Prabowo Subianto dan Mantan BIN Hendropiyono Lakukan Diskusi, Singgung Isu Papua hingga Jadi Oposisi

Penulis: Abdurrahman Al Farid
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Prabowo Subianto mendatangi rumah mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono, Kamis (5/9/2019) malam di Senayan, Jakarta Selatan.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto baru-baru ini mendatangi rumah mantan Kepala Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono.

Dilansir oleh TribunJakarta.com, Prabowo Subianto mendatangi rumah mantan kepala BIN tersebut didampingi mantan calon Gubernur Jawa Barat, Sudrajat, Kamis (5/9/2019) malam di Senayan, Jakarta Selatan.

Saat ditemui oleh awak media, Prabowo Subianto mengatakan kedatangannya ke rumah Hendopriyono tersebut adalah untuk melakukan diskusi.

Setelah selesai bertemu dan berdiskusi, Hendroyono bahkan memuji penampilan Prabowo Subianto.

Baca: Isu Diusir dan Ditampar Prabowo Subianto Tersebar, Ini Kronologi dan Pengakuan Sandiaga Uno

Baca: Makin Jarang Terlihat Bersama Prabowo Subianto, Sandiaga Uno : Mantan Bro

Sebelumnya, di siang hari itu Hendropriyono sudah membeberkan rencana pertemuan itu.

Hendropriyono menyebut pertemuannya dengan Prabowo Subianto adalah pertemuan sesama veteran.

"Saya juga nanti sore ketemu Pak Prabowo, sama-sama veteran," ujar Hendropriyono sebelum bertemu Prabowo Subianto.

Dilansir oleh Kompas.com pada Jumat (6/9/2019), Prabowo Subianto mengaku dirinya dan Hendropriyono saling bertukar pikiran soal Papua malam itu.

"Saya saling tukar pandangan, tapi intinya adalah kita sebagai bangsa harus kompak, harus sejuk, saling membantu, jangan saling mencari kesalahan," ucap Prabowo Subianto, dikutip dari YouTube Kompas TV, pada Jumat (6/9/2019).

Pada pertemuan tersebut Prabowo Subianto dan Hendropriyono juga membahas tentang isu Papua saat ini.

Prabowo Subianto menyebut bahwa tidak benar ada pihak tertentu yang sengaja ingin memecah belah Papua.

"Mari kita bersama-sama, kita atasi semua masalah, saya yakin tidak benar kalau ada yang mau memecah belah," ujar Prabowo Subianto.

Prabowo Subianto & Jenderal Purn TNI Jebolan Kopassus Turun Tangan Kasus Papua, Bukan Orang Biasa. (Tribunnews)

Prabowo Subianto menegaskan, seluruh rakyat Indonesia harus bisa merangkul rakyat Papua layaknya saudara.

"Saudara-saudara kita di Papua adalah memang saudara-saudara kita, bagian integral dari Republik Indonesia," tuturnya.

Selain itu, Prabowo Subianto juga menyatakan dukungannya kepada pemerintah untuk menyelesaikan kasus Papua ini.

"Yang saya serukan adalah kita harus kompak mendukung pemerintah. Soal kedaulatan tidak ada perbedaan pandangan. Kita semua bersatu," pesan Prabowo Subianto.

Pada pertemuan itu, Hendropriyono lantas mengapresiasi dukungan Prabowo Subianto terhadap pemerintah.

Hendropriyono sepakat dengan Prabowo Subianto bahwa konflik di Papua harus diselesaikan secara bersama-sama.

"Yang saya sangat hargai kalau itu sudah menyinggung masalah kebangsaan. Beliau (Prabowo) selalu tampil gagah perkasa, harus bersatu dan mendukung pemerintah untuk menyelesaikan ini," ungkap Hendropriyono.

Mantan Kepala BIN Jenderal (Purn) AM Hendropriyono seusai bertemu Ketua DPR Bambang Soesatyo di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (12/7/2019). (Tribunnews)

Tak hanya itu, Hendropriyono juga setuju dengan Prabowo Subianto bahwa sekarang bukan saatnya untuk saling menyalahkan dan saatnya bersatu.

"Bukan waktunya lagi untuk menyalahkan. Sekarang harus kompak. Bersatu," kata Hendropriyono.

Dengan sikap Prabowo Subianto tersebut, Hendropriyono mengimbau agar masyarakat tak mengkritik soal check and balances.

Hendropriyono menyebut tak ada salahnya Prabowo Subianto mendukung pemerintah meski posisinya berada di luar pemerintahan atau opisisi.

"Jangan lagi ada kritik-kritik, check and balances itu kalau normal, kalau keadaan normal, ini lagi enggak normal, semua harus bersatu padu," pungkasnya.

Baca: Prabowo Subianto Siap Berikan Lahan Miliknya di Penajam Panser Utara untuk Bangun Ibu Kota Baru

Baca: TERUNGKAP Penyebab Wajah Sandiaga Uno Kusut saat Pengumuman Pilpres: Diusir Prabowo? Ini 7 Faktanya

Karier Hendropriyono dan Prabowo Subianto di Kopassus

Dilansir oleh TribunTimur.com, Hendropriyono merupakan prajurit jebolan Kopassus.

Karier militernya diawali sebagai Komandan Peleton dengan pangkat Letnan Dua Infanteri di Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha) yang kini bernama Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD.

Ia kemudian menjadi Komandan Detasemen Tempur Para-Komando, Asisten Intelijen Komando Daerah Militer Jakarta Raya/Kodam Jaya (1986).

Hendropriyono kini dikenal sebagai tokoh intelijen di Tanah Air.

Sementara Prabowo Subianto juga punya pengalaman banyak di tanah Papua.

Prabowo merupakan salah satu prajurit jebolan Kopassus yang pernah memimpin operasi militer di Papua.

Operasi militer itu merupakan pembebasan sandera dari tangan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Mapenduma, Papua.

Prabowo Subianto & Jenderal Purn TNI Jebolan Kopassus Turun Tangan Kasus Papua, Bukan Orang Biasa. (Tribunnews)

Prabowo merupakan salah satu prajurit jebolan Kopassus yang pernah memimpin operasi militer di Papua.

Operasi militer itu merupakan pembebasan sandera dari tangan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Mapenduma, Papua.

Pada 9 Mei 1996, Kopassus yang dipimpin Prabowo menggelar operasi menyelamatkan 11 sandera Tim Ekspedisi Lorentz 1995.

Selama 130 hari sejak 8 Januari 1996, mereka disandera kelompok OPM.

Aksi penyanderaan itu menjadi alasan OPM untuk menuntut kemerdekaan dari Indonesia.

Kopassus turun tangan memburu OPM ke Mapenduma.

Operasi yang dipimpin Prabowo berlangsung selama lima hari.

Dalam kontak senjata, delapan orang anggota OPM ditembak mati sedangkan dua orang ditangkap hidup-hidup.

Sementara di pihak sandera, sembilan orang berhasil diselamatkan namun dua sandera terbunuh.

 (TRIBUNJAKARTA.COM/TRIBUNNEWSWIKI.COM/Abdurrahman Al Farid)



Penulis: Abdurrahman Al Farid
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer