Fakhri Husaini

Penulis: Haris Chaebar
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Fakhri Husaini


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Fakhri Husaini adalah seorang pelatih pesepak bola profesional asal Indonesia.

Saat ini, Fakhri Husaini melatih untuk timnas Indonesia U-19.

Indra Sjafri lahir di Lhokseumawe, Aceh, Indonesia, 27 Juli 1965.

Orang tua Indra Sjafri bernama Husaini Harun dan Zulmiati.

Fakhri Husaini adalah anak pertama dari delapan bersaudara.

Fakhri Husaini memiliki istri bernama Novieta Tri Hastuty dan kedua pasangan ini dikaruniai tiga anak bernama Qalbie Rianta Aswayni, Raihana Rianta Aswaen dan Syahmi Rianta Aswaeni.

Selain menjadi pelatih sepak bola profesional, Fakhri Husaini juga berstatus sebagai pegawai BUMN di PT Pupuk Kalimantan Timur. (1)

Ketika aktif bermain sebagai pesepak bola, Fakhri Husaini berposisi sebagai gelandang serang.

  • Karier Pesepak bola


Semenjak duduk di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri Rantau Panjang, Fakhri Husaini kecil sering bermain bola dengan teman-temannya di kompleks Pertamina Rantau Panjang.

Karena kegemaran bermain bola dan juga ayahnya yang juga pemain bola, Fakhri Husaini pun hidup sangat dekat dengan sepak bola.

Saat berada di mas sekolah menengah pertama (SMP), Fakhri Husaini bahkan mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (POPSI) level provinsi pada 1980-81. (2)

Baca: Indra Sjafri

Fakhri Husaini sering berlatih orang yang lebih tua seusianya sejak SMP dan SMA.

Fakhri Husaini sempat bermain sebentar untuk tim muda PSLS Lhokseumawe dan PSKB Kota Bireun.

Selepas dari dua klub tersebut, hampir bergabung ke seleksi tim muda PSSI dan mengubur impian menjadi seorang dokter, Fakhri Husaini merantau ke Jakarta selepas ujian akhir SMA.

Kemudian, pada 1984 Fakhri Husaini bergabung dengan klub Bina Putra di Rawamangun, Jakarta Timur.

Lima tahun bermain di Bina Taruna dan sembari berkuliah di Universitas Kristen Indonesia (UKI), Fakhri Husaini kemudian melanglang buana ke beberapa klub Galatama.

Pada 1989, Fakhri Husaini bergabung dengan Lampung Putra. (3)

Semusim berselang, Fakhri Husaini berlabuh ke Petrokimia Gresik.

Pada 1992, karena ditawari untuk kuliah dan juga bermain sepak bola, Fakhri Husaini menerima pinangan klub Pupuk Kaltim Bontang (PKT Bontang).

Baca: Rahmad Darmawan

Fakhri Husaini cukup lama bermain di klub yang kini bernama Bontang FC tersebut, yakni 9 tahun.

Pada tahun 1996, Fakhri Husaini sempat ditawar oleh klub asal Malaysia, yakni Polis Diraja Malaysia.

Namun, Fakhri Husaini menolak tawaran tersebut karena pengurus PKT Bontang bersedia menjamin masa depan Fakhri Husaini, terutama kariernya pasca menjadi pemain profesional.

Pada 1998, Fakhri Husaini diterima sebagai karyawan di PT Pupuk Kalimantan Timur setelah mengikuti seleksi.

Prestasi terbaik Fakhri Husaini bersama PKT Bontang adalah membawa klub itu finis sebagai runner-up Liga Indonesia 1999/2000.

Sejak 1986, Fakhri Husaini bermain dan menjadi andalan untuk timnas Indonesia di era 90’an.

Prestasi terbaik Fakhri Husaini adalah membawa timnas Indonesia meraih medali perak SEA Games 1997. (4)

Pada 2001, Fakhri Husaini gantung sepatu sebagai seorang pesepak bola.

