7 Fakta Menarik Film Pretty Boys: Tompi sempat Menyesal, Desta Dibuat Pusing

Penulis: Niken Nining Aninsi
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Duo presenter yang biasa memandu acara talkshow televisi, kini merambah ke dunia layar lebar sebagai Poduser.

Deddy Mahendra Desta dan Vincent Ryan Rompies memproduksi sebuah film komedi berjudul Pretty Boys yang akan tayang 19 September 2019 mendatang.

Baca: Vincent Rompies

Baca: Tayangan Televisi Indonesia Dianggap Memprihatinkan, Desta Putuskan Buat Film Pretty Boys

Film yang juga dibintangi kedua mantan personil band Club Eighties ini ikut menggandeng sejumlah nama besar.

Sebut saja Tompi, Imam Darto, Danilla Riyadi, Roy Marten hingga Najwa Shihab pun ikut bergabung meramaikan film ini.

Pretty Boys akan tayang 19 September 2019. (Instagram/desta80s)

Film Pretty Boys berkisah seputar perjuangan dua sahabat yang merantau ke ibu kota untuk mewujudkan mimpi mereka menjadi orang terkenal.

Rahmat dan Anugerah sudah bersahabat sejak kecil dan memiliki mimpi yang sama.

Namun ayah Anugerah, Pak Jono menentang cita-citanya untuk bekerja di dunia entertainment.

Baca: Rasakan Image-nya Berubah Drastis, Gisel: Gelap Sebagian Besar Dipersembahkan dari Netizen

Pak Jono menilai dunia entertainment dekat dengan hal-hal buruk.

Merasa kesal, Anugerah memutuskan kabur dari rumahnya dan mengadu nasib ke Jakarta bersama sahabatnya, Rahmat.

Tidak seperti yang dibayangkan, mereka justru menjadi pelayan dan koki restoran.

Kehadiran Asty selalu menjadi penyejuk bagi Anugerah.

Suatu hari, Anugerah dan Rahmat menjadi penonton bayaran dalam sebuah acara bincang-bincang 'Kembang Gula'.

Mereka pun bertemu Mas Bayu dan Roni, sang koordinator penonton.

Di balik ceritanya yang seru ada beberapa fakta yang tak kalah menarik.

Berikut 7 fakta menarik film Pretty Boys yang dibintangi Deta dan Vincent:

1. Debut Tompi sebagai sutradara

Selain Desta dan Vincent yang menjalani debut sebagai produser, film ini ternyata juga jadi debut Tompi sebagai sutradara.

"Karena ini cerita berkonsep dan panjang produksinya, jadi butuh konsistensi dan stamina. Saya main di dunia visual sejak tujuh tahun lalu, motret, bikin video musik dan iklan. Mimpi saya saat itu memang ingin bikin film," kata Tompi saat press conference pada 2 Agustus kemarin dikutip dari Kompas.com.

Baca: Teuku Adifitrian (Tompi)

 

Tompi menghadiri jumpa pers film The Pretty Boys Pictures di kawasan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Jumat (2/8/2019).(Kompas.com/Tri Susanto Setiawan) ((Kompas.com/Tri Susanto Setiawan))

2. Tompi sempat menyesal

"Sewaktu ditawari sama Desta dan Vincent, pas ngomong iya, agak nyesel," ujar Tompi.

Tompi mengira produksi sebuah film cukup beberapa pekan.

Ternyata, proses syuting memakan waktu sampai 1,5 bulan dengan diselingi masa rehat sejenak.

Namun, Tompi akhirnya mantap menjalani debutnya sebagai sutradara. Menurut Tompi, ia nggak akan bisa tenang jika belum menyelesaikan tugas yang diembannya.

Baca: Gara-gara Desta, Tompi Pertama Kali menjadi Sutradara di Film Pretty Boys

 

3. Desta puyeng jadi produser

"Ini pengalaman pertama sebagai produser. Dibilang kapok, ya, kapok. Puyeng banget," ujar Desta.

Menurut Desta, menjadi produser pelaksana rupanya cukut sulit.

Biasanya Desta hanya memikirkan karakter saja. Namun, sebagai produser, Desta harus mengontrol semua lini produksi yang tentu menguras pikiran dan tenaga.

"Gua biasanya santai, sekarang harus hubungi orang yang susah-susah jadwalnya. Tapi, gua menikmati," ujarnya.

Desta juga menambahkan kalau dirinya nggak mau lagi merangkap dua peran sekaligus dalam produksi film.

Baca: Desta

 

Deddy Mahendra Desta atau akrab disapa Desta berpose saat media visit promo film Pretty Boys di Kompas.com, Palmerah, Jakarta, Senin (9/9/2019)

4. Kontradiksi antara Anugerah dan Vincent

Jika di film Pretty Boys Anugerah yang diperankan oleh Vincent diceritakan memiliki cita-cita menjadi orang yang terkenal, maka berbeda dengan kehidupan nyata seorang Vincent Rompies.

Sejak kecil, Vincent tidak pernah membayangkan akan menjadi seorang publik figur dan dikenal di mana-mana.

Bapak 3 anak ini hanya ingin bekerja di bidang seni, seperti awal kariernya yang dimulai dari dunia musik, yakni sebagai bassist band Club Eighties.

Pretty Boys (2019) (instagram.com/prettyboyspictures)

5. Akting Onad sempat diragukan

Film The Pretty Boys ini ternyata jadi ajang debut untuk sejumlah nama, termasuk mantan vokalis Killing Me Inside, Onadio Leonardo (Onad).

Di film ini, Onad ditunjuk Desta dan Vincent untuk memerankan karakter sebagai koordinator penonton bayaran. 

Onadio Leonardo atau akrab disapa Onad berpose saat media visit promo film Pretty Boys di Kompas.com, Palmerah, Jakarta, Senin (9/9/2019.

Kualitas Onad awalnya sempat diragukan Tompi sebagai sutradara film. Namun, Desta meminta Tompi untuk memberi Onad waktu.

Akhirnya saat syuting, Tompi menyadari bahwa Onad terbukti bisa akting. 

"Tapi, pas, syuting terbukti dia bisa," kata Tompi.

6. Film Pertama Vincent dan Desta

Meski sudah lama berkarier di dunia hiburan, baik sebagai musisi, presenter maupun aktor, Vincent dan Desta ternyata belum pernah bermain dalam satu film yang sama.

Film Pretty Boys menjadi film pertama bagi dua sahabat ini untuk beradu akting bersama.

Film Pretty Boys (Instagram/prettyboyspictures)

 

Baca: Sinopsis Film Pretty Boys, hingga Curhat Desta Kapok Jadi Produser : Puyeng Banget!

7. Pengisi soundtrack dihiasi sejumlah nama musisi beken

Film yang berada di bawah naungan rumah produksi Pretty Boys Pictures ini menggandeng sejumlah musisi untuk mengisi soundtrack, beberapa diantaranya merupakan musisi indie yang tengah digandrungi anak muda.

"Ada Nadin Amizah, Danilla Riyadi, White Shoes & The Couples Company, ada Ardito Pramono, ada NAIF," ujar Desta seperti dikutip dari Kompas.com.

Produser, sutradara, dan pemain film The Pretty Boys dalam jumpa pers di kawasan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Jumat (2/8/2019).

Nah itulah 7 fakta menarik dibalik film Pretty Boys yang akan rilis pada 19 September 2019 mendatang.

Jangan lewatkan, ya! (TribunnewsWiki.com/Niken)



Penulis: Niken Nining Aninsi
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer