Dua perempuan yang disebut sebagai pasangan ini (kemungkinan bermakna lesbian, namun tidak konfirmasi lebih lanjut), menjebak, memperkosa, merekam adegan pemerkosaan, lalu mengancam menyebarkanya di internet.
Korbannya adalah seorang remaja berusia 19 tahun yang tidak disebutkan namanya.
Remaja ini dijebak oleh 2 perempuan muda tersebut untuk datang ke apartemen mereka.
Remaja yang berprofesi sebagai tukang servis ponsel memang menerima panggilan dari 2 perempuan tersebut.
Kedua perempuan itu mengatakan, iphone mereka mengalami kerusakan dan butuh perbaikan secepatnya.
Baca: Ratmiati Selingkuh dengan Tetangga: Habis Bersetubuh, Dibunuh karena Ngomel Hasratnya Tak Terpuaskan
Baca: Studi Ilmiah: Orang yang Pernah Selingkuh Akan Kembali Melakukan Hal yang Sama di Lain Waktu
Dilansir The Daily Mail, 26 September 2019, peristiwa ini terjadi di Bugulma, sebuah kota kecil di Tatarstan, negara federasi Rusia.
Menurut kepolisian setempat, kasus ini berawal ketika dua perempuan, mengundang seorang teknisi ponsel, ke apartemen mereka.
Mereka mengeluhkan iPhone mereka rusak, dan mereka minta untuk diperiksa.
Si tukang servis ponsel, seorang remaja berusia 19 tahun itu, menyanggupi.
Baca: DERETAN 14 Artis yang Pagi Ini Dilantik Jadi Anggota DPR-RI: Mulan Jameela Paling Terakhir Gabung
Datanglah dia ke apartemen kedua perempuan muda tersebut.
Setelah melihat kerusakan pada iPhone, remaja itu mengatakan harus membawanya pulang untuk memperbaikinya.
Perbaikan beres, si remaja kembali ke apartemen untuk mengembalikan iPhone sekaligus menagih uang pembayaran.
Sampai di sana, terjadi perdebatan.
Dua perempuan ini kemudian menuding iPhone mereka malah tergores pada bagian layar.
Keduanya menuntut agar si tukang servis, membayar ganti rugi sebesar Rp 600 ribu.
Tapi, si tukang servis menolak.
Baca: VIRAL Istri Usia Muda Jatuh Hati sama Abang Ipar, Selingkuh dan Hamil: Padahal Suami Baik dan Sabar
Ia bersikukuh, iPhone itu sudah dalam kondisi demikian ketika ia menerimanya.
"Dua perempuan itu mulai memukuli remaja tersebut. Mereka mengikatnya, lalu memperkosanya menggunakan alat bantu seks," ujar juru bicara kepolisian, sebagaimana dilansir The Daily Mail.
Saat memperkosa, dua perempuan itu merekamnya.
Rekaman itu mereka jadikan alat untuk memeras si tukang servis.
"Mereka mengancam akan menyebarkan video itu di internet, bila uang ganti rugi tak dibayar," ujar Andrey Sheptytsky, perwira senior di Kepolisian Tatarstan.
Remaja itu pura-pura menyanggupi, hingga akhirnya ia diperbolehkan pulang.
Tapi, remaja itu langsung melaporkan kejadian ini ke polisi.
Dalam penyelidikan, polisi menemukan bukti video pemerkosaan itu di ponsel pelaku.
Dalam video, remaja itu memang diikat dan diperkosa oleh dua perempuan dengan menggunakan sex toys alias alat bantu seks.
Kedua perempuan itu ditangkap polisi dan akan segera menjalani sidang.
Bila terbukti melakukan tindak pemerkosaan, keduanya terancam penjara 10 tahun.
Baca: Berjalan Kaki Sambil Bermain Ponsel Ternyata Berbahaya, Ini Faktanya
Kasus pemerkosaan yang dilakukan wanita terhadap pria, memang bukan kali pertama ini terjadi.
Sebelumnya, beberapa kali terjadi kasus serupa.
Dilansir dalam sebuah artikel di Tribun Manado, berikut di antaranya :
Kasus wanita memperkosa pria pertama terjadi pada 30 Maret 2013 silam, dimana pada waktu itu seorang pemuda berusia 19 tahun asal Toronto, Kanada mengalami kejadian yang tidak menyenangkan saat dirinya sendirian di sebuah klub malam.
Pemuda tersebut bertemu dengan 4 orang wanita yang justru menawarinya untuk pulang bersama.
Ketimbang merasa senang dikelilingi oleh banyak wanita, pemuda tersebut justru dianiaya dan diperkosa oleh 4 orang wanita tersebut di sebuah tempat parkir mobil.
Seminggu kemudian, pemuda malang ini melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian setempat.
Menurut polisi, pemuda tersebut mengaku trauma karena dianiaya dan diperkosa secara brutal oleh 4 orang wanita sekaligus.
Baca: Kesaksian Warga Pendatang Saat Kerusuhan Wamena : Dilindungi Orang Papua, Diungsikan ke Gereja
Kasus wanita memperkosa pria selanjutnya terjadi pada 27 Januari 2009 silam, dimana pada waktu itu ada seorang pelayan berusia 23 tahun bernama Khalil asal Clifton, Pakistan yang mengalami kejadian buruk dan cukup mengerikan karena ulah beberapa wanita.
Awalnya, Khalil mengantarkan makanan kepada para wanita tersebut yang sedang menunggunya di dalam mobil di sebuah lapangan parkir restoran tempatnya bekerja.
Sejak itu, Khalil sering diminta mengantarkan makanan di rumah mereka setiap hari.
Karena ingin tahu dimana letak rumah para wanita-wanita tersebut, Khalil pun ikut dengan para wanita tersebut ke rumahnya.
Sesampainya di rumah para wanita tersebut, Khalil justru diberi segelas susu yang mengandung obat bius.
Selama 4 hari, Khalil dipaksa menuruti nafsu para wanita tersebut, yang diketahui berasal dari kalangan atas.
Setelah itu, Khalil dibuang di sekitar Sungai Wayyumabad
Untungnya, Khalil masih hidup dan kemudian langsung menuju ke sebuah rumah sakit terdekat, walaupun kondisinya saat itu sangat menyedihkan sekali, bahkan alat kelaminnya sampai berdarah.
Baca: Rusuh Wamena Munculkan Orang-orang Berhati Mulia: Mama Mama Papua & OAP Selamatkan Ratusan Nyawa
Pada Oktober 2011 yang lalu, negara Zimbabwe dihebohkan dengan ulah 3 orang wanita yang ternyata sudah berhasil memperkosa belasan pria.
Diketahui, kasus perkosaan yang tidak lazim ini sudah terjadi bahkan sejak sejak 2010 silam.
Saat ditangkap di daerah Gweru, polisi menemukan 33 kondom yang berisi sperma dari 17 orang pria berbeda.
Berdasarkan cerita para korban, ketiga wanita tersebut awalnya menawarkan minuman yang tak lama membuat mereka pingsan.
Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata ketiga wanita tersebut yaitu Netsai Nhokwara (24), Sophie Nhokwara (26), dan Rosemary Chakwizira (24) diduga neka tmelakukan hal tersebut demi menjalankan ritual aliran sesat dengan sperma sebagai bahan ritualnya. (*)