Rabu Wekasan

Penulis: Nur Afitria Cika Handayani
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Rabu Wekasan.


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Rabu Wekasan atau Rebo Wekasan adalah nama hari Rabu terakhir yang ada di bulan Safar pada kalender Jawa. (1)

Bulan Safar adalah bulan kedua dalam penanggalan hijriyah Islam.

Bulan Safar merupakan bulan dari bulan-bulan Allah yang tidak memiliki kehendak dan berjalan sesuai dengan apa yang Allah ciptakan untuknya.

Sementara itu, masyarakat jahiliyah kuno, mengatakan bahwa bulan Safar adalah bulan sial.

Disebutkan dalam kitab Fathul Mulki-l-Majid, menurut penuturan sebagian orang arif hari rabu terakhir bulan Safar Allah menurunkan bala’ atau penyakit sebanyak 320.000 bala.

Oleh karena itu, dalam Rabu Wekasan masyarakat dianjurkan untuk memperbanyak melakukan ibadah, zikir, doa dan amalan baik agar terhindar dai bala' tersebut.

Baca: Kabinet Indonesia Maju 2019-2024

  • Amalan


Berikut amalan yang dapat dilakukan dalam Rabu Wekasan (2) :

1. Memperbanyak sedekah, terutama kepada anak yatim dan fakir miskin. Hal ini karena sedekah bisa menolak dan menjauhkan kita dari bala’.

2. Membaca surah Yasin. Kemudian setelah sampai ayat ‘salamun qoulam mirrobir rohim,’ maka diulangi hingga 313 kali.

3. Melaksanakan salat sunah mutlak sebanyak empat rakaat dengan dua kali salam.

Pada tiap rakaat setelah membaca surah Alfatihah, dianjurkan untuk membaca surah Al-Kautsar 17 kali; surah Al-Ikhlas 5 kali; surah Al-Falaq sekali dan surah An-Nas sekali.

4. Memperbanyak bacaan istighfar, shalawat dan bacaan zikir lainnya.

5. Kemudian berdoa agar terhindar dan dilindungi dari bala’.

Baca: Amalan Utama Awal Bulan Muharram untuk Sambut Tahun Baru Islam 1441 Hijriyah: Ada Dua Puasa Sunnah

  • Tradisi


Terdapat upacara daerah yang dilakukan oleh penduduk dalam Rabu Wekasan. (3)

Di Pulau Jawa, tradisi Rabu Wekasan dapat berbeda-beda di setiap daerahnya.

1. Gresik

Di Gresik, Rabu Wekasan diperingati dengan saling bersedekah bubur harisa dengan orang sekampung.

2. Tasikmalaya

Sementara itu, tradisi Rabu Wekasan yang dilakukan di Tasikmalaya yaitu dengan shalat berjamaah di akhir hari Rabu di masjid atau mushala.

Setelah itu, tradisi akan dilanjutkan dengan doa bersama.

3. Cirebon

Terdapat tradisi Rabu Wekasan di Cirebon terdapat tradisi Ngapem dan Ngirap.

Biasanya, di hari Rabu Wekasan, masyarakat Cirebon akan membagikan apem ke para tetangga sebagai bentuk syukur.

Selain itu, masyarakat Cirebon juga akan mandi di Sungai Drajat.

4. Probolinggo

Di Probolinggo, tradisi Rabu Wekasan dilakukan dengan mendatangi para tokoh agama Islam secara berkelompok sambil membawa air untuk didoakan.

Hal tersebut bertujuan agar terhindar dari bala'.

Baca: I Gusti Ayu Bintang Darmavati

  • Tata Cara Shalat


Salat sunah tolak bala Rebo Wekasan merupakan salat tak wajib yang dilaksanakan setelah terbitnya matahari. (4)

Walau menurut sejumlah ulama, Rasulullah SAW tak pernah melakukannya, konon melaksanakan salat tolak bala di Rebo Wekasan menjauhkan semua bala yang akan datang kepada diri sendiri, keluarga.

Pelaksanaan sholat sunat Lidaf’il Bala diambil dari keterangan yang tercantum dalam kitab al-Jawahir al-Khomsi halaman 51-52 dilaksanakan pada pagi hari Rabu terakhir bulan Shofar, sebanyak 4 rakaat 2 kali salam.

Berikut niatnya :

أُصَلِّى سُنَّةً لِدَفْعِ اْلبَلاَء أْرْبَعَ رَكَعَاتٍ إِمَاًمًا \مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى أَللهُ أَكْبَرْ

Setiap rakaat ba’da fatihah membaca :

- Surat al-Kaustar 17 kali,

- Surat al-Ikhlash 5 kali,

- Surat al-Falaq dan an-Nas masing-masing 1 kali

  • Doa


Doa Rabu Wekasan (5)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ وَصَلىَّ اللهُ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ يَا شَدِيْدَ الْقُوَى وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالِ يَا عَزِيْزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيْعُ خَلْقِكَ اِكْفِنِيْ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ يَا مُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا أَنْتَ اِرْحَمْنِيْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اللهم بِسِرِّ الْحَسَنِ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِيْهِ وَأُمِّهِ وَبَنِيْهِ اِكْفِنِيْ شَرَّ هَذَا الْيَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَا كَافِيَ الْمُهِمَّاتِ يَا دَافِعَ الْبَلِيَّاتِ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَصَلىَّ اللهُ تَعَالىَ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Artinya:

“Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Semoga shalawat dan salam Allah senantiasa tercurah pada junjungan kami, Nabi Muhammad Saw, keluarga dan para sahabatnya. Ya Allah, Tuhan Yang Maha Memiliki Kekuatan dan Keupayaan. Ya Tuhan Yang Maha Mulia dan karena kemuliaan-Mu itu, menjadi hinalah semua makhluk ciptaan-Mu, peliharalah aku dari kejahatan makhluk-Mu. Ya Tuhan Yang Maha Baik. Yang Memberi Keindahan, Keutamaan, Kenikmatan dan Kemuliaan. Ya Allah, Tiada Tuhan kecuali hanya Engkau. Kasihanilah aku dengan Rahmat-Mu, wahai Zat yang Maha Penyayang.

Ya Allah, dengan rahasia kemuliaan Sayyidina Hasan dan saudaranya, serta kakeknya dan ayahnya, ibunya dan keturunannya, jauhkan aku dari kejahatan hari ini dan kejahatan yang akan turun padanya. Wahai Zat Yang Maha Mencukupi harapan dan Menolak bala’, cukuplah Allah Yang Maha Memelihara lagi Maha Mengetahui untuk memelihara segalanya. Cukuplah Allah tempat kami bersandar, tiada daya dan upaya kecuali atas izin Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Dan semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya kepada Nabi Muhammad Saw. beserta keluarganya dan para sahabatnya.”

(TRIBUNNEWSWIK/Afitria)



Nama Rabu Wekasan


Sumber :


1. islam.nu.or.id
2. www.boombastis.com/rebo-wekasan/85777
3. bincangsyariah.com
4. makassar.tribunnews.com


Penulis: Nur Afitria Cika Handayani
Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer