Jokowi Sebut Susunan Kabinet Rampung, Akui Kemungkinan Perubahan Susunannya setelah Bertemu SBY

Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo bertemu dengan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono. Pertemuan digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (10/9/2019). (KOMPAS.com/Ihsanuddin)

Usai pertemuan, SBY langsung meninggalkan Istana.

Sedangkan Jokowi menggelar jumpa pers setelah mengantarkan SBY sampai ke pintu depan Istana Merdeka.

Prabowo siap mendukung pemerintah

Sehari setelah pertemuannya dengan SBY, Jokowi mengadakan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jumat (11/10/2019).

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi mengaku membahas banyak mulai kondisi ekonomi global, politik dan keamanan hingga rencana pemerintah memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur.

Presiden Jokowi dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto bertemu di Istana Merdeka. (Seno Tri Sulistiyono/Tribunnews.com)

Selain itu, turut dibahas pula peluang Partai Gerindra masuk ke dalam kabinet Jokowi-Ma’ruf.

"Ini belum final, tapi kami sudah bicara banyak mengenai kemungkinan Partai Gerindra koalisi kita," kata Jokowi seperti ditulis Kompas.com.

Sejalan dengan pernyataan Jokowi, Prabowo menayatakan bahwa pertemuannya kali ini dengan Jokowi membahas berbagai isu.

Terkait isu pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur, Prabowo dengan tegas menyatakan dukungannya.

"Saya mendukung gagasan (pemindahan) ibu kota. Tentunya beliau mengatakan akan melalui kajian-kajian yang tepat dan sudah dilaksanakan banyak kajian dan kami akan mendukung gagasan itu," kata Prabowo.

Prabowo lalu masuk ke topik koalisi. Rival Jokowi pada Pilpres 2014 dan Pilpres 2019 ini memastikan Partai Gerindra siap membantu pemerintahan Jokowi-Ma'ruf apabila diperlukan.

"Saya berpendapat, kita harus bersatu. Jadi saya sampaikan ke beliau, apabila kami diperlukan kami siap untuk membantu," kata Prabowo.

Prabowo menekankan, Partai Gerindra selalu mengutamakan kepentingan yang lebih besar, yaitu kepentingan bangsa dan negara.

"Kami bertarung politik. Tapi begitu selesai, kepentingan nasional yang utama," kata Prabowo. 

Prabowo juga tidak mempermasalahkan jika pada akhirnya Partai Gerindra tidak masuk ke dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf.

"Kalau umpamanya kita tidak masuk kabinet, kami tetap akan loyal. Di luar sebagai check and balances. Sebagai penyeimbang. Kan kita di Indonesia tidak ada oposisi," ujarnya.

Baca: Bayi Sapi Bermata Satu Lahir tanpa Hidung di Kayong Utara Kalimantan Barat Gegerkan Warga Sekitar

Baca: Buat Cuitan terkait Penusukan Wiranto, Jerinx SID Dilaporkan ke Polisi, Akun Twitternya Di-suspend

Akan Ada menteri asal Papua

Jokowi memastikan akan ada menteri asal Papua di kabinetnya bersama Maruf Amin.

Dikutip dari Tribunnews.com, pernyataan itu disampaikan Jokowi saat menerima siswa-siswi sekolah dasar dari Papua, beranda di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat hari ini.

 "Saya pastikan ada (menteri asal Papua)," kata Jokowi disambut tepuk tangan siswa-siswi SD yang hadir.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise (TRIBUNNEWS.COM/JEPRIMA)
Halaman
123


Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Ekarista Rahmawati Putri

Berita Populer