Febri Diansyah

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengundurkan diri dari KPK, Kamis (24/9/2020).


Daftar Isi


  • Pendidikan


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Febri Diansyah lahir di Padang, Sumatra Barat, pada 8 Februari 1983 dan dikenal sebagai Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.

Merupakan alumni Universitas Gadjah Mada Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada mengambil hukum perdata yang lulus pada tahun 2007.

Febri memilih hukum perdata karena pada waktu itu sedang ramai pembahasan mengenai kontrak karya perusahaan multinasional yang mengeruk kekayaan Indonesia.

Semasa kuliah, Febri Diansyah telah aktif di Indonesia Court Monitoring (ICM), sebuah lembaga pengawasan peradilan yang ada di Yogyakarta.

Alasan Febri mengikuti organisasi tersebut adalah untuk mengasah ilmu pengetahuan yang didapat dari bangku kuliah. (1)

Jubir KPK, Ferbi Diansyah (Tribunnews/Herudin)

  • Karier


Setelah lulus kuliah, Febri Diansyah aktif di Indonesia Corruption Watch (ICW) dan ditempatkan di bagian monitoring hukum peradilan.

Di bagian tersebut, Febri Diansyah bertugas memantau jalannya proses peradilan kasus-kasus korupsi di Indoensia.

Selain itu, Febri Diansyah juga aktif menulis di berbagai media seperti Kompas dan yang lainnya.

Febri terkenal dengan tulisan-tulisannya yang tajam di media cetak.

Tak hanya itu, pernyataan-pernyataannya dalam talkshow dan media elektronik juga tidak kalah tegas.

Febri Diansyah dinobatkan sebagai aktivis/pengamat politik paling berpengaruh 2011, pada Februari 2012.

Penghargaan tersebut diberikan oleh lembaga riset politik Charta Politika Indonesia.

Hal itu berdasarkan intensitas pernyataan Febri Diansyah terkait isu-isu korupsi, seperti kasus wisma atlet, Undang-Undang KPK, pemberantasan korupsi, kasus cek pelawat dan seleksi pimpinan KPK, yang dianggap tertinggi dibanding pengamat dan aktivis lain. (2)

Juru bicara KPK Febri Diansyah saat jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, terkait penetapan status tersangka politisi Golkar Markus Nari, Jumat (2/6/2017). KPK menetapkan Markus Nari sebagai tersangka terkait kasus merintangi penyidikan pada dua proses penanganan perkara yakni terhadap terdakwa kasus dugaan korupsi KTP elektronik, Irman dan Sugiharto dan merintangi penyidikan perkara Miryam S Haryani, tersangka pemberi keterangan tidak benar dalam persidangan dugaan korupsi KTP elektronik. (TRIBUNNEWS/HERUDIN )

  • Menjadi Juru Bicara KPK


Febri Diansyah dilantik menjadi Kepala Biro Hubungan Masyarakat pada Selasa (6/12/2016).

Febri juga didaulat menjadi juru bicara KPK yang baru menggantikan pelaksana harian Yuyuk Andriati Iskak. (3)

Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Tribunnews/Ilham Rian Pratama)

Sebelumnya, jabatan tersebut diisi oleh Johan Budi Sapto.

Akan tetapi mengundurkan diri pada 23 Desember 2015.

Febri Diansyah dianggap tepat mennggantikan posisi Johan Budi Sapto lantaran dinilai memiliki beberapa kesamaan. (4)

  • Pamit dari KPK


"Ya, dengan segala kecintaan saya pada KPK, saya pamit," ujar Febri Diansyah dalam pesan WhatsApp yang diterima awak media, Kamis 24 September 2020.

Pernyataan itu disampaikan Febri merespons pertanyaan yang diberikan jurnalis mengenai kepastiannya meninggalkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hari itu, Febri si lelaki Minang menyatakan undur diri sebagai Kepala Biro Humas sekaligus pegawai KPK kepada rekan wartawan yang berjaga di KPK.

Ternyata, Febri sudah mengajukan surat pengunduran diri kepada Sekretaris Jenderal KPK Cahya Hardianto Harefa seminggu sebelumnya, yaitu pada 18 September 2020.

Febri beralasan, sejak Undang-Undang KPK direvisi dan disahkan menjadi UU pada 17 September 2020 lalu, ia menilai telah banyak perubahan yang cukup signifikan di dalam tubuh lembaga antirasuah tersebut.

"Setelah menjalani situasi baru tersebut selama sekitar 11 bulan, saya memutuskan jalan ini, memilih untuk mengajukan pengunduran diri dari institusi yang sangat saya cintai, KPK," katanya.

Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengundurkan diri dari KPK, Kamis (24/9/2020). (Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama)

  • Bukan Pertama Kali Pamit


Masuk pertama kali pada Desember 2016, waktu itu Febri bertugas untuk menggantikan Johan Budi Sapto Prabowo sebagai juru bicara KPK yang telah mengundurkan diri dari jabatannya itu sejak 2015.

Namun, jabatan itu hanya ia pegang selama tiga tahun.

Sebab, pada Desember 2019, ia memilih pamit meninggalkan jabatannya sebagai juru bicara KPK.

"Per hari ini tugas saya sebagai juru bicara KPK sudah selesai," tutur Febri pada 26 Desember 2019.

Keputusan pamitnya Febri diduga tidak terlepas dari pernyataan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron yang menyatakan bahwa KPK tengah mencari sosok juru bicara baru untuk komisi antikorupsi tersebut.

Alasannya, KPK saat itu tidak memiliki juru bicara khusus. Posisi juru bicara KPK selama ini dirangkap oleh Febri yang juga menjabat sebagai kabiro humas KPK.

Memang, di dalam Peraturan KPK Nomor 3/2018 yang merupakan pembaruan dari Peraturan KPK Nomor 1/2015, terdapat aturan yang memisahkan jabatan kabiro humas KPK dengan juru bicara.

"Saya akan fokus dan lebih maksimal menjalankan tugas sebagai kepala biro humas. Interaksi kita masih ada, tapi dalam konteks yang berbeda," ucap Febri kala itu.

  • Diskusi Keluarga


Mulanya, kepada pihak keluarga, Febri bukan berbicara mengenai niatnya untuk mengundurkan diri dari KPK. Tetapi ada sejumlah pertanyaan yang selalu berkelindan di dalam kepalanya.

"Awalnya sih saya bilang bukan rencana untuk mengundurkan diri, pamit, atau keluar. Tetapi kontemplasi atas pertanyaan-pertanyaan," kata Febri pada 28 September 2020.

"Sebenarnya saya masih berguna enggak sih kalau di KPK dalam kondisi sekarang? Sebenarnya apa yang saya kerjakan ini masih ada gunanya secara signifikan untuk masyarakat di luar sana terkait pemberantasan korupsi?"

Sampai pada akhirnya, setelah Febri berdiskusi dengan keluarga, muncul sebuah jawaban yang pada intinya mengharuskan ia pamit dari KPK.

"Tapi peperangan melawan korupsi akan masih saya lakukan di tempat yang lain," katanya.

  • Tiga Putra Senang


Febri menceritakan bagaimana tiga putranya kegirangan usai ia menyatakan undur dari jabatan juru bicara KPK pada Desember 2019 silam.

Ketiga putranya langsung berteriak setelah mengetahui Febri mundur sebagai juru bicara KPK melalui saluran televisi.

"Mereka datang dan bertanya 'apa benar bapak sudah tidak jadi juru bicara?” kata Febri menirukan ucapan ketiga putranya padanya.

"Kemudian saya bilang 'ya'. Ketika saya jawab 'ya', mereka langsung berteriak dan bilang 'hore' dengan ekspresi yang tidak pernah saya bayangkan."

Namun cerita sedikit berbeda ketika Febri menyatakan ingin mundur dari kabiro humas sekaligus pegawai KPK.

Hal itu dikarenakan selama menjadi kabiro, waktu kerjanya tidak sebegitu banyak saat menjadi juru bicara. Ditambah keinginannya untuk mundur ia ajukan di saat pandemi Covid-19, yang mengharuskan bekerja dari rumah.

"Kalau sekarang lebih banyak di rumah kan, WFH (work from home) dan berinteraksi dengan mereka (anak-anak) cukup banyak, jadi enggak banyak terasa. Yang banyak terasa itu di Desember 2019," ujar Febri.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur/Ilham Rian Pratama)



Nama Ferbi Diansyah


Lahir Padang, Sumatra Barat, 8 Februari 1983


Pendidikan FH Universitas Gadjah Mada


Dikenal Sebagai Aktivis


Juru Bicara KPK


Sumber :


1. www.viva.co.id/siapa/read/262-febri-diansyah
2. id.wikipedia.org
3. www.tribunnews.com/nasional/2016/12/06/profil-febri-diansyah-dari-aktivis-antirasuah-hingga-menjadi-corong-kpk
4. www.cnnindonesia.com/nasional/20161206103242-12-177626/febri-diansyah-aktivis-paling-berpengaruh-jadi-jubir-kpk


Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Archieva Prisyta

Berita Populer