Rapat dengan Sri Mulyani, Anggota DPR Minta Anggaran untuk Lift yang Sudah Tua

Penulis: Sekar Dwi Setyaningrum
Editor: Fathul Amanah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sri Mulyani Indrawati S.E., M.Sc., Ph.D

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Para wakil rakyat mengeluh saat rapat kepada Sri Mulyani.

Keluhan tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi XI dari Fraksi Partai Nasdem Johnny Plate pada Senin (16/9/2019).

Dikutip dari Kompas.com, Johnny Plate mengeluh soal lift di gedung DPR sebagai alat angkut yang sudah tua.

"Mudah-mudahan tidak terjadi hal fatal. Lift yang ada di ruang atau di Gedung DPR RI adalah lift alat angkut tua," kata Johnny.

DPR asal Partai Nasdem tersebut akhirnya menceritakan pengalaman menaiki lift DPR kepada Sri Mulyani.

Baca: Gaji Bersih Anggota DPR DKI Jakarta Senilai Rp 111 Juta Per Bulan, Ini Rincian Lengkapnya

Baca: Irjen Firli Terpilih Jadi Ketua KPK, Anggota Komisi III DPR Minta Berantas Korupsi di Sektor Migas

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) (Tribun Jakarta)

"Saya ada pengalaman lift mati dan tertahan dalam lift setengah jam dan rekan-rekan lain terjadi," ujarnya.

Kemudian ia menyampaikan pengalaman tersebut dengan anggaran di Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR.

Dirinya meminta agar Sri Mulyani memperhatikan anggaran di Setjen DPR agar lift DPR yang sudah tua dapat diganti ataupun diperbaiki.

"Jangan sampai terjadi hal yang fatal kalau tidak diperhatikan. Ini adalah salah satu pusat pengambilan keputusan politik," ucap Johnny.

Menteri Keuangan Sri Mulyani saat memberikan sambutan pelantikan 25 pejabat eselon II di Kantor Kemenkeu,Jakarta, Senin (9/9/2019) (Dokumen Biro KLI Kementerian Keuangan)

"Ini adalah aset publik yang harus dijaga dan dilindungi. Hal kecil yang tidak besar bisa berakibat fatal. Ini catatan untuk jadi perhatian," sambungnya.

Kemudian Sri Mulyani memberikan tanggapan jika sudah ada anggaran khusus untuk memperbaiki lift DPR.

Namun anggaran tersebut tidak disebutkan berapa nominalnya.

"Untuk lift tahun ini sudah dianggarkan tapi procurement-nya yang belum bisa terjadi. Kendalanya bukan di anggaran tapi di procurement," kata dia.

(TribunnewsWiki/Sekar)



Penulis: Sekar Dwi Setyaningrum
Editor: Fathul Amanah

Berita Populer