Fakhri Husaini (kiri) mengkapteni timnas Indonesia dan kapten Sampdoria, Roberto Mancini. Sosok Fakhri Husaini menjadi pelatih timnas Indonesia U-19, sedangkan Roberto Mancini menjadi pelatih timnas Italia senior pada tahun 2019. (Instagram @coachfakhri)

  • Karier Pelatih


Pasca pensiun dari lapangan hijau, Fakhri Husaini segera mengambil kursus kepelatihan dan pada tahun 2008, dia sudah sampai pada tahap lisensi A AFC.

Ketika baru saja pensiun, Fakhri Husaini mengurus Diklat Manado dan bertugas sebagai asisten kepelatihan di PKT Bontang hingga 2003.

Baca: Seto Nurdiantoro

Pada 2004, Fakhri Husaini pun sempat menjadi asisten Peter White di timnas U-23 dan timnas Indonesia senior.

Fakhri Husaini terjun sebagai pelatih kepala dan memulai debutnya di Tim PON Kaltim yang berlaga di PON XVII pada 2008.

Karena berhasil membawa timnya masuk peringkat tiga, Fakhri Husaini ditarik oleh PKT Bontang untuk menjadi pelatih kepala disana.

Selama lima musim 2013, Fakhri Husaini jalani waktu melatih skuad PKT Bontang.

Fakhri Husaini sempat membawa timnya berada di peringkat 11 dan 13, meski tak memiliki skuad yang bertabur bintang.

Selain itu, ketika PKT Bontang menderita krisis keuangan, Fakhri Husaini tetap berdedikasi dan setia walau dirinya mengalami keterlambatan penerimaan gaji selama berbulan-bulan.

Baca: Simon McMenemy

Selepas dari PKT Bontang, Fakhri Husaini dinutuk menjadi pelatih timnas Indonesia U-16. (5)

Dan tahun berikutnya, Fakhri Husaini ditunjuk sebagai pelatih timnas Indonesia U-17.

Hingga 2018, sosok Fakhri Husaini diamanahi untuk melatih timnas Indonesia U-16 dan setara.

Prestasi puncak Fakhri Husaini adalah membawa Indonesia menjuarai Piala AFF U-16 tahun 2018.

Pada 2019, Fakhri Husaini pun ditunjuk untuk melatih timnas Indonesia U-19.

Fakhri Husaini, pelatih timnas Indonesia U-19. (AFC)

  • Statistik Bermain


Klub

Bina Taruna (1984-1989)

Lampung Putra (1989-1990)

Petrokimia Putra (1990-1992)

Bina Taruna (1992-2001)

  • Riwayat Kepelatihan


Bontang FC (2008-2013

Indonesia U-16 dan U-17 (2014-2018)

Indonesia U-19 (2019-hingga kini)

  • Prestasi (Pelatih)


Internasional

Indonesia

Juara Piala AFF U-16 tahun 2018

(Tribunnewswiki.Com/Haris)



Nama Fakhri Husaini


Lahir Lhokseumawe, Aceh, Indonesia, 27 Juli 1965


Kebangsaan Indonesia


Profesi Pelatih sepak bola


Tim Timnas Indonesia U-19


Orang tua Husaini Harun dan Zulmiati


Istri Novieta Tri Hastuty


Anak Qalbie Rianta Aswayni, Raihana Rianta Aswaen dan Syahmi Rianta Aswaeni


Instagram @coachfakhri


Sumber :


1. www.jawapos.com/ekonomi/14/08/2018/fachri-husaini-pencetak-juara-aff-u-16-ternyata-karyawan-pupuk-kaltim/
2. www.cnnindonesia.com/olahraga/20190703141834-142-408763/kualat-membawa-nikmat-fakhri-husaini
3. www.viva.co.id/siapa/read/461-fachry-husaini
4. www.indosport.com/sepakbola/20170921/mengupas-fakta-rahasia-pelatih-timnas-u-16-fakhri-husaini
5. kumparan.com


Penulis: Haris Chaebar
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer