Trump menyindir Thunberg setelah gadis Swedia itu menyampaikan keresahannya di KTT Perubahan Iklim di markas PBB, Senin (23/9/2019).
Dikutip dari Kompas.com, presiden berusia 73 tahun itu menanggapi secara sarkastik apa yang disampaikan Thunberg dalam konferensi tersebut.
"Dia sepertinya adalah gadis muda yang sangat senang, menantikan masa depan yang indah dan bersinar. Sangat menyenangkan melihatnya," tulis Trump dalam akun Twitternya.
Menerima “serangan” semacam itu, Greta Thunberg pun membalasnya.
Dilansir Sky News, Selasa (24/9/2019), Thunberg menanggapi “ejekan” Trump dengan mengubah bio di akun Twitternya.
"Seorang gadis muda sangat senang, menantikan masa depan yang indah dan bersinar," demikian bio aktivis lingkungan asal Swedia itu.
Namun saat ini, bionya sudah diubah kembali sepreti semula.
Baca: Datangi Markas PBB, Greta Thunburg, Gadis 16 Tahun Marahi Para Pemimpin Dunia Soal Perubahan Iklim
Diberitakan sebelumnya, Greta Thunberg menyampaikan pidato dengan sangat emosional dalam KTT Perubahan Iklim Senin lalu.
Thunberg yang diundang Sekretaris Jenreal Antonio Guterres seolah tengah memarahi para pemimpin dunia yang hadir dalam pertemuan itu.
Thunberg menuduh para pemimpin itu hanya berpikir soal ekonomi dan kepentingan pribadi.
Padahal masa depan dunia terancam, bumi tengah berada di ambang kepunahan massal.
"Kalian telah merenggut mimpi dan masa kanak-kanak dengan segala janji kosong kalian. Betapa beraninya kalian," kecam Greta.
Trump yang percaya bahwa perubahan iklim merupakan "kabar hoaks" juga hadir dalam agenda itu meski hanya beberapa menit.
Baca: Donald Trump Benarkan Kabar Tewasnya Hamza bin Laden, Putra Osama bin Laden
Dalam pidatonya, Thunberg menuding para pemimpin dunia telah mengkhianati generasi muda karena gagal mengatasi masalah emisi gas rumah kaca, yang turut memicu terjadinya pemanasan global.
Thunberg mengeluhkan bagaimana para pemimpin dunia itu mendengar keluh kesah aktivis tentang situasi genting yang dunia sedang hadapi.
"Jika kalian memahami situasi namun tetap tidak bertindak, maka kalian adalah Iblis. Saya akan menolak untuk percaya dengan kalian," tegasnya.
Bukan Trump saja yang dicibir warganet.
Fox News sampai harus meminta maaf setelah salah seorang pembicaranya menyebut Greta "sakit jiwa".