror)

Pada saat itu, Walikota Acacias Orlando Gutierrez berjanji untuk memberi Sharik dan keluarganya sebuah rumah.

Namun janji itu hingga kini belum dilunasi, kata Mirror.

Gutierrez mengatakan pada media lokal bahwa dia sibuk dengan masalah lain.

"Kami sedang menyelesaikan masalah terkait dengan akhir konstruksi dengan tank bawah tanah yang kami butuhkan untuk menyimpan air," katanya.

Menurut media setempat, EPS Capital Salud di Departemen Meta tidak dapat dihubungi untuk ditanyai tentang suplemen makanan yang dijanjikan.

Semetara itu diketahui bahwa Sharik mengidap sindrom Kleine-Levin.

Disebutkan hanya sekitar 40 kasus sindrom Kleine-Levin yang dilaporkan di seluruh dunia.

Sindrom Kleine-Levin ditandai oleh hipersomnia persisten dan perubahan kognitif atau suasana hati dengan episode tidur lebih dari seminggu dan terkadang hingga berbulan-bulan.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Abdurrahman Al FaridTribunstyle/Dhimas Yanuar)



Penulis: Abdurrahman Al Farid
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer