Fagham tewas akibat tertembak ketika berseteru dengan temannya pada Sabtu (28/9/2019) malam.
Jenderal Fagham diketahui telah mengabdi sebagai pengawal pribadi kerajaan Arab Saudi selama 15 tahun.
Dikutip dari Arab News, Fagham hampir selalu ada di dekat Raja Salman.
Mengawasi dengan hati-hati setiap ancaman terhadap keselamatan raja, sebagai pengawal pribadi untuk Raja Salman dan mendiang Raja Abdullah, membuat sosok Fagham menjadi akrab di depan publik
Sosoknya yang tinggi dengan garis wajah tegas, selalu ada disamping raja.
Baca: Kronologi Pengawal Raja Salman Tewas Ditembak di Jeddah, Korban Terlibat Pertengkaran Pribadi
Sebelum menjadi pengawal pribadi Raja Salman, Fagham telah mengabdi untuk mendiang Ayah Raja Salman, Raja Abdullah.
Sang ayah, Jenderal Badah bin Abdullah Al-Fagham, bekerja untuk mendiang Raja Abdullah selama 30 tahun.
Jenderal Abdelaziz al-Fagham masuk ke Perguruan Tinggi Militer King Khalej pada 1989 dan lulus pada 1991.
Kemudian ditempatkan ke Brigade Khusus sebelum dipindah ke Pasukan Pengawal Kerajaan.
Dia juga bertugas sebagai petugas penghubung untuk prosesi resmi Raja Abdullah dan pengawalnya serta menemani Raja Abdullah di berbagai acara resmi selama 10 tahun.
Setelah kematian Raja Abdullah, Jenderal Al-Fagham mengambil serangkaian kursus khusus guna memenuhi syarat untuk melindungi keluarga kerajaan, dan ditunjuk sebagai pengawal Raja Salman.
Baca: Kronologi Pengawal Raja Salman Tewas Ditembak di Jeddah, Korban Terlibat Pertengkaran Pribadi
Dalam menjalankan tugas sebagai pengawal raja, fagham mendapatkan rasa hormat dan kekaguman dari masyarakat Arab Saudi.
Masyarakat mengaku mendeteksi ikatan khusus antara raja dan pelindungnya.
Fagham sering bertindak spontan ketika raja membutuhkan bantuan.
Satu di antaranya adalah membungkuk untuk mengenakan sepatu Raja Salman saat raja menerima tamu di KTT Arab-Amerika Arab di Riyadh pada tahun 2017.
Momen tersebut diabadikan oleh orang-orang dan dibagikan secara luas di media sosial.
Baca: Pengawal Pribadi Raja Salman Tewas Ditembak, Terlibat Pertengkaran hingga Berakhir Kematian
Pada kesempatan lain, ketika raja mengunjungi Moskow, Rusia, eskalator dari pesawat kerajaan tiba-tiba berhenti.
Jenderal Abdelaziz Al-Fagham segera bergegas membantunya.
Pengamat mencatat bahwa tindakan cepatnya menunjukkan kewaspadaan.
Fagham adalah tokoh terkenal dan populer di kalangan orang-orang Arab Saudi.
"Dia menghabiskan masa kerjanya dalam pelayanan kepemimpinan dengan ketulusan, kejujuran dan dedikasi," kata Menteri Urusan Luar Negeri Adel Al-Jubeir.
Seperti diberitakan, Fagham tewas akibat insiden penembakan dan pertikaian pribadi.
Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun karena terluka parah, akhirnya ia meninggal dunia.
Doa pemakaman dilakukan di Masjid Suci di Mekah pada hari Minggu (29/9/2019) setelah salat Isya, dihadiri oleh banyak orang.
Keluarga petugas akan menerima belasungkawa publik pada hari Selasa dan Rabu.
Keponakan Fagham, Naif Al-Fagham mengungkapkan rasa kagumnya terhadap sosok pengawal Raja Salman tersebut.
“Semoga Tuhan mengampuni pamanku ... dibunuh dengan pengkhianatan ketika dia berada di rumah temannya. Dia adalah orang terhormat untuk melayani negaranya dan rajanya, dan dia adalah kehormatan bagi kita semua," ucapnya seperti dikutip dari Arab News.
Ayah tersangka, Dr Mishaal Mamdouh Al-Ali, anggota Dewan Shoura Saudi, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga kerjaan, penjaga kerajaan, negara Arab Saudi dan keluarga serta kerabat Jenderal Al-Fagham.
"Semoga Allah mengampuni yang setia dan putra bangsawan," katanya.
Dia menggambarkan insiden itu sebagai pembunuhan yang berbahaya.