Jokowi Tinggalkan Gedung DPR, Pengunjuk Rasa Kembali Bermunculan

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Massa mahasiswa terpantau membawa spanduk dan bendera di sekitaran gedung DPR-MPR RI, pada pukul 11.30 WIB, Selasa (1/9/2019).

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Massa pengunjuk rasa mulai bermunculan di sekitar Gedung DPR MPR RI pada pukul 11.30 WIB.

Massa mulai berdatangan sekitar 30 menit setelah Presiden Jokowi meninggalkan Gedung DPR RI, sekitar pukul 11.00 WIB.

Sebelumnya, Presiden Jokowi berada di Gedung DPR RI untuk menghadiri pelantikan anggota DPR/DPD/MPR RI periode 2019-2024.

Massa mulai memadati kawasan Gedung DPR RI dengan membawa spanduk dan bendera.

Di antaranya adalah spanduk bertuliskan "Nyalakan Tanda Bahaya".

Usai pelantikan, sebagian anggota DPR mengekspresikan kegembiraannya dengan berfoto bersama Presiden Joko Widodo. (KOMPAS.com/Ihsanuddin)

Dilansir dari Tribunnews.com, massa aksi mengenakan almamater hijau Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian melaksanakan salat zuhur di masjid area kantor TVRI, Jalan Gelora Pemuda Jakarta Pusat.

Sebelumnya, puluhan pelajar kembali ditangkap saat hendak demo menuju Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), di Mapolresta Metro Jakarta Utara, Selasa (1/10/2019).

Berdasarkan laporan Warta Kota, sekitar 20 pelajar diringkus aparat kepolisian Jakarta Utara dari Stasiun Tanjung Priok dan Terminal Tanjung Priok.

Pelajar tersebut terdiri atas pelajar SMK, SMA, dan SMP.

Rata-rata pelajar yang diamankan berasal dari sekolah di luar daerah ibu kota yang transit sementara di wilayah Jakarta Utara.

Bahkan ada yang mengaku jauh-jauh dari Cirebon, Tasikmalaya, hingga Karawang.

Mereka mengaku akan berdemo karena iming iming uang sebesar Rp20 ribu.

Puluhan pelajar kembali ditangkap saat hendak demo menuju Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), di Mapolresta Metro Jakarta Utara, Selasa (1/10/2019). (Luthfi Khairul Fikri/Warta Kota)

Bahkan tidak hanya pelajar.

Beberapa di antaranya terdapat seorang buruh pabrik, serta preman jalanan yang menyamar menggunakan seragam sekolah.

Ketika ditanya oleh Warta Kota soal tujuan, mereka mengaku tidak tahu.

Mereka hanya ikut-ikutan dari ajakan teman di grup Whatsapp saja.

Seorang pelajar SMP bernama IS (16) mengatakan dirinya mendapatkan uang 20 ribu dari temennya untuk berdemo di DPR.

“Iya teman kasih uang kemarin untuk demo, tapi malah jadi begini. Saya gak tau apa-apa,” ujar pelajar asal Karawang itu kepada Wartakota.

Para pelajar tersebut kemudian didata untuk dimintai keterangan tentang aksi yang akan dilakukan.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)



Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer