Herman Dzumafo

Penulis: Haris Chaebar
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Herman Dzumafo


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Herman Dzumafo Epandi atau Herman Dzumafo adalah seorang pesepak bola profesional asal Indonesia.

Saat artikek ini ditulis pada Jumat (4/10/2019), Herman Dzumafo bermain untuk klub asal Indonesia, Bhayangkara.

Herman Dzumafo lahir di Douala, Kamerun, 21 Ferbruari 1980.

Herman Dzumafo beristrikan Maria Makdalena Hutahaean dan pasangan ini dikaruniai anak perempuan bernama Glady Mafo.

Herman Dzumafo berasal dari Kamerun dan pada 7 Juni 2017 dia resmi menjadi warga negara Indonesia (WNI).

Posisi pemain bertinggi 175 cm itu adalah penyerang.

  • Awal Karier


Herman Dzumafo memulai kariernya di klub asal kotanya, Caiman Douala pada 1999.

Kala itu usia Herman Dzumafo masih 19 tahun.

Baca: Witan Sulaiman

Bersama Caiman Douala, Herman Dzumafo bermain sebanyak 20 kali dengan koleksi delapan gol.

Dia memperkuat klub itu selama dua musim.

  • Kamerun


Pada 2001, Herman Dzumafo pindah ke klub bernama Cintra Yaouande.

Di klub tersebut, Herman Dzumafo mencetak delapan gol dari 22 laga.

Hanya dua musim, Herman Dzumafo pun pindah ke Sable FC.

Dia memperkuat klub berjuluk San San Boys itu sejak 2003 hingga 2005.

Baca: Awan Setho

Baca: Putu Gede

12 gol berhasil Herman Dzumafo cetak bersama klub tersebut.

Pada 2005, Herman Dzumafo pindah ke salah satu klub tersebesar di Kamerun, Cotonsport Garoua.

Penampilan apik sukses Herman Dzumafo buat dengan mencetak 11 gol dari 38 laga.

Hal itulah yang kemudian membuat Herman Dzumafo dipinang oleh klub dari luar negeri.

Herman Dzumafo di Persib Bandung. (tribunnews)

  • PSPS Pekanbaru


Pada Divisi Utama musim 2007-08, Herman Dzumafo mendarat di PSPS Pekanbaru.

Herman Dzumafo memberikan yang terbaik dan menjadi ikon klub tersebut.

Lesakan gol-gol dan permainan taktis pria bertinggi 186 cm itu sukses membawa tim berjuluk Askar Bertuah itu promosi ke Liga Super Indonesia pada musim 2009-10.

Baca: Alsan Sanda

Total selama empat musim bermain untuk PSPS Pekanbaru, Herman Dzumafo mencetak 60 gol dari 120 penampilan.

Dia pun menjadi legenda di klub tersebut.

Selain itu, nama Herman Dzumafo di PSPS Pekanbaru juga diingat berkat duetnya dengan Brigadir Kepolisian, Muhammad Isnaini yang menjadi tandemnya di lini depan. (1)

Herman Dzumafo, legenda PSPS Pekanbaru/Riau. (Media resmi PSPS)

  • Karier Nomaden


Selepas dari PSPS Pekanbaru, Herman Dzumafo pindah ke Arema pada musim 2011-12.

Dia tak mampu menampilkan performa terbaik dan hanya mencetak 6 gol.

Kemudian, Herman Dzumafo hijrah ke Persib Bandung.

Baca: Muhammad Hargianto

Bersama Maung Bandung, Herman Dzumafo mencetak 11 gol dari 16 laga di musim 2012-13.

Musim selanjutnya, Persib Bandung sempat meminjamkan Herman Dzumafo ke Sriwijaya FC.

Bersama Laskar Wong Kito, Herman Dzumafo pun sempat bangkit demgan mencetak 8 gol dari 18 penampilan.

Karier Herman Dzumafo Nampak akan kembali ke titik terbaik ketika dia bermain untuk Mitra Kukar. (2)

Baca: Wahyu Subo Seto

Baca: Adam Alis

Pemain yang sering mewarnai rambutnya menjadi putih itu mencetak 13 gol dari 23 laga.

Dia pun kembali ke Jawa dengan bermain di Gresik United.

Sayangnya, kisruh sepak bola Indonesia pada 2015 dan gejolak keuangan klub itu membuat karier Herman Dzumafo dalam rentang 2015 hingga 2016 di Gresik tak baik.

Pada ajang pengganti turnamen, Indonesia Soccer Championship 2016, Herman Dzumafo memperkuat Persela Lamongan. (3)

Herman Dzumafo berseragam Sriwijaya. (tribunnews)

  • Kembali ke Riau dan Karier Usia Senja


Pada musim 2017, Herman Dzumafo kembali ke klub lamanya, PSPS Pekanbaru di Riau.

Herman Dzumafo berjuang di Liga 2 untuk membawa PSPS Pekanbaru promosi ke Liga 1 dan dia pun mencetak 11 gol meski akhirnya gagal membawa klubnya naik tingkat.

Walau sudah hampir berusia kepala empat, Herman Dzumafo masih dilirik oleh klub besar.

Baca: Ilham Udin Armaiyn

Jelang Liga 1 2018, ia direkrut oleh Bhayangkara FC. (4)

Dia pun masih tajam dengan mengemas 11 gol pada 2018.

Hingga gelaran Liga 1 2019, Herman Dzumafo masih memperkuat Bhayangkara FC.

Herman Dzumafo berseragam Bhayangkara FC. (bola)

  • Internasional


Herman Dzumafo pernah memperkuat timnas Kamerun U-20 pada 2001.

Pada 2017, Herman Dzumafo resmi menjadi warga negara Indonesia (WNI) karena beristrikan warga Indonesia.

Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda Herman Dzumafo akan bermain untuk timnas Indonesia, meski peluang itu terbuka lebar.

  • Statistik


Klub

Caiman Douala

20 penampilan dan 8 gol (1999-2001)

Cintra Youande

22 penampilan dan 8 gol (2001-2003)

Sable

27 penampilan dan 12 gol (2003-2005)

Cotonsport Garoua

38 penampilan dan 11 gol (2005-2007)

PSPS Pekanbaru

120 penampilan dan 60 gol (2007-2011)

Arema

17 penampilan dan 6 gol (2011-2012)

Persib Bandung

16 penampilan dan 11 gol (2012-2013)

Sriwijaya

18 penampilan dan 8 gol (2013-2014)

Mitra Kukar

23 penampilan dan 13 gol (2014-2015)

Gresik United

8 penampilan dan 1 gol (2015-2016)

Persela Lamongan

13 penampilan dan 4 gol (20161-2017)

PSPS Riau

17 penampilan dan 11 gol (2017)

Bhayangkara

52 penampilan dan 18 gol (2018-hingga kini)

  • Prestasi


Individu

Top skor Divisi Utama 2008-09

(Tribunnewswiki.com/Haris)



Nama Herman Dzumafo Epandi


Lahir Douala, Kamerun, 21 Ferbruari 1980


Kebangsaan Indonesia


Profesi Pesepak bola


Posisi Penyerang


Klub Bhayangkara


Istri Maria Makdalena Hutahaean


Anak Glady Mafo


Instagram @dzuma99


Sumber :


1. riau.antaranews.com
2. bola.tempo.co
3. www.bola.com/tsc-2016/read/2541498/herman-dzumafo-buktikan-diri-jadi-pembeda-di-persela
4. www.bolasport.com/read/311348157/resmi-gabung-bhayangkara-fc-herman-dzumafo-siap-buktikan-ketajamnya-di-liga-1


Penulis: Haris Chaebar
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
BERITA TERKAIT

Berita Populer