Orang Tua Diperingatkan Film Joker Bukanlah Tontonan untuk Anak-anak

Penulis: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Orang Tua Diperingatkan Film Joker Bukanlah Tontonan untuk Anak-anak

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Film Joker telah mulai tayang di Indonesia sejak kemarin Rabu (2/10/2019).

Dikutip Tribunnewswiki.com dari Comic Book pada Kamis (3/10/2019), Joker bukanlah film yang diadaptasi dari komik yang mendapatkan peringkat R.

Tetapi, karena banyaknya film superhero yang tayang setiap tahun, banyak penggemar yang juga menganggapnya film-film seperti ini adalah film yang ramah keluarga.

Baca: Joaquin Phoenix Pangkas Bobotnya hingga 23 Kilo, Simak Fakta Lain Film Joker yang akan Tayang Esok

Baca: 6 Film Hollywood yang Akan Tayang di Bulan Oktober 2019, Mulai dari Joker hingga Maleficent 2

Tidak banyak penggemar yang memahami rating yang sudah dicantumkan pada film tersebut.

Hingga Joker rilis di bioskop, sebuah jaringan sinema Amerika, Alamo Drafthouse Cinema pun memberikan peringatan untuk orang tua yang ingin menonton Joker.

Alamo Drafthouse Cinema mengingatkan bahwa Joker memiliki tone film yang sangat gelap dan akan menghantui serta memberikan rasa mengganggu untuk para penontonnya dan bukanlah tontonan untuk anak-anak.

Meski begitu, beberapa film berperingkat R hanya mendapatkan sertifikasi itu karena humor kasar atau penggunaan narkoba.

Namun untuk Joker, Alamo Drafthouse Cinema menekankan bahwa film ini menampilkan penggambaran grafis kekerasan, kata-kata kasar, dan juga bad vibes yang sangat kuat.

Peringatan untuk orang tua yang ingin nonton Joker (www.fox10phoenix.com)

"Joker mendapatkan peringkat R dan untuk alasan yang baik. Ada banyak bahasa yang sangat, sangat kasar, kekerasan brutal, dan getaran buruk secara keseluruhan," begitu bunyi peringatan dari Alamo Drafthouse Cinema.

"Ini sangat berani, gelap, dan realistis. Ini adalah sebuah penggambaran seorang pria menuju kegilaan. Film ini tidak untuk anak-anak tidak akan menyukainya," tambahnya.

Dalam peringatannya tersebut, Alamo Drafthouse Cinema juga menjelaskan bahwa Batman tidak muncul dalam film ini.

Sebelum kebangkitan kembali film-film superhero saat ini, film-film seperti The Punisher tahun 1989 dan Blade tahun 1998 memperoleh peringkat R.

Namun, debut keduanya datang pada saat-saat tidak ada film adaptasi komik yang memulai debutnya di bioskop setiap bulan dan ada sedikit antisipasi seputar pemutaran film.

Salah satu perkembangan terbesar di dunia film superhero yang berorientasi pada orang dewasa datang di tahun 2016 saat Deadpool dirilis.

Film ini mendapakan peringkat R karena humor cabul dan kekerasan grafisnya.

Deadpool kemudian menjadi salah satu hit terbesar di tahun tersebut dengan sebagian besar pemirsanya berusia di bawah 17 tahun.

Meskipun sifatnya yang lucu saat melakukan kekerasan terasa lebih bisa diterima daripada penggambaran yang mengganggu dari kekerasan dunia nyata yang ditampilkan di Joker.

Di sisi lain, Joker telah dicatat oleh para kritikus bahwa film ini memiliki tone yang jauh lebih meresahkan dan realistis.

Terlepas dari tone film yang lebih gelap, sutradara Todd Phillips sebelumnya mempertimbangkan kekhawatiran bahwa film ini dapat memuliakan apa yang digambarkan di layar.

Baca: FILM - Joker (2019)

Baca: Joaquin Phoenix

"Saya benar-benar menggambarkan kepada Joaquin (Phoenix) dalam satu titik dalam tiga bulan itu seperti 'Lihat ini sebagai cara untuk menyelinapkan hal nyata dalam kedok film adaptasi komik," jelas Phillips.

"Mari kita membuat film nyata dengan anggaran nyata dan kita akan menyebutnya sebagai Joker. Itulah yang sebenarnya," tambahnya.

(Tribunnewswiki.com/Natalia Bulan R P)



Penulis: Natalia Bulan Retno Palupi
BERITA TERKAIT

Berita Populer