Kisah di Balik G30S: Peran Katamso Darmokusumo yang Jadi Korban PKI

Penulis: Sekar Dwi Setyaningrum
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Katamso Darmokusumo

TRIBUNNEWSWIKI - Katamso Darmokusumo merupakan pahlawan nasional Indonesia yang lahir di Sragen pada 5 Februari 1923.

Ia meninggal dunia pada 1 Oktober 1965 di Yogyakarta.

Katamso Darmokusumo memimpin pasukan untuk mengusir Belanda pada saat terjadi Agresi Militer Belanda.

Pada masa awal kemerdekaan Indonesia, berbagai peristiwa di dalam maupun luar negeri banyak terjadi.

Kemudian ketika kemerdekaan Indonesia diakui di mata internasional, terjadi pemberontakan Batalyon 426 yang berada di Jawa Tengah.

Katamso Darmokusumo diberikan tugas untuk melumpuhkan pemerberontakan tersebut bersama pasukannya.

Di Biografi Brigadir Jenderal Katamso Darmokusumo menginformasikan bahwa pada 1963 Katamso Darmokusumo diberikan tugas sebagai Komandan Korem 072 Kodam VII/Diponegoro.

Kodam yang dipimpin oleh Katamso Darmokusumo terletak di Yogyakarta.

Pada saat itu PKI telah menyebar di kalangan masyarakat, bahkan PKI mengincar para pemuda berintelektual untuk bergabung dengan PKI dan menjadi kekuatan PKI.

Katamso Darmokusumo (Merdeka.com)

Katamso Darmokusumo yang mengetahui penyebaran PKI semakin meluas di Solo, membuat Katamso Darmokusumo melakukan pembinaan kepada mahasiswa di Solo, dan diberikan pelatihan militer agar meningkatkan kecintaan kepada Republik Indonesia.

PKI tidak hanya membunuh perwira yang berada di Jakarta, namun PKI juga membunuh para perwira yang berada di daerah, termasuk di wilayah Kodam VII/Diponegoro.

Pada saat itu PKI berhasil menghasut TNI di Yogyakarta dan menguasai RRI Yogyakarta.

Atas kejadian tersebut Markas Korem 072 dibawah Komando Katamso Darmokusumo melakukan pembentukan Dewan Revolusi.

Ia merupakan perwira yang tidak menyetujui adanya PKI.

Sehingga Katamso Darmokusumo menjadi sasaran dari penculikan PKI.

Pada saat itu PKI melancarkan penculikan dan pembunuhan oleh Katamso Darmokusumo dan Sugiono.

Katamso Darmokusumo dan Sugiono dibawa ke daerah Kentungan dan dipukul hingga tewas.

PKI menyiapkan Lubang di Yogyakarta untuk menyembukan jenazah Katamso Darmokusumo dan Sugiono.

Sehingga jenazah Katamso Darmokusumo dan Sugiono baru ditemukan pada 21 Oktober 1965.

Pencarian dilakukan setelah Katamso Darmokusumo dan Sugiono menghilang.

Kemudian pada 22 Oktober 1965, jenazah Katamso Darmokusumo dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Yogyakarta.

Tribunnewswiki.com terbuka dengan data baru dan usulan perubahan untuk menambah informasi.

Sampai tulisan ini diterbitkan, Tribunnewswiki.com masih terus melakukan validasi data.

(TribunnewsWiki/Sekar)



Penulis: Sekar Dwi Setyaningrum
Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer