Penjelasan Arteria Dahlan yang Viral Setelah Sebut Emil Salim Prof Sesat di Acara Mata Najwa

Penulis: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anggota Komisi II DPR F-PDIP Arteria Dahlan

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Nama politisi PDI Perjuangan Arteria Dahlan masih menjadi perbincangan hangat hingga kini.

Sosok Arteria Dahlan menjadi viral dan sorotan setelah ia dianggap membentak dan berlaku tidak sopan terhadap ekonom Emil Salim.

Diketahui keduanya tampak berdebat terkait Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang terkait Komisi Pemberantasan Korupsi (Perppu KPK) dalam acara Mata Najwa yang ditayangkan di YouTube pada Kamis (10/10/2019).

Baca: BEREDAR VIDEO Arteria Dahlan Cecar Feri Amsari saat Break Syuting Mata Najwa: Curiga soal Dana KPK

Baca: Soal Arteria Dahlan, Sujiwo Tedjo : Megawati Minta Maaf atau Beri Dia Gelar Bapak Budi Pekerti

Dalam perdebatan tersebut Arteria sampai menunjuk Emil dan menyebutnya sesat.

Tindakan Arteria kepada Emil itulah yang menjadi perbincangan hangat dan dianggap tidak sopan.

Ditambah video Arteria Dahlan dan Emil Salim yang diunggah di akun Twitter Trans7 juga menjadi viral.

Bahkan nama Arteria Dahlan menjadi trending topic Indonesia di urutan pertama di Twitter.

Mengetahui dirinya menjadi perbincangan banyak orang, Arteria Dahlan pun memberikan tanggapannya.

Dikutip Tribunnewswiki.com dari Kompas.com, Arteria Dahlan tidak mempermasalahkan banyak pihak yang geram atas sikapnya kepada Emil Salim saat berdebat.

Menurutnya, ia hanya menyampaikan hal yang benar.

"Enggak apa-apa, saya mewakafkan diri saya untuk menyatakan yang benar. Walau terkesan tidak populer sekalipun," kata Arteria saat dihubungi, Kamis (10/10/2019).

Arteria Dahlan mengatakan bahwa masayarakat saat ini tak hanya membahas perppu KPK namun juga membahas sikapnya yang tidak sopan.

Namun, ia menyayangkan acara Mata Najwa menghadirjan Emil Salim untuk mengutarakan hal-hal yang bukan kapasitasnya.

Menurut Arteria Dahlan, Emil hanya dimanfaatkan saja

"Saya hanya sayangkan seorang tokoh senior yang saya hormati, dimanfaatkan untuk mengutarakan hal-hal yang sebenarnya di luar kapasitas beliau," ujarnya.

Ia mengaku pada awal berdebat, ia tetap melakukannya dengan sopan.

Arteria Dahlan saat tampil di acara Mata Najwa. (CAPTURE MATA NAJWA TRANS7) (CAPTURE MATA NAJWA TRANS7)

Namun, ia beranggapan ada pihak yang merancang bahwa Emil Salim yang tidak punya latar belakang hukum dan tidak memahami materi UU KPK berpendapat keliru dan menyerang DPR.

"Sudah dicoba untuk diklarifikasi tapi justru menyerang kehormatan, tidak hanya menghina bahkan menista kami tapi juga institusi DPR. Dan itu dilakukan secara tanpa dasar, berulang-ulang dan dipertontonkan di hadapan jutaan pemirsa TV, maupun suporter Najwa," ucapnya.

Arteria Dahlan mengaku dirinya menghadiri acara Mata Najwa ini untuk melakukan diskusi kebangsaan dan bukan berdebat serta penggiringan opini.

Maka dari itu ia meminta Emil Salim untuk menarik ucapannya dan mengimbaunya untuk membaca dan memahami materi dalam revisi UU KPK.

"Saya minta Prof Emil tarik ucapannya. Baca dulu dengan baik materi muatan revisi UU KPK, pahami fakta hukum dan sosial yang ada, bicara sesuai keahlian saja," ujar Arteria.
"Beliau kan ekonom tapi bicara seolah-olah ahli hukum. Jangan bicara revisi UU KPK karena DPR banyak yang ditangkap," tuturnya.

Arteria Dahlan juga mempertanyakan sikap Emil yang berani mengkritik UU KPK sampai sejauh itu.

Ia juga meminta Emil untuk mengingat kembali perilaku korupsi di zaman Orde Baru.

"Saya juga menanyakan sadar enggak beliau bahwa beliau dibesarkan oleh Orba yang penuh dengan perilaku koruptif. Apa yang beliau perbuat? Jangan tiba-tiba tersadarkan saat ini dan merasa diri lebih hebat lebih bersih dari kami-kami yang di DPR," pungkasnya.

Detik-detik Arteria Dahlan membentak Emil Salim

Pada awalnya Arteria berbicara tentang publik yang terhipnotis dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK.

"Publik ini nggak tahu, publik ini terhipnotis dengan OTT, OTT. Seolah-olah itu hebat, padahal janji-janjinya KPK banyak sekali di hadapan DPR yang sama sekali kita katakan sepuluh persen pun belum tercapai hingga saat ini," kata Arteria.

Kemudian, pernyataan itu pun dibalas Emil Salim dan menyinggung soal ketua partai yang terjerat kasus di KPK.

"Apa semua ketua partai masuk penjara, apa itu tidak bukti keberhasilan KPK?" ujar Emil disambut sorak penonton.

Arteria Dahlan menanggapi bahwa penangkapan ketua partai hanya sebagian kecil dari kerja KPK dan ia menyoroti sejumlah hal mulai dari monitoring hingga pencegahan.

"Nggak itu sebagian kecil Prof. Prof, gini loh, Prof dengan segala hormat saya sama profesor profesor bacalah tugas fungsi kewenangan KPK, tidak hanya melakukan penindakan tapi bagaimana pencegahan. Bagaimana penindakannya, bagaimana juga supervisi, monitoring ini dan koordinasi ini tidak dikerjakan Prof, tolong jangan dibantah dulu Prof," terang Arteria.

Arteria Dahlan vs Prof Emil Salim di Mata Najwa, Arteria: Publik Terhipnotis OTT KPK (CAPTURE MATA NAJWA TRANS7)

Selanjutnya Arteria menjelaskan alasan pembentukan dewan pengawas dan menyinggung soal KPK gadungan.

Setelahnya, Arteria berbicara mengenai sejumlah kasus di Sumatera Barat yang menurutnya tidak pernah diangkat.

"Di Sumatera Barat, saya buktikan lagi, ini ada kasus Rp 6 triliun, dana bencana kemudian juga masalah KONI, kemudian juga masalah pasar, enggak pernah diangkat, kenapa dicek lagi apakah ada serah terima penyerahan kebun sawit, motor-motor besar, siapa yang menerimanya tanyakan sama beliau?" ujarnya.

"Ingin saya katakan inilah yang ingin kita coba, kita hargai capaian-capaian KPK Prof, tapi tidak boleh menutup mata kalau memang harus ada pembenahan terhadap KPK," sambung Arteria.

Emil Salim kemudian mengatakan ada kewajiban dalam UU KPK untuk menyampaikan laporan namun ditepis Arteria.

Baca: Tuai Sorotan, Ini Daftar Harta Kekayaan Arteria Dahlan, Ternyata Punya Utang Rp 8 Miliar

Baca: Arteria Dahlan vs Emil Salim di Mata Najwa, Emil: Banyak Ketua Partai Ditahan, Apa Itu Bukan Bukti

"Nggak pernah dikerjakan Prof. Prof tahu nggak?" kata Arteria yang nada bicaranya mulai keras.

"Tiap tahun menyampaikan laporan," ujar Emil.

"Mana Prof, saya di DPR, Prof. Nggak boleh begitu Prof, saya yang di DPR saya yang tahu, mana, Prof sesat, ini namanya sesat," kata Arteria memotong pernyataan Emil dengan menunjuk-nunjuk ke arah Emil.

Perdebatan Arteria dengan Emil pun berlanjut.

Di segmen lain, Arteria pun juga berdebat soal demokrasi, pemilihan dan korupsi.

(Tribunnewswiki.com/Kompas.com/Natalia Bulan R P)



Penulis: Natalia Bulan Retno Palupi

Berita Populer