Lama tak terdengar kabarnya, Mama Dahlia, ibunda Kiki Farrel kini tengah berjuang melawan kanker usus.
Kabar kurang mengenakkan datang dari artis Kiki Farrel.
Sang ibunda, Mama Dahlia kini tengah menderita penyakit kanker.
Kabar tersebut disampaikan oleh Kiki lewat unggahan di akun Instagramnya.
Kiki tampak mengunggah botol infus dan ranjang tempat sang ibunda terbaring.
Mama Dahlia diketahui dirawat di Rumah Sakit Fatmawati.
Baru-baru ini, Kiki Farrel memberikan informasi seputar perkembangan kondisi Mama Mama Dahlia.
Kiki Farrel menyebutkan bahwa ada banyak pengikut akunnya yang mebnawarkan sumbangan darah.
Kemudian, ia mendapat saran untuk membeli akar Bajakah.
Konon, tanaman tersebut berkhasiat untuk menyembuhkan kanker.
Kiki membeberkan bagaimana dia menemani Mama Dahlia berjuang lawan kanker usus.
Terungkap, sang ibunda sudah menderita sakit itu sejak tahun 2017.
Kiki membeberkan bagaimana dia menemani Mama Dahlia berjuang lawan kanker usus.
Terungkap, sang ibunda sudah menderita sakit itu sejak tahun 2017.
"2017 mama menjalankan operasi cancer usus dan alhamdulillah kita semua lewati masa2 itu
2018, melakukan kemoterapi sebanyak 6x setiap 3 minggu mulai dari februari," tulis Kiki, dilihat Tribunnewswiki.com, Senin (2/9/2019).
Kemudian, Kiki menuliskan perkembangan penyakit yang diderita sang ibunda.
"juli 2019
ternyata sakitnya itu adalah cancernya ( usus ) muncul kembali dan akhir juli sudah dioperasi
mama dirawat kurang lebih 2 minggu
agustus 2019
saat ini mama sedang persiapan kemo krn HB rendah dan dr RS harus sediakan gol darah AB ( mungkin stock lg sedikit / darah yg mama pakai harus di ganti utk kelancaran RS ) dan alhamdulillah jumat malam 30 ags dpt pendonor untk besoknya sabtu pagi 31 ags..
tp trnyata pas pagi salah 1 pendonor tdk memenuhi syarat dan akhirnya siang dpt
saat ini 31 ags malam mama sedang di transfusin darah.
kalau kondisi kuat dan bagus senin besok 2 sept 2019 siap kemo pertama ( tahun 2018 mama sdh kemo 6x atas operasinya di 2017 itu )," tulis Kiki.
Yang terbaru, Mama Dahlia harus berada di ruang khusus kemoterapi.
"september 2, 2019
kemo pertama
jadi mama di masukan 3 obat.... hari ini kemo diruang khusus kemo. dan malam nanti berlanjut di ruang rawat kemonya..
kemo kali ini memang berbeda, 2 tahun lalu kemo hanya bbrp jam lalu pulang dan minum obat setiap hari sebelum kemo berikutnya..
tp kali ini perlu di rawat inap dan tdk minum obat lagi selama menunggu kemo selanjutnya..
semoga mama kondisinya kuat jadi tdk terlalu drop pasca kemoterapi..
sebenarnya sih ga tega krn obat kemo itu kan ada efek sampingnya juga.
tp gmn.
ini adalah jalannya utk menuju kesembuhan," tulis Kiki.
Unggahan Kiki mengundang simpati pengikut akunnya.
Mereka pun memberikan doa buat ibunda Kiki.
Dikutip dari Kompas.com, nama Bajakah meroket setelah terpublikasinya prestasi siswa SMA Negeri 2 Palangkaraya.
Mereka menemukan obat yang diklaim dapat menyembuhkan kanker secara total.
Tiga orang siswa SMA 2 Palangkaraya melakukan penelitian dan menemukan bahwa kandungan Bajakah bisa menyembuhkan kanker.
Penemuan ini kemudian diikutkan dalam perlombaan karya ilmiah internasional.
Bahkan, sukses mendapat medali emas pada kompetisi Life Science di Seoul, Korea Selatan, pada 25 Juli 2019.
Berikut fakta-fakta yang digali dari keberadaan Bajakah, berdasarkan video tayangan AIMAN di YouTube berjudul "Berburu Tanaman Penyembuh Kanker di Hutan Kalimantan", Jurnalis Kompas TV, Aiman Witjaksono.
Aiman secara eksklusif, mengunjungi langsung lokasi di mana tanaman Bajakah ini tumbuh.
Lokasi tanaman bajakah ini tumbuh tak jauh dari Kota Palangkaraya.
Tempat spesifiknya sengaja tidak diungkap demi menghindari eksploitasi yang tidak diinginkan.
Tumbuhan bajakah, papar Aiman, merupakan tumbuhan yang secara turun temurun dan menjadi tradisi di suku Dayak, dapat menyembuhkan penyakit kanker.
Bajakah merupakan tanaman khas Kalimantan Tengah yang sudah lama dipakai sebagai penyembuh kanker secara turun-temurun oleh nenek moyang suku Dayak.
Guru pembimbing SMAN 2 Palangkaraya, Herlina, mengatakan, belum pernah ada penelitian ilmiah terhadap tanaman bajakah tersebut.
Hingga muncul anggapan dari masyarakat setempat yang mengindentikkan tanaman bajakah dengan hal berbau mistis.