Setelah Bertemu SBY, Jumat Sore Ini Presiden Jokowi Undang Prabowo ke Istana, Bahas Menteri?

Penulis: Abdurrahman Al Farid
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto bertemu di Istana Jumat Sore ini.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Joko Widodo dijadwalkan menggelar pertemuan dengan Ketua Umum Parta Gerindra, Prabowo Subianto.

Pertemuan tersebut dilaksanakan di Istana Negara, Jumat (11/10/2019) pukul 15.00 WIB.

Dilansir oleh Kompas.com, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhie Prabowo menyebut, Prabowo diundang untuk datang ke Istana hari ini pukul 15.00 WIB.

"Iya, jam 03.00," kata Edhie saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (11/9/2019).

Baca: Prediksi Menteri Kabinet Jokowi-Ma’ruf, Bakal Diisi Anak Presiden hingga Pengusaha Muda

Baca: Gerindra Dikabarkan Minta 3 Jatah Menteri dan Incar Jabatan MenHan, Prabowo Akan Berkoalisi?

Namun, Edhie mengaku tidak tahu apa yang akan dibahas oleh kedua tokoh yang bersaing di Pilpres 2014 dan Pilpres 2019 itu.

"Enggak tahu, dipanggil saja. Dipanggil beliau ( Jokowi)," kata Edhie.

Saat ditanya apakah pertemuan nanti akan membahas kemungkinan Gerindra masuk ke kabinet Jokowi-Ma'ruf, Edhie membantu dan meminta tak berspekulasi terlalu jauh.

"Ah enggaklah, jangan berasumsi," kata dia.

Sebelumnya Jokowi telah bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono,  pada Kamis (10/10/2019).

Presiden Jokowi mengakui ia dan SBY turut membahas peluang Demokrat bergabung ke kabinetnya di periode kedua bersama Ma'ruf Amin.

Namun ia menyebutkan bahwa belum ada keputusan yang diambil.

"Kita bicara itu (peluang Demokrat masuk kabinet), tapi belum sampai sebuah keputusan," ujar Jokowi.

Gerindra Akui Ada Perbicangan dengan Jokowi Terkait Menteri

Ahmad Muzani juga mengakui adanya pembicaraan antara utusan Partai Gerindra dengan Presiden Joko Widodo terkait tawaran posisi menteri dalam Pemerintahan periode 2019-2024.

Ahmad Muzani menyebut bahwa Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto hingga kini belum menentukan apakah partainya akan bergabung dalam koalisi pemerintah atau tetap menjadi oposisi.

"Pembicaraan itu memang ada dan kita tidak bisa pungkiri bahwa ada pembicaraan, ada pemikiran di sekitar istana untuk itu," ujar Ahmad Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/10/2019) dikutip dari Kompas.com.

Baca: PDIP Minta Minimal 4 Kabinet Menteri Jokowi Maruf, Orang di Dekat Megawati Ini Diduga Calon Kuat

Baca: 3 Menteri Perempuan Dinilai Berpeluang Menjabat Lagi, tapi Satu di Antaranya Isyaratkan Pamit

Tersebar Nama-nama Calon Menteri dari Gerindra

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membantah kabar bahwa partainya mengincar posisi Menteri Pertahanan dalam kabinet pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Dasco mengatakan, Partai Gerindra tidak mengincar posisi apa pun dalam kabinet.

"Kami sebenarnya tidak mengincar posisi-posisi dalam jabatan tertentu," ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/10/2019) dikutip dari Kompas.com.

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto memberikan keterangan pers di Stasiun MRT Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/7/2019). (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Menurut Dasco, Partai Gerindra memang menawarkan bantuan kepada pemerintah.

Dasco menjelaskan, tawaran bantuan tersebut diajukan dalam bentuk konsep terkait ketahanan pangan, energi, keamanan, dan ekonomi.

Jika konsep tersebut disetujui, Partai Gerindra akan mengajukan orang-orang yang dianggap mampu menjalankan konsep tersebut dalam pemerintahan.

"Nah ketika pemerintah setuju, mana yang dia setujui, bidangnya apa, kalau sudah ketemu bidang baru kita ngomong orang. Nah jadi kalau dari awal incar ini itu, kayaknya enggak deh," kata Dasco.

Meski begitu ada tiga nama yang disebut-sebut disodorkan oleh Gerindra untuk jadi menteri.

Berikut adalah nama-nama tersebut :

  • Mantan Wakil Ketua DPR, Fadli Zon
  • Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edy Prabowo
  • Mantan Calon Wakil Presiden, Sandiaga Uno

Baca: Siap-Siap, Tiga Anak Mantan Presiden Diprediksi Jadi Menteri Kabinet Jokowi Maruf, Siapa Saja ?

PDIP Minta Minimal 4 Jatah Menteri

Dilansir oleh WartaKotalive.com, PDI Perjuangan sebagai partai yang memberikan porsi dukungan terbesar kepada Jokowi disebut-sebut akan mendapatkan jatah menteri yang lebih banyak dibandingkan partai pendukung Jokowi lainnya di Pilpres 2019.

Apalagi PDIP merupakan partai pemenang Pemilu 2019.

Pada Kongres V PDIP yang diselenggarakan di Bali Juli 2019 lalu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Jokowi sudah memberi sinyal PDIP akan mendapatkan jatah kursi menteri terbanyak.

Bahkan pada kesempatan itu, eks Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengatakan partainya mengajukan 10 nama calon menteri ke Jokowi.

Nama-nama calon menteri dari PDIP sudah ada di kantong Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Yang jelas sudah ada di kantong ketua umum. Kita juga sudah bahas tertutup, terbatas," kata Puan.

Dikonfirmasi hal tersebut, Pengamat Politik M Qodari menduga PDIP akan mendapatkan minimal empat kursi menteri dari Jokowi.

Dari kiri, Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP, Puan Maharani, Presiden terpilih, Joko Widodo, Wakil Presiden terpilih, Jusuf Kalla, Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh, dan Ketua Umum DPP Partai Hanura, Wiranto. (Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan) 

Di luar itu, menurut Qodari, bisa saja PDIP mendapatkan kursi menteri yang lebih dari empat jika muncul kalangan profesional yang didorong PDIP.

"Mungkin ada calon menteri dari profesional tapi di-endorse PDIP," ujar Qodari, Selasa (8/10/2019).

Menurut Qodari, jika mengacu pada pernyataan Jokowi maka jatah kursi menteri dari parpol di kabinet mendatang terbilang sedikit.

Dari 34 kursi menteri sebanyak 45 persen di antaranya jatah untuk parpol.

"Dengan demikian kursi dari partai cuma 15 orang," ujar Qodari.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/ Abdurrahman Al Farid)



Penulis: Abdurrahman Al Farid
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer