Kronologi Menkopolhukam Wiranto Ditusuk Orang Tak Dikenal, Pelaku Telah Diamankan

Penulis: Nur Afitria Cika Handayani
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kronologi Wiranto ditusuk orang tak dikenal di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM (Menkopolhukam) Wiranto dikabarkan ditusuk oleh orang tak dikenal pada Kamis (10/10/2019).

Kejadian tersebut terjadi di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten.

Kronologi kejadian penusukan Menkopolhukam Wiranto terjadi usai dirinya menghadiri sebuah acara di Universitas Mathla'ul Anwar.

Diketahui, Menkopolhukam Wiranto dan rombongan tiba di Alun-alun Menes, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang pada pukul 08.57 WIB.

Kemudian, pada pukul 09.05 WIB, Wiranto menuju Universitas Mathlaul Anwar Banten.

Wiranto sesaat sebelum diserang orang yang menikamnya. (WHATSAPP) (Whatsapp)

Wiranto tiba di Universitas Mathlaul Anwar Banten pada pukul 09.17 WIB.

Baca: Diserang Sosok Tak Dikenal di Banten, Inilah Profil Lengkap Wiranto

Diketahui, Menkopulhukam Wiranto menghadiri peresmian gedung perkuliahan Universitas Mathlaul Anwar.

Sejumlah aparat serta pihak kampus menghadiri acara tersebut.

Kemudian Menkopolhukam Wiranto dan rombongan menuju ruang transit di Gedung I Universitas Mathlaul Anwar untuk makan siang pada pukul 10.47 WIB.

Tepat pukul 11.00 WIB, Presma Unma Agus Hidayat didampingi Wakil Presma Unma Erik menemui Menkopolhukam Wiranto untuk menyampaikan aspirasi.

Pukul 11.30 WIB, Wiranto meninggalkan Universitas Mathlaul Anwar Banten untuk menuju Alun-Alun Menes dan tiba pukul 11.50.

Selanjutnya dari arah belakang, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal.

Terduga sosok penyerang Wiranto (Tangkapan Layar Kompas TV, Kamis, (10/10/2019))

Setelah ditusuk, Wiranto tersungkur dan langsung dibawa ke RSUD Pandeglang menggunakan helikopter.

Menkopolhukam Wiranto dibawa ke Rumah sakit Umum Daerah Pandeglang Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, Jawa Barat pada pukul 12.00 WIB.

Menurut informasi yang didapat, terdapat dua orang lain yang terluka akibat penyerangan tersebut.

Diketahui, Wiranto ditusuk di bagian perut menggunakan pisau.

Salah seorang warga, Madrain, mengatakan salah satu orang polisi juga menjadi korban penusukan.

Baca: Beredar Video Wiranto Ditusuk Orang Tak Dikenal di Pandeglang, Begini Penjelasan Polisi

Baca: Wiranto Tuduh Demonstrasi Mahasiswa Diambil Alih Perusuh untuk Gagalkan Pelantikan Jokowi

Kapolres Pandeglang AKBP Indra Indra Lustrianto Amstono belum bisa memberikan penjelasan saat dikonfirmasi.

"Saya belum bisa kasih penjelasan, nanti ya," kata dia ketika dihubungi Kompas.com.

Saat ini pelaku diamankan di Polsek Mensen dan sedang dimintai keterangan.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

Dilansir Tribunnews, Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa pelaku saat ini telah diamankan.

"Ya, pelaku sudah diamankan," ujar Dedi saat dikonfirmasi.

Dedi belum membeberkan sosok pelaku yang hendak menusuk Wiranto.

Wiranto dirawat usai ditikam. (Whatsapp)

Polisi masih mendalami keterangan dari pelaku.

Video penusukan Wiranto oleh orang tak dikenal juga telah tersebar di media sosial Twitter.

Akun Twitter @ukunkurnia2016 telah membagikan video detik-detik saat Wiranto mengalami penusukan.

"upaya penyerangan dengan senjata tajam kepada menko polhukham bapak wiranto, terjadi di alun2 menes pandeglang banten..." tulis akun tersebut.

Diketahui pelaku penusukan tersebut berjenis kelamin lelaki dan perempuan.

Sementara itu, dari laporan jurnalis KompasTV, Wiranto akan segera dibawa ke Jakarta setelah mendapatkan perawatan di RSUD Berkah Pandeglang.

Rencananya, Wiranto akan dibawa ke Jakarta memakai helikopter.

Saat ini, Wiranto masih berada di ruang IGD bersama sejumlah staf di Kemenkopolhukam.

Jurnalis KompasTV juga menyebut, usia dua orang yang menyerang Wiranto sekitar 25-30-an tahun.

(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria Cika)



Penulis: Nur Afitria Cika Handayani
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi

Berita Populer