Pencarian besa-besaran itu dilakukan di wilayah Jepang tengah dan utara pada Senin (14/10/2019).
Typhoon Hagibis melanda Jepang yang disertai hujan deras dan angin kencang selama akhir pekan.
Akibatnya banjir besar melanda wilayah Jepang dan puluhan orang tewas.
Jepang NHK melaporkan, sekitar 58 orang tewas dan 14 orang hilang, serta 200 lainnya terluka akibat Typhoon Hagibis tersebut.
Baca: Tokyo Skytree, Menara Setinggi 634 Meter Masih Bertahan Hadapi Typhoon Hagibis, Bagaimana Bisa?
Jepang telah mengerahkan lebih dari 110 ribu orang dalam operasi penyelamatan ini.
Sejauh ini 38 orang telah dievakuasi karena banjir dan tanah longsor.
"Ada kekhawatiran bahwa dampaknya terhadap kehidupan dan kegiatan ekonomi mungkin terus berlanjut," kata Perdana Menteri Shinzo Abe pada pertemuan satuan tugas bencana, Senin (14/10/2019) seperti dikutip dari Japan Times.
"Kami akan merespons sebaik mungkin selagi kami terus memikirkan mereka yang menjadi korban," lanjutnya.
Typhoon Hagibis yang melanda wilayah Tokyo pada Sabtu malam mengakibatkan curah hujan yang tinggi dan menyebabkan sungai-sungai meluap.
Baca: Tak Hanya Typhoon Hagibis, Jepang juga Diguncang Gempa 5,7 SR serta Bencana Banjir dan Longsor
Di Prefektur Kanagawa, yang terletak di barat daya Tokyo, hujan dengan intensitas 39 inci tercatat terjadi selama 48 jam.
Di Kawagoe, yang terletak di utara Tokyo, banyak warga mengatakan badai itu adalah yang terburuk selama yang pernah mereka rasakan.
Kazuo Saito, 74, mengatakan kepada Associated Press bahwa dia tidak ingin mengungsi sebelum badai karena rumah tersebut adalah rumah satu-satunya.
Namun sayangnya ketika ia bangun di Minggu pagi, kotanya itu telah terkena dampak Typhoon Hagibis walaupun baru kerusakan ringan.
Ia mengatakan banjir menggenangi wilayah-wilayah termasuk di depan rumahnya.
Baca: Typhoon Hagibis Bergerak ke Jepang, Satu Orang Tewas 4 Orang Terluka
Kerusakan sangat serius terjadi di prefektur Nagano, di mana tanggul Sungai Chikuma pecah.
Di satu daerah, beberapa kendaraan di tempat mobil bekas dibalik oleh air yang menyembur, dan semuanya tertutup dengan lumpur.
"Saya tidak tahu bagaimana cara menyapu lumpur ini," kata seorang warga kepada NHK.
"Ini masalah nyata," ungkapnya.
Daerah di prefektur Miyagi dan Fukushima di Jepang utara juga dilanda banjir parah.
Baca: Typhoon Hagibis Diperkirakan Landa Jepang, Kereta Api dan Seluruh Penerbangan Dihentikan Sementara
Banjir juga berdampak pada kereta peluru terkenal Jepang.
East Japan Railway Company mengatakan bahwa sepertiga dari kereta peluru yang digunakan pada satu jalur telah rusak oleh banjir.
Tokyo Electric Power Co mengatakan 35.100 rumah masih tanpa listrik pada Senin malam di Tokyo dan prefektur terdekat dilayani oleh utilitas.
Itu turun dari hampir 57.000 pada hari sebelumnya.
Termasuk di antara yang tewas adalah beberapa awak kapal kargo yang tenggelam di lepas pantai Kota Kawasaki pada hari Sabtu ketika badai tiba di daerah itu.
Para pejabat mengatakan kepada NHK bahwa kapal kargo yang terdaftar di Panama tenggelam di tengah gelombang tinggi yang disebabkan oleh Hagibis.
Insiden itu menewaskan sedikitnya tujuh orang.
Sungai Tama di Tokyo meluap, tetapi kerusakannya di ibu kota tidak sebesar daerah lain.
Sebagian besar kehidupan di Tokyo kembali normal pada hari Senin (14/10/2019